Ziarah ke Makam Pendiri NU di Jombang, Kiai Ma'ruf Amin Titip Pesan Bebas Politik Uang di Muktamar ke-35
Tambakberas, KLIKJOMBANG – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin, menyampaikan pesan mendalam menjelang pergelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Ia berharap forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut berjalan damai, jujur, serta melahirkan figur pemimpin yang dikehendaki warga Nahdliyin.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Gelaran akbar pengurus dan warga NU ini dipusatkan di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Pesan dan harapan tersebut ditegaskan Kiai Ma'ruf usai melaksanakan ziarah ke makam pendiri NU.
Mantan Ketua Umum PBNU itu berziarah ke maqbarah KH Abdul Wahab Chasbullah di Jalan Tambakrejo, Tambakberas, Jombang.
Ziarah spiritual tersebut dilangsungkan pada Rabu (26/8/2026) malam WIB.
Kiai Ma'ruf menggarisbawahi pentingnya menjaga kesucian Muktamar dari tindakan-tindakan tak terpuji.
"Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan," ujar Kiai Ma'ruf, kepada Klikjombang.com.
Ia menegaskan agar seluruh proses persidangan dan pemilihan terbebas dari cara-cara yang mencederai norma organisasi.
"Dan juga tidak ada (proses yang) berjalan dengan tidak terpuji, tidak baik. Semuanya berjalan dan semua memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani," tuturnya.
Kiai Ma'ruf meminta seluruh muktamirin berpegang teguh pada tuntunan dan etika mulia para ulama pendiri.
"Sesuai dengan tuntunan para ulama, akhlak ulama itu," lanjut Kiai Ma'ruf.
Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia tersebut secara khusus menyoroti potensi praktik politik uang (money politics).
Ia mengingatkan agar ajang pemilihan pucuk pimpinan NU bersih dari praktik politik uang atau transaksi transaksional.
Menurut Kiai Ma'ruf, cara-cara culas seperti politik uang sangat tidak pantas menghiasi organisasi keagamaan sekelas NU.
"Ya kita harapkan itu tidak ada, jangan ada, karena tidak layak kalau NU seperti itu," terangnya tegas.
Sebelum melakukan ziarah, Kiai Ma'ruf sempat menggelar pertemuan tertutup bersama jajaran kiai sepuh NU.
Pertemuan penting tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026) siang.
Deretan ulama kharismatik hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus.
Turut hadir KH 'Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu'adz Thohir, KH Abdullah Ubab Maimoen, hingga KH Muhibbul Aman Aly.
Dalam konsolidasi tersebut, Kiai Ma'ruf dan para kiai sepuh melontarkan imbauan serius kepada pihak pemerintah.
Pemerintah diminta memberikan keleluasaan penuh kepada peserta Muktamar NU untuk menentukan pilihannya secara berdaulat.
Penekanan senada dialamatkan kepada segenap panitia pelaksana agar mengawal Muktamar tetap kondusif dan demokratis.
"Kepada para pelaksana, para panitia supaya menjaga supaya Muktamar ini berjalan dengan kondusif," imbaunya.
Ia menitipkan pesan agar panitia menggaransi Muktamar ke-35 berjalan tanpa intimidasi serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.
"Jangan terjadi apa-apa dan supaya berjalan secara demokratis dan jujur sesuai dengan akhlak NU," pungkasnya.
Editor : Redaksi