Menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Menjaga Marwah PBNU: Mengapa Rois Aam Bukan Subordinat Istana

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Logo dan gambar NU, Ilustrasi (net)
Logo dan gambar NU, Ilustrasi (net)

Menjaga Marwah PBNU: Mengapa Rois Aam Bukan Subordinat Istana


Oleh : HM. Zahrul Azhar As'ad
*Sekjen Gernas Ayo Mondok
Wakil Rektor UNIPDU Jombang

Struktur kepemimpinan tertinggi dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dipegang oleh Rois Aam. Jabatan ini bukan sekadar posisi administratif, melainkan simbol otoritas keagamaan, moral, dan spiritual tertinggi bagi jutaan warga Nahdliyin. Oleh karena itu, menyematkan narasi politik seperti "paket yang didukung Istana" dalam kontestasi pemilihan Rois Aam adalah sebuah kekeliruan cara pandang yang merendahkan martabat ulama. Narasi ini secara tidak langsung menempatkan PBNU sebagai subordinat atau bawahan dari kekuasaan eksekutif.

Secara historis dan khittah, Nahdlatul Ulama berdiri sebagai pilar independen bangsa. Hubungan antara PBNU dan pemerintah idealnya bersifat kemitraan yang sejajar (civil society dan negara), bukan hierarkis. Rois Aam memegang mandat spiritual yang jauh melampaui siklus politik lima tahunan lembaga kepresidenan. Ketika posisi sakral ini direduksi menjadi sekadar komoditas politik atau dipersepsikan disetir oleh kekuatan Istana, hal tersebut mencederai independensi organisasi dan merusak legitimasi moral para ulama di mata umat.

Fenomena ini kian diperparah oleh manuver para tim sukses kandidat yang kerap kehilangan akal sehat politik demi memenangkan kontestasi. Para tim sukses jangan merendahkan marwah Rois Aam dan PBNU dengan mengklaim calonnya sebagai figur yang paling didukung Istana. Menjadikan "restu penguasa" sebagai jualan utama kampanye adalah bentuk pengerdilan terhadap marwah ulama. Klaim semacam ini seolah menegaskan bahwa legitimasi seorang kiai terhormat ditentukan oleh restu birokrasi, bukan karena kedalaman ilmu, karamah, dan integritas moralnya. Tim sukses seharusnya mengedepankan gagasan khidmat bagi umat, bukan malah menyeret lembaga suci ini ke dalam politik klaim yang merendahkan martabat kepemimpinan tertinggi NU. 

Di sisi lain, penting untuk bersikap objektif dan menempatkan posisi lembaga kepresidenan secara proporsional. Saya yakin Istana tidak akan terlibat dalam hal Muktamar. Sebagai lembaga negara, Istana tentu menghormati kedaulatan PBNU sebagai organisasi keagamaan terbesar yang otonom. Oleh sebab itu, klaim-klaim sepihak mengenai "dukungan Istana" dari oknum tertentu sebenarnya hanyalah spekulasi politik dari luar yang sengaja ditiupkan untuk mencari keuntungan elektoral, bukan mencerminkan sikap resmi dari pemerintah itu sendiri. 

PBNU memiliki mekanisme internal yang matang dan berasaskan musyawarah mufakat (khususnya melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA) untuk memilih pemimpinnya. Intervensi opini dan klaim sepihak dari tim sukses yang mengait-ngaitkan dukungan penguasa hanya akan mengerdilkan institusi ulama menjadi sekadar alat kekuasaan. Otoritas langit dan moral yang melekat pada Rois Aam tidak boleh diukur dari seberapa dekat atau didukungnya beliau oleh otoritas bumi (pemerintah).

Menjaga jarak aman yang kritis dan bermartabat dari pusaran kekuasaan adalah kunci menjaga kesucian PBNU. Menolak narasi "paket dukungan Istana" bukan berarti memusuhi pemerintah, melainkan sebuah ikhtiar bersama—terutama bagi para tim sukses—untuk mendudukkan kembali posisi ulama pada tempat terhormat yang semestinya. Rois Aam adalah pemandu umat, dan posisinya harus tetap berdiri tegak di atas semua golongan, tanpa pernah berada di bawah bayang-bayang kekuasaan politik mana pun.

Berita Terbaru

Indosat IM3 dan Google Gemini Dorong Mahasiswa Unitomo Melek AI

Indosat IM3 dan Google Gemini Dorong Mahasiswa Unitomo Melek AI

Jumat, 14 Agu 2026 22:19 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 22:19 WIB

Indosat IM3 dan Google Gemini menggelar Airena Belajar di Unitomo untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan AI dan kesiapan menghadapi dunia kerja.…

Gratis dan Berhadiah, Turnamen Domino Jurnalis Digelar di Surabaya, Catat Tanggalnya!

Gratis dan Berhadiah, Turnamen Domino Jurnalis Digelar di Surabaya, Catat Tanggalnya!

Jumat, 14 Agu 2026 18:43 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:43 WIB

Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 digelar di Surabaya pada 22 Agustus, memperebutkan Piala ORADO Jatim dan hadiah jutaan rupiah.…

Kasus Hipertensi Tembus 248 Ribu, Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Ketat Konsumsi GGL

Kasus Hipertensi Tembus 248 Ribu, Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Ketat Konsumsi GGL

Sabtu, 07 Mar 2026 11:45 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 11:45 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.10/ 5702/ 436.7.2/2026 tentang Pemberitahuan Pembatasan Gula, Garam, dan…

Pastikan Keselamatan Berkendara, JPT Laksanakan Uji Kekesatan dan Ketidakrataan Jalan Tol Gempol–Pandaan

Pastikan Keselamatan Berkendara, JPT Laksanakan Uji Kekesatan dan Ketidakrataan Jalan Tol Gempol–Pandaan

Sabtu, 07 Mar 2026 05:00 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 05:00 WIB

NUSABARU - PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT) terus upayakan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di ruas jalan tol Gempol-Pandaan, dengan melakukan pengujian…

Sarasehan IKA UINSA Malah Munculkan Calon Rektor dari Kalangan Guru Besar Perempuan

Sarasehan IKA UINSA Malah Munculkan Calon Rektor dari Kalangan Guru Besar Perempuan

Jumat, 06 Mar 2026 13:50 WIB

Jumat, 06 Mar 2026 13:50 WIB

NUSABARU – Acara sarasehan yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Sunan Ampel (IKA UINSA) Kamis (5/3/2026) malam menjadi ajang kampanye bakal c…

Konflik Global Memanas, Pemkot Surabaya Kunci Inflasi Lewat Intervensi Pasar

Konflik Global Memanas, Pemkot Surabaya Kunci Inflasi Lewat Intervensi Pasar

Jumat, 06 Mar 2026 13:10 WIB

Jumat, 06 Mar 2026 13:10 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah. Langkah ini…