Nahdlatul Ulama

Pesan Gus Faiz Pasca-Muktamar: Jabatan di PBNU untuk Berkhidmat, Bukan Berkuasa

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Pesan Gus Faiz Pasca-Muktamar: Jabatan di PBNU untuk Berkhidmat, Bukan Berkuasa

Tembelang, KlikJOMBANG — Perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama selalu menyisakan dinamika serta catatan kritis bagi perjalanan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Pasca-agenda besar itu, refleksi mendalam mengenai hakikat kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi hal penting untuk direnungkan bersama.

Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang, Faizuddin FM atau yang akrab disapa Gus Faiz, memberikan catatan tajam terkait fenomena perburuan posisi di tubuh organisasi.

Gus Faiz menegaskan bahwa jabatan duniawi dalam struktur organisasi pada dasarnya hanyalah sebuah titipan sementara yang bersifat fana.

Menurutnya, kedudukan struktural di dalam jam'iyah sama sekali bukan menjadi ukuran sejati dari kehormatan atau kemuliaan seseorang.

Ia mengimbau para kader agar tidak memiliki sikap kemengeng—istilah yang menggambarkan ambisi berlebihan, haus pengakuan, dan keikatan hati pada jabatan.

"Ketika seseorang terlalu kemengeng atau terikat hatinya pada jabatan, amanah itu justru berubah menjadi beban moral," ujar Gus Faiz dikutip KlikJOMBANG.com, Sabtu (5/9/2026).

Sikap ambisius tersebut, lanjutnya, berpotensi besar merusak hubungan persaudaraan dan silaturahmi antar-sesama kader NU.

Gus Faiz mengingatkan agar struktur organisasi tidak membuat seseorang lupa diri hingga hatinya terpenjara oleh penilaian sesama manusia.

Kader yang mengejar kedudukan demi pengakuan sosial cenderung hanya sibuk mempertahankan citra dan selalu cemas akan kehilangan posisi.

Padahal, menurut Gus Faiz, pemimpin yang matang lahir dari proses panjang pengabdian dan ketulusan, bukan dari kegaduhan mengejar jabatan.

Ia juga menyoroti bahaya kedudukan yang bisa menjelma menjadi 'berhala baru' ketika hati seseorang terlalu bergantung padanya.

Bahkan di dalam organisasi keagamaan, ambisi mempertahankan posisi sangat rentan bergeser menjadi syahwat politik dan kekuasaan semata.

"Orang yang sudah terlalu kemengeng akan sulit menerima kritik, enggan melepaskan posisi, dan tega mengorbankan nilai kebenaran," tegasnya.

Gus Faiz kemudian mengajak jajaran pengurus untuk memahami konsep spiritual maqam tajrid dan maqam kasab dalam menjalankan amanah.

Jika mendapat jabatan, amanah tersebut harus diterima dengan rendah hati; namun jika tidak, tak perlu dikejar hingga mengorbankan kehormatan.

Ia mengingatkan bahaya post power syndrome bagi pengurus yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama setelah masa bakti berakhir.

"PBNU membutuhkan orang-orang yang siap mengabdi dan berkhidmat, bukan orang-orang yang kemengeng ingin berkuasa," pungkas Gus Faiz.

Berita Terbaru

Memenuhi Kriteria Ketat, Kenapa Ketua PWI Pamekasan Tak Mengambil Berkas Pendaftaran PWI Jatim?

Memenuhi Kriteria Ketat, Kenapa Ketua PWI Pamekasan Tak Mengambil Berkas Pendaftaran PWI Jatim?

Selasa, 13 Okt 2026 11:29 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 11:29 WIB

Di tengah ketatnya kriteria dan persyaratan administratif yang ditetapkan panitia, nama Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, mendadak mencuat…

Peringati HUT ke-81 Jatim, Senator Lia Istifhama Tegaskan Pentingnya Pembangunan Humanis

Peringati HUT ke-81 Jatim, Senator Lia Istifhama Tegaskan Pentingnya Pembangunan Humanis

Selasa, 13 Okt 2026 10:19 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 10:19 WIB

Dalam kesempatan tersebut, Senator Jatim yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan cerminan dari bangunan politik humanis…

Peringati Hari Jadi ke-81 Jatim, Lia Istifhama Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Peringati Hari Jadi ke-81 Jatim, Lia Istifhama Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Selasa, 13 Okt 2026 10:13 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 10:13 WIB

Kehadiran Senator Jatim ini menjadi simbol dorongan moril bagi para seniman lokal agar terus produktif dalam melestarikan nilai-nilai kebudayaan daerah.…

Peninggalan Sejarah di Jombang Didorong Segera Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Peninggalan Sejarah di Jombang Didorong Segera Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Selasa, 13 Okt 2026 07:28 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 07:28 WIB

Kesadaran akan pentingnya kelestarian warisan masa lalu di Kabupaten Jombang terus mengemuka dari kalangan praktisi dan pemerhati sejarah lokal.…

Semarak HUT ke-81 TNI, ANTARA Gelar Pameran Foto "Trisula Garda Nusantara" di Kota Lama Surabaya

Semarak HUT ke-81 TNI, ANTARA Gelar Pameran Foto "Trisula Garda Nusantara" di Kota Lama Surabaya

Senin, 12 Okt 2026 18:31 WIB

Senin, 12 Okt 2026 18:31 WIB

Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA melalui Redaksi Foto dan ANTARA Biro Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya…

Usung Gaya Hidup Sehat, Tidar Hotel & Cottages Malang dan RIOT Gelar Run, Refresh & Reconnect

Usung Gaya Hidup Sehat, Tidar Hotel & Cottages Malang dan RIOT Gelar Run, Refresh & Reconnect

Senin, 12 Okt 2026 18:24 WIB

Senin, 12 Okt 2026 18:24 WIB

Menjawab kebutuhan tersebut, Tidar Hotel & Cottages Malang berkolaborasi dengan komunitas lari RIOT Malang menggelar kegiatan bertajuk Run, Refresh,…