Menembus 1.400 Kilometer Demi Muktamar: Khidmah Tanpa Batas Ndan Arif Mengayuh Sepeda dari Musi Rawas ke Tambakberas
Tambakberas, KlikJombang - Kisah pengabdian tanpa batas kembali terukir dari seorang kader senior Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Sumatra Selatan.
Makhsun Arif Hidayat—atau yang akrab disapa Ndan Arif—membulatkan tekad menempuh perjalanan ribuan kilometer mengayuh sepeda demi menghadiri perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Pria berusia 56 tahun tersebut melintasi jalur antarprovinsi dari tempat tinggalnya di Musi Rawas Utara menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Ndan Arif merupakan pria kelahiran Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang memilih berhijrah dan menetap di Musi Rawas Utara sejak 2012 lalu.
Perjalanan panjang mengayuh sepeda melintasi Pulau Sumatra hingga Jawa ini bukanlah sebuah aksi nekat yang dilakukan secara mendadak.
Ia mengaku telah memantapkan niat serta mempersiapkan fisik dan mentalnya secara matang sejak lima bulan sebelum Tambakberas resmi ditentukan sebagai lokasi muktamar.
Niat di balik aksi kayuhan sepedanya didasari rasa syukur yang mendalam atas nikmat kesehatan serta kondisi fisik yang masih diberi kekuatan oleh Allah SWT.
Di usianya yang telah menembus setengah abad, ia bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus berkhidmah kepada organisasi dan menjadi penggembira muktamar.
Dorongan niat yang tulus membuatnya mantap melangkah sebagai bagian dari warga Nahdliyin yang menyemarakkan perhelatan akbar tingkat nasional tersebut.
Perjalanan menantang lintas Sumatra menuju Pulau Jawa berhasil ditempuhnya dalam kurun waktu 14 hari penuh hingga akhirnya tiba di Tambakberas pada Selasa malam (18/08).
Selama dua pekan berada di atas pedal sepeda, Ndan Arif mengaku tidak menemukan hambatan atau kendala berarti yang merintangi jalurnya.
Malah sebaliknya, ia merasa sangat bahagia karena sepanjang jalur yang dilalui, gelombang dukungan dan kehangatan dari sesama kader NU terus mengalir.
Pengurus Wilayah GP Ansor Lampung menjadi salah satu pihak yang memberikan penyambutan hangat saat ia melintasi wilayah Bumi Ruwa Jurai.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanannya, jajaran Ansor Lampung bahkan memberikan pengawalan resmi sepanjang perjalanan.
Saat melintasi ibu kota, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menyambut dan melepas langsung keberangkatannya dari Markas Komando PP GP Ansor Pusat di Jakarta.
Addin Jauharudin pun secara khusus menginstruksikan seluruh kader Ansor dan Banser di sepanjang jalur lintas Jawa untuk menyapa serta memberikan penghormatan.
Dukungan penuh bermunculan dari berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari PWNU, PCNU, hingga tingkatan MWC NU di daerah-daerah yang dilintasinya.
Perjalanan panjang nan melelahkan tersebut akhirnya berbuah manis saat roda sepedanya memasuki kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Cucu pendiri NU KH Wahab Chasbullah, yakni Gus Ahmad Silahuddin Asya'ari (Gus Adi) dan Gus Heru, menyambut langsung kedatangan veteran Banser ini bersama barisan kader setempat.
Saat berdiri di bumi Tambakberas pada Rabu (19/08), ingatan dan rasa hormat Ndan Arif membuncah pada sosok almarhum KH Abdul Wahab Chasbullah.
Bagi Ndan Arif, Mbah Wahab adalah sosok pahlawan nasional, penggerak, sekaligus arsitek utama berdirinya Nahdlatul Ulama yang kebesarannya tak tertandingi.
Suara Ndan Arif sempat terhenti dan bergetar hebat saat dimintai tanggapan mengenai keagungan serta kebesaran perjuangan sang pendiri NU tersebut.
Sambil menahan tangis haru, ia mengaku tak mampu merangkai kata-kata secara rinci untuk menggambarkan betapa mulianya kedudukan KH Wahab Chasbullah.
Rasa lelah dan letih yang terkumpul selama 14 hari mengayuh sepeda seketika sirna begitu ia disambut hangat oleh keluarga besar keturunan Mbah Wahab di Tambakberas.
Ndan Arif menaruh harapan besar agar Muktamar ke-35 NU berlangsung sejuk dan damai, serta melahirkan pimpinan PBNU yang istikamah mengayomi Jam'iyah An-Nahdliyah hingga ke tingkat akar rumput.
Editor : Redaksi