Hari Santri 2026

PBNU Resmi Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026, Gus Gudfan: Santri Harus Kuat Akarnya, Luas Pengabdiannya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

PBNU Resmi Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026, Gus Gudfan: Santri Harus Kuat Akarnya, Luas Pengabdiannya

JAKARTA, KlikJOMBANG — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi meluncurkan tema dan logo peringatan Hari Santri 2026. Langkah ini menjadi penanda dimulainya rangkaian penguatan peran pesantren dalam merawat tradisi sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

Pada peringatan tahun ini, PBNU mengusung tema "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri". Tema tersebut dipilih sebagai penegasan atas peran strategis kaum santri dalam merawat tradisi keilmuan Islam nusantara dan menjaga persatuan Indonesia.

Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Gudfan Arif, menyampaikan bahwa tema Hari Santri 2026 membawa pesan mendalam bagi seluruh santri di Indonesia. Ia menekankan bahwa pesatnya kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari identitas aslinya.

Gus Gudfan mengingatkan agar para santri tidak kehilangan arah di tengah arus modernisasi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir harus berjalan seiring dengan nilai-nilai dasar yang diajarkan di pesantren.

"Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh," ujar Gus Gudfan dalam keterangannya kepada KlikJOMBANG, Sabtu (3/10/2026).

Ia menegaskan bahwa fondasi tradisi keilmuan yang kuat justru menjadi bekal utama bagi santri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Santri dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan hadir membawa dampak positif.

Menurut Gus Gudfan, pengabdian santri harus meluas ke berbagai bidang kehidupan. Peran santri dinilai sangat krusial dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat, bangsa, dan negara.

"Semakin kuat akarnya, semakin luas pula pengabdiannya. Santri tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan negara," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gus Gudfan menjelaskan makna dari frasa "Menjaga Keutuhan Negeri". Frasa ini merujuk pada rekam jejak dan perjalanan sejarah panjang kaum santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejak masa perjuangan fisik hingga era modern saat ini, kalangan pesantren senantiasa memikul tanggung jawab kebangsaan. Santri dinilai konsisten berada di garis depan dalam merawat kebinekaan dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan. Dari pesantren kita belajar bahwa menjaga agama harus berjalan beriringan dengan menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa," kata Gus Gudfan.

Pesan dan nilai-nilai filosofis tersebut turut dituangkan secara visual dalam logo resmi Hari Santri 2026. Logo ini menggabungkan beberapa elemen simbolis utama, yaitu akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang.

Setiap elemen pada logo memiliki makna khusus yang saling melengkapi. Akar melambangkan sanad keilmuan yang kokoh, kitab menggambarkan tradisi intelektual, kubah merepresentasikan landasan spiritual, sedangkan bintang menjadi simbol cita-cita luhur penuntun arah pengabdian.

Peluncuran tema dan logo ini juga bertepatan dengan momentum penting konsolidasi internal PBNU. Langkah ini menyusul diumumkannya susunan Pengurus PBNU Masa Khidmah 2026–2031 guna memperkuat pengabdian organisasi kepada umat dan negara.

Gus Gudfan mengingatkan agar peringatan Hari Santri tidak sekadar dirayakan secara seremonial. Momentum tahunan ini harus diisi dengan kerja-kerja nyata dan penghidupan nilai-nilai pesantren dalam keseharian.

PBNU mengimbau seluruh jajaran kepengurusan NU dari tingkat wilayah, cabang, hingga ranting untuk aktif menyosialisasikan tema dan logo Hari Santri 2026. Seluruh struktur didorong menggelar ragam kegiatan produktif yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Hari Santri adalah momentum untuk mengingat dari mana kita berasal sekaligus menentukan ke mana kita akan melangkah. Akarnya tetap tradisi, tetapi pengabdiannya harus menjangkau seluruh negeri," tutur Gus Gudfan menutup keterangannya.

Berita Terbaru

TTL dan KSOP Tanjung Perak Perkuat Kolaborasi, Pelayanan Kapal Makin Efisien

TTL dan KSOP Tanjung Perak Perkuat Kolaborasi, Pelayanan Kapal Makin Efisien

Jumat, 02 Okt 2026 16:13 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:13 WIB

TTL bersama KSOP Tanjung Perak memperkuat kolaborasi dan mengevaluasi Zona EAZI untuk meningkatkan efisiensi serta kepastian pelayanan kapal.…

Ironi Lingkungan Pesantren: Ketika Bau Menyengat Limbah Mengepung Sungai Rejoso Jombang

Ironi Lingkungan Pesantren: Ketika Bau Menyengat Limbah Mengepung Sungai Rejoso Jombang

Jumat, 02 Okt 2026 09:25 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:25 WIB

Aliran Sungai Rejoso yang membelah kawasan tersebut kembali menjadi sorotan tajam publik lantaran kondisi airnya yang kian memprihatinkan.…

Menjelajah Senayan dari Jawa Timur: Jejak Dua Tahun Ning Lia Menenun Aspirasi Daerah

Menjelajah Senayan dari Jawa Timur: Jejak Dua Tahun Ning Lia Menenun Aspirasi Daerah

Kamis, 01 Okt 2026 20:58 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 20:58 WIB

Tepat dua tahun lalu, 1 Oktober 2024, Dr. Lia Istifhama resmi melangkah ke Gedung Parlemen Senayan…

Komjen Pol. Suyudi Resmi Gantikan Listyo Sigit, Ini Sejumlah Catatan dan Harapan GMPK

Komjen Pol. Suyudi Resmi Gantikan Listyo Sigit, Ini Sejumlah Catatan dan Harapan GMPK

Kamis, 01 Okt 2026 15:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:01 WIB

Jujur, sudah lama publik menanti pergantian pucuk pimpinan Polri yang menjadi momentum dalam menakar kembali arah, keberanian, profesionalitas,…

Membumikan PPHN: Langkah Senator Ning Lia Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Membumikan PPHN: Langkah Senator Ning Lia Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 01 Okt 2026 08:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 08:01 WIB

Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kembali menjadi topik hangat dalam ruang diskusi ketatanegaraan Indonesia…

Mencetak Pemimpin Masa Depan, MAN 4 Jombang Sukses Gelar Pemilihan OSIS dan MPK 2026–2027

Mencetak Pemimpin Masa Depan, MAN 4 Jombang Sukses Gelar Pemilihan OSIS dan MPK 2026–2027

Rabu, 30 Sep 2026 16:06 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 16:06 WIB

MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi pemimpin masa depan…