Sekjen PBNU

Dari Bendahara ke Sekjen PBNU, Gudfan Arif Sosok Kunci

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Dari Bendahara ke Sekjen PBNU, Gudfan Arif Sosok Kunci

Oleh : Fitriadi agung prabowo (Dedet)
 *Alumni Santri Darul Ulum Rejoso dan pemerhati dan pengkhidmat NU

Penunjukan Gudfan Arif sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) cukup mengejutkan warga NU. Karena Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) awalnya sempat menunjuk Gudfan Arif Ghofur (Gus Gudfan) sebagai Bendahara Umum PBNU periode 2026–2031. Penunjukan Gus Gudfan pada posisi sangat strartegis menunjukan bahwa Gus Kikin dan para ulama menginginkan adanya percepatan beberapa agenda yang dihasilkan dalam muktamar NU di Tambak Beras. 

Secara umum Gus Gudfan bukan tokoh sembarangan. Sejak ditunjuk menjadi Bendara Umum PBNU dibawah kepemimpinan Gus Yahya, Gus Gudfan memiliki modal sosial yang kuat untuk menempati posisi tersebut. Pengalaman panjang di lingkungan NU, basis pesantren, jaringan organisasi, hingga pengalaman sebagai bendahara menjadi modal penting. Pengalaman Gus Gudfan mengelola aset, tata kelola keuangan organisasi (sebagai Plt. Bendum hingga Bendum definitif), serta memimpin unit bisnis strategis PBNU memberikannya keunggulan dalam akuntabilitas, transparansi, dan kedisiplinan administratif.

Figur Sekjen NU sering kali diibaratkan sebagai "motor penggerak" sekaligus "jembatan diplomatik" di internal maupun eksternal organisasi. Bukan hanya pada elite pusat (PB NU) tapi sampai ke paling bawah Ranting (desa). Selain itu Sekjen harus mampu membaca dinamika dan aspirasi di setiap tingkatan ini agar kebijakan pusat dapat tersampaikan dan diimplementasikan dengan baik. Menggunakan perspektif sosiologi Pierre Bourdieu seorang Sekjen bukan sekadar administrator teknis, melainkan aktor strategis yang berada di jantung struktur kekuasaan. Sekjen memegang posisi struktural yang sangat strategis. Mereka mengontrol arus informasi, agenda rapat, dan administrasi. Sekjen juga memiliki otoritas untuk menentukan siapa yang mendapatkan akses ke dalam arena dan bagaimana aturan main (nomos) di dalam organisasi tersebut dijalankan. 

Ada beberapa isu-isu strategis yang menjadi pekerjaan seorang sekjen PBNU kedepan. Yang paling utama Menjaga Khittah Hubungan dengan pesantren. Pesantren adalah akar dan basis kultural NU. Komunikasi yang harmonis antara struktur formal PBNU dengan para kiai sepuh serta pengasuh pondok pesantren sangat bergantung pada kepiawaian Sekjen dalam menjaga tata krama (adab) dan komunikasi kultural adalah melakukan konsolidasi organisasi yang sangat besar.

Selain itu NU juga memiliki Banom (Badan Otonom) Nahdlatul Ulama, yaitu perangkat organisasi yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu yang bergerak di berbagai sektor dan kelompok usia (seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, IPPNU, PMII, dll.). Setiap Banom memiliki karakternya sendiri. Sekjen harus mampu menjadi perekat agar gerakan Banom tetap selaras dengan garis perjuangan PBNU.
Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar dudunia, jaringan NU menggurita di sektor pemerintahan, partai politik, akademisi, pengusaha, hingga komunitas internasional. Sekjen dituntut memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang inklusif untuk merajut potensi-potensi tersebut demi kemaslahatan umat. 

Secara singkat, Sekjen NU bukan sekadar jabatan administratif-birokratis, melainkan seorang dirigen yang harus memastikan seluruh instrumen di dalam "simfoni" besar Nahdlatul Ulama dapat berbunyi secara harmonis tanpa ada yang merasa ditinggalkan.

Dan penujukan Gus Gudfan bukan hanya siapa yang menjadi Sekjen, tetapi mengapa Gus Gudfan yang sebelumnya dipercaya sebagai bendahara kemudian ditempatkan pada posisi  strategis. Ini menunjukkan bahwa pengalaman dan trust internal menjadi modal penting. Dan Gus Gudfan diyakini mampu diterima semua pihak baik internal maupun eksternal. Transisi peran sosok seperti Gus Gudfan dari pengelolaan finansial/keuangan menjadi Sekjen menunjukkan bahwa akuntabilitas dan kapasitas manajerial modern menjadi modal penting untuk mengonsolidasikan birokrasi organisasi agar lebih terukur dan responsif.

Tantangan Gus Gudfan kini justru lebih besar. Modal sosial yang selama ini dimiliki harus dibuktikan menjadi kemampuan mengonsolidasikan organisasi. Jabatan bisa diberikan, tetapi legitimasi harus dibangun. Sekjen bukan sekadar pengelola administrasi. Ia adalah simpul keseimbangan organisasi.

Selamat berkhidmat Gus!!!

Berita Terbaru

Ironi Lingkungan Pesantren: Ketika Bau Menyengat Limbah Mengepung Sungai Rejoso Jombang

Ironi Lingkungan Pesantren: Ketika Bau Menyengat Limbah Mengepung Sungai Rejoso Jombang

Jumat, 02 Okt 2026 09:25 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:25 WIB

Aliran Sungai Rejoso yang membelah kawasan tersebut kembali menjadi sorotan tajam publik lantaran kondisi airnya yang kian memprihatinkan.…

Menjelajah Senayan dari Jawa Timur: Jejak Dua Tahun Ning Lia Menenun Aspirasi Daerah

Menjelajah Senayan dari Jawa Timur: Jejak Dua Tahun Ning Lia Menenun Aspirasi Daerah

Kamis, 01 Okt 2026 20:58 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 20:58 WIB

Tepat dua tahun lalu, 1 Oktober 2024, Dr. Lia Istifhama resmi melangkah ke Gedung Parlemen Senayan…

Komjen Pol. Suyudi Resmi Gantikan Listyo Sigit, Ini Sejumlah Catatan dan Harapan GMPK

Komjen Pol. Suyudi Resmi Gantikan Listyo Sigit, Ini Sejumlah Catatan dan Harapan GMPK

Kamis, 01 Okt 2026 15:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:01 WIB

Jujur, sudah lama publik menanti pergantian pucuk pimpinan Polri yang menjadi momentum dalam menakar kembali arah, keberanian, profesionalitas,…

Membumikan PPHN: Langkah Senator Ning Lia Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Membumikan PPHN: Langkah Senator Ning Lia Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 01 Okt 2026 08:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 08:01 WIB

Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kembali menjadi topik hangat dalam ruang diskusi ketatanegaraan Indonesia…

Mencetak Pemimpin Masa Depan, MAN 4 Jombang Sukses Gelar Pemilihan OSIS dan MPK 2026–2027

Mencetak Pemimpin Masa Depan, MAN 4 Jombang Sukses Gelar Pemilihan OSIS dan MPK 2026–2027

Rabu, 30 Sep 2026 16:06 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 16:06 WIB

MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi pemimpin masa depan…

Perkuat Pendidikan Karakter, MTsN 3 Jombang Gandeng BDK Surabaya Latih 80 Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta

Perkuat Pendidikan Karakter, MTsN 3 Jombang Gandeng BDK Surabaya Latih 80 Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta

Rabu, 30 Sep 2026 15:54 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:54 WIB

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai filosofi KBC…