FKPQ Jatim Mengadu ke DPD RI Lia Istifhama, Ungkap Guru Ngaji Belum Tersentuh Bantuan Provinsi
SURABAYA, KlikJOMBANG — Pengurus Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (DPW FKPQ) Jawa Timur menyampaikan aspirasi terkait keberlangsungan Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) hingga kesejahteraan guru ngaji kepada Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam forum diskusi di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Jumat (11/9/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB itu menjadi ruang dialog untuk membedah persoalan mendasar yang dihadapi LPQ dan para pendidik keagamaan di Jawa Timur.
Ketua DPW FKPQ Jawa Timur, H. Abdul Aziz, menyebut silaturahmi ini merupakan langkah konkrit organisasi untuk menyuarakan kondisi riil pengelola pendidikan Al-Qur'an di lapangan kepada pemangku kebijakan.
"Alhamdulillah, kami bisa bersilaturahmi dengan DPD RI untuk menyampaikan berbagai curhatan dan aspirasi, khususnya terkait pendidikan Al-Qur'an dan kesejahteraan guru ngaji," ujar Abdul Aziz bin dikutip Klikjombang.com, Sabtu (12/9/2026).
Salah satu isu utama yang disuarakan FKPQ Jatim adalah masih banyaknya guru ngaji maupun LPQ yang belum pernah mencicipi bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
FKPQ mendorong adanya perhatian khusus dari pemprov mengingat peran vital pendidik keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda di tengah masyarakat.
"Selama ini masih ada yang belum pernah menerima bantuan provinsi. Kami berharap ada kebijakan nyata yang membantu keberlangsungan lembaga dan para guru ngaji," kata Abdul Aziz.
Adapun dukungan yang diharapkan mencakup alokasi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) hingga insentif rutin bagi para guru ngaji di Jawa Timur.
Selain persoalan finansial, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola LPQ dalam menghadapi era digitalisasi juga menjadi poin pembahasan utama.
FKPQ turut menyoroti kerumitan perizinan operasional (Izop) lembaga serta pentingnya standardisasi mutu pembelajaran melalu peningkatan kualitas tahsin.
Dalam kesempatan tersebut, DPW FKPQ Jawa Timur menyerahkan manuskrip Tahsin-PMPQ kepada Lia Istifhama untuk ditinjau dan diberi masukan.
Program Tahsin-PMPQ dirancang khusus bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) agar mampu menuntaskan bacaan 30 juz menggunakan metode lagu (bittaghonniy).
"Harapannya, manuskrip ini bisa terus disempurnakan sehingga menambah kualitas dan khazanah tahsin pendidikan Al-Qur'an di Jawa Timur," jelas Abdul Aziz.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Anggota DPD RI Lia Istifhama menyambut positif dan berkomitmen menyalurkan suara para pengajar Al-Qur'an ke pihak berwenang.
Ning Lia, demikian kerab dipanggil ini menegaskan bahwa keberlanjutan LPQ dan kesejahteraan para pengajarnya merupakan aspek krusial yang harus disokong lewat sinergi lintas lembaga.
"Aspirasi ini menjadi masukan penting, terutama terkait penguatan SDM, legalitas, hingga dukungan insentif. Ini perlu kita komunikasikan dan carikan solusi sesuai kewenangan," tutur Ning Lia.
Senator asal Jatim itu juga mengapresiasi inovasi FKPQ yang menyusun manuskrip Tahsin-PMPQ sebagai langkah mandiri meningkatkan mutu pengajaran.
Dia meminta komunikasi antara organisasi keagamaan dan wakil daerah terus terjalin secara intensif berbasis data yang akurat agar pengawalan kebijakan berjalan efektif.
"Sampaikan dengan data dan aspirasi yang jelas, sehingga lebih mudah untuk kita dorong melalui jalur diplomasi yang sesuai," pukas Ning Lia.
Editor : Redaksi