100 Peserta Hadiri Gathering Konversi LPG ke CNG di Jombang, SJA Dorong Efisiensi Energi SPPG
JOMBANG, KlikJOMBANG — Sebanyak 100 peserta menghadiri acara Gathering & Sosialisasi Konversi LPG ke CNG yang diselenggarakan oleh PT Sumber Joyo Abadi (SJA) di Hotel Green Red Syariah Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif yang ampuh menekan biaya operasional, khususnya bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hadir sebagai narasumber utama dalam acara tersebut yakni Presiden Direktur PT Sumber Joyo Abadi, Mr. Yunjin, bersama tim konsultan resmi dari DK Academy, Bayu Anang Nugroho dan Dony Annur.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi mengenai CNG, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam tentang sistem distribusi, perangkat konversi, implementasi teknis, hingga skema teknologi hybrid LPG-CNG.
Teknologi hybrid tersebut menjadi salah satu topik yang paling menyedot perhatian peserta karena mampu menekan kebutuhan investasi awal secara signifikan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO).
Melalui skema KSO ini, perangkat converter senilai kurang lebih Rp46 juta dapat langsung digunakan sesuai ketentuan tanpa mengharuskan konsumen melakukan pembelian alat di awal.
Sistem hybrid juga sangat fleksibel karena instalasinya bisa disesuaikan dengan sistem energi yang sudah ada di lokasi usaha, tentunya setelah melalui asesmen teknis dan standar keselamatan.
Presiden Direktur PT Sumber Joyo Abadi, Mr. Yunjin, menegaskan bahwa pemanfaatan CNG tidak hanya berfokus pada harga energi yang murah, melainkan juga keandalan pasokan dan keberlangsungan operasional.
"Kami ingin memberikan pilihan energi yang mempertimbangkan efisiensi, keandalan pasokan, dan keberlangsungan operasional. Setiap lokasi mempunyai kebutuhan yang berbeda, sehingga implementasinya harus melalui asesmen teknis terlebih dahulu," ujar Mr. Yunjin, dikutip Klikjombang.com, Minggu (13/9/2026).
Sementara itu, Konsultan DK Academy, Bayu Anang Nugroho, menjelaskan bahwa SJA berkomitmen membangun ekosistem energi secara utuh, bukan sekadar berjualan gas CNG kepada pelaku usaha.
"Pengguna tidak hanya mendapatkan pasokan CNG, tetapi juga kemudahan proses konversi, dukungan perangkat hybrid, pendampingan teknis, serta perhitungan efisiensi secara terukur tanpa terbebani investasi awal," ungkap Bayu.
Tingginya antusiasme selama acara berlangsung membuat para peserta, yang mayoritas merupakan pengusaha lokal Jombang, mendorong SJA untuk kembali menggelar gathering dan sosialisasi lanjutan.
Berdasarkan komunikasi pasca-acara, telah terbentuk beberapa kelompok calon peserta susulan dengan total mencapai puluhan pelaku usaha yang siap mengikuti agenda sosialisasi berikutnya.
Tak berhenti pada sesi diskusi, gathering ini juga langsung menghasilkan tindakan nyata melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dengan beberapa pihak, termasuk manajemen Hotel Green Red Syariah Jombang.
Konsultan DK Academy lainnya, Dony Annur, menilai capaian MOU dan munculnya permintaan acara lanjutan ini menandakan bahwa pasar merespons sangat positif kehadiran teknologi CNG di Jombang.
Selain isu efisiensi, kelancaran pasokan juga menjadi fokus utama lewat penerapan konsep buffer stock CNG yang disesuaikan dengan pola konsumsi harian para pengguna SPPG maupun industri skala besar.
Di akhir sesi, para peserta menyampaikan apresiasi atas langkah SJA serta kebijakan pemerintah—khususnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia—dalam mendorong pemanfaatan sumber energi dan produk dalam negeri demi kemandirian energi nasional.
Editor : Redaksi