Menteri Agama RI

Membincang Masa Depan Kebangsaan di Meja Kopi Menteri Agama, Ini Pesan Ketum KALAM NU Abd. Aziz

author klikjombang.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Membincang Masa Depan Kebangsaan di Meja Kopi Menteri Agama, Ini Pesan Ketum KALAM NU Abd. Aziz

JAKARTA, KlikJOMBANG - Pendiri dan Senior Managing Partner Firma Hukum Progresif Law, Abd. Aziz, menilai bahwa masa depan bangsa Indonesia tidak hanya dirawat melalui pidato formal kenegaraan, melainkan dapat dimulai dari sebuah perbincangan santai di meja kopi.

Pandangan tersebut disampaikan Aziz merefleksikan pengalamannya saat memenuhi undangan silaturahmi dengan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, di Jakarta, Senin malam.

Dalam kunjungan tersebut, Aziz didampingi oleh Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus Tenaga Ahli Pimpinan MPR RI, Saleh Ramli, dan disambut hangat oleh staf khusus Menteri Agama.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) ini berpendapat bahwa demokrasi Indonesia yang majemuk sangat membutuhkan kultur dialog yang sehat untuk merajut kohesi sosial.

Menurutnya, di tengah derasnya arus polarisasi dan politik identitas, ruang perjumpaan lintas pemikir menjadi instrumen penting untuk mencairkan prasangka serta memperkuat kepercayaan publik.

Sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang juga baru saja terpilih sebagai Presiden Pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI), dinilai sebagai representasi intelektual Muslim yang strategis.

Aziz melihat amanah internasional yang diemban Nasaruddin Umar melalui Konferensi Imam Internasional di Jakarta 2026 merupakan momentum emas bagi diplomasi keagamaan Indonesia di kancah global.

Lebih lanjut, Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU) ini menekankan pentingnya menjadikan agama sebagai jembatan peradaban yang menghadirkan keteduhan serta nilai kemanusiaan.

Ia mengingatkan agar kesalehan ritual umat beragama harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang berpihak kepada kelompok rentan dan keadilan di tengah masyarakat.

Mengutip pemikiran moral Mahatma Gandhi dan Mohammad Hatta, Aziz menegaskan bahwa politik yang berkeadaban mutlak memerlukan keselarasan antara keyakinan, etika, dan tindakan nyata.

Oleh karena itu, kepemimpinan publik di Indonesia harus senantiasa berlandaskan pada kompas moral serta kerendahan hati intelektual (intellectual humility) dalam mengambil keputusan.

Aziz memandang metafora "meja kopi" sebagai simbol kepemimpinan inklusif yang terbuka terhadap kritik konstruktif demi menjaga kewarasan ruang demokrasi bangsa.

Peran masjid di bawah kepemimpinan IAMI juga didorong agar tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual, melainkan pusat pemberdayaan sosial dan simpul perdamaian dunia.

Sebagai tokoh intelektual hukum dan gerakan sosial, Aziz menyoroti bahwa persoalan bangsa hari ini kerap terletak pada kesenjangan antara retorika kebijakan dan aksi nyata di lapangan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan kolektif, bukan sebagai sekat permusuhan yang memecah belah persatuan nasional.

"Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan dan lebih sedikit sekat permusuhan. Kebesaran bangsa ini diukur dari kedewasaannya mengelola perbedaan," pungkas Aziz menutup refleksinya.

Berita Terbaru

Jejak Langkah Ismail: Dari Santri Perantau Kalimantan hingga Pucuk Pimpinan Legislatif Pamekasan

Jejak Langkah Ismail: Dari Santri Perantau Kalimantan hingga Pucuk Pimpinan Legislatif Pamekasan

Jumat, 30 Okt 2026 15:26 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:26 WIB

Ismail, yang kini memangku jabatan sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pamekasan sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan…

Partisipasi Pemilih Pilkada Jatim Naik 70 Persen, Ning Lia Dorong Gen Z Tak Sekadar Jadi Pemilih Pasif

Partisipasi Pemilih Pilkada Jatim Naik 70 Persen, Ning Lia Dorong Gen Z Tak Sekadar Jadi Pemilih Pasif

Jumat, 30 Okt 2026 09:03 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 09:03 WIB

Senator asal Jawa Timur itu menekankan pentingnya penguatan koordinasi, transparansi, serta perbaikan tata kelola penyelenggaraan demi meningkatkan kepercayaan…

Cegah Kader Jadi Penonton Teknologi, Ansor Jatim Siapkan SDM Robotik Lewat Tianjin University

Cegah Kader Jadi Penonton Teknologi, Ansor Jatim Siapkan SDM Robotik Lewat Tianjin University

Jumat, 30 Okt 2026 08:28 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 08:28 WIB

Kegiatan internasional tersebut berlangsung di tengah kesibukan Shenzhen yang tengah bersiap menjadi tuan rumah KTT APEC 2026.…

Terinspirasi Nahdlatut Tujjar Mbah Wahab, Gus Heri Bangun Ekosistem Ekonomi Warga NU

Terinspirasi Nahdlatut Tujjar Mbah Wahab, Gus Heri Bangun Ekosistem Ekonomi Warga NU

Jumat, 30 Okt 2026 08:21 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 08:21 WIB

Pembina gerakan ekonomi kerakyatan sekaligus akademisi muda, Heri Cahyo Bagus Setiawan, menerima penganugerahan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif…

Partisipasi Pemilih Jatim Naik Jadi 70 Persen, Pantun Ning Lia Bikin Komisioner KPU Meleleh

Partisipasi Pemilih Jatim Naik Jadi 70 Persen, Pantun Ning Lia Bikin Komisioner KPU Meleleh

Jumat, 30 Okt 2026 08:07 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 08:07 WIB

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum…

Dugaan Premanisme di PIER, PMII Jatim Desak Polda Usut Tuntas dan Minta Kawasan Disterilkan

Dugaan Premanisme di PIER, PMII Jatim Desak Polda Usut Tuntas dan Minta Kawasan Disterilkan

Kamis, 29 Okt 2026 22:30 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 22:30 WIB

Insiden tersebut terjadi di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER)…