Isu Money Politics Mencuat Jelang Muktamar ke-35 NU, KMNJ Desak Pengawasan dan Jaga Marwah Organisasi
KLIKJOMBANG.COM — Menjelang perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, eskalasi politik internal organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut mulai menghangat.
Dua pekan jelang forum tertinggi Nahdliyin tersebut, publik dihebohkan dengan beredarnya unggahan pesan berantai di pelbagai grup WhatsApp yang mencantumkan nama ulama karismatik KH Kafabihi Mahrus Lirboyo.
Pesan viral yang disinyalir bersumber dari status WhatsApp pribadi sang kiai itu menyinggung dugaan munculnya praktik pembagian uang dalam bursa perebutan kursi kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Isu sensitif mengenai dugaan money politics ini lantas memantik sorotan tajam dari sejumlah elemen warga Nahdliyin, termasuk Koalisi Muda Nahdliyin Jombang (KMNJ).
Presidium KMNJ, A. Hamdah, meminta seluruh warga Nahdliyin untuk bersikap bijak dan tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan sebelum adanya konfirmasi resmi serta klarifikasi terbuka (tabayun) dari pihak-pihak terkait.
Kendati demikian, Hamdah menegaskan bahwa apabila substansi tuduhan tersebut terbukti benar, pihaknya sangat prihatin dan mengecam keras masuknya praktik transaksional dalam dinamika pemeliharaan kepemimpinan NU.
"Jika benar apa yang disampaikan oleh KH Kafabihi Mahrus, tentu kami dari KMNJ sangat menyayangkan. Kami sepakat, jangan sampai ada unsur pemaksaan, apalagi praktik bagi-bagi uang untuk memengaruhi pilihan," tegas A. Hamdah dalam keterangan tertulisnya kepada Klikjombang.com, Jumat (14/8/2026).
Menurut Hamdah, Muktamar NU hakikatnya merupakan panggung musyawarah spiritual dan akuntabilitas organisasi, sehingga kesucian prosesnya wajib dilindungi dari pencemaran politik uang maupun intimidasi.
Ia menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam Muktamar ke-35 NU harus senantiasa mengedepankan integritas moral, adab, kebersihan niat, serta penghormatan utuh terhadap hak suara para muktamirin.
Hamdah memperingatkan para kandidat dan tim sukses agar tidak memaksakan kehendak atau membeli kedaulatan hak pilih peserta demi meraih kekuasaan di struktur kepengurusan.
Ia mengingatkan kembali akar sejarah pendirian Nahdlatul Ulama yang dibangun oleh para ulama terdahulu atas dasar keikhlasan, kedalaman ilmu, serta spirit pengabdian murni bagi tatanan keumatan.
Maka dari itu, segenap proses pengambilan keputusan strategis dalam tubuh NU sudah sepatutnya mencerminkan marwah dan muruah warisan para pendiri (muassis).
Menyikapi riak-riak informasi yang beredar, KMNJ turut mengimbau jajaran Nahdliyin untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu liar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Setiap indikasi pelanggaran prosedur organisasi disarankan untuk diselesaikan melalui jalur peradilan internal yang sah dan disertai bukti hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Memasuki hari-hari krusial menuju pembukaan muktamar, KMNJ mengajak seluruh elemen Nahdliyin untuk meredakan ketegangan politik dan memprioritaskan ukhuwah islamiyah di atas kepentingan kelompok.
Hamdah berharap Muktamar ke-35 NU di Jombang ini mampu menjadi ajang konsolidasi kebangsaan yang bermartabat, demokratis, dan menyejukkan bagi seluruh warga Nahdliyin di seluruh pelosok negeri.
Editor : Redaksi