Gejolak politik di tubuh Nahdlatul Ulama

Bongkar Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Tak Gentar!

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gus Lilur kisaran tahun 2008, ist
Gus Lilur kisaran tahun 2008, ist

Bongkar Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Tak Gentar !

JAKARTA, KlikJOMBANG — Gejolak politik di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) kembali memanas usai munculnya tuduhan serius mengenai dugaan praktik suap dan jual beli suara dalam Muktamar ke-35 NU. Pernyataan menohok ini dilontarkan secara terbuka oleh Tokoh Nahdliyin, Haji Raden Mas Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur.

Melalui tulisan terbarunya bertajuk "NU, Gus Dur dan Bromocorah Politik", Pria Asal Situbondo yang mengklaim sebagai Cicit Sayyidina Ali dan Ken Arok tersebut menegaskan bahwa seluruh gagasan, penjelasan, serta kritiknya telah selesai disampaikan kepada publik. Baginya, tugas menyuarakan kebenaran dalam naskah tersebut kini telah tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Meski demikian, Gus Lilur mengisyaratkan bahwa langkah hukum berupa pelaporan pidana masih ditahannya untuk sementara waktu. Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan, melainkan bentuk penghormatannya terhadap garis keturunan sosok yang kini menjadi penentangnya.

Gus Lilur mengungkapkan bahwa sosok musuh politiknya itu memiliki ikatan darah langsung dengan gurunya, yakni pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri. Rasa takzim terhadap nasab sang guru menjadi benteng utama yang menahan langkah hukumnya saat ini.

Ia lantas mengenang ajaran almarhum ayahnya, seorang petani dusun sekaligus Rois Syuriah MWC NU yang rutin mengajar kitab Ihya Ulumuddin. Sang ayah selalu menanamkan pesan bahwa menghormati guru berarti wajib pula menghormati keluarganya, layaknya membaca salawat yang turut mendoakan keluarga Rasulullah SAW.

Penghormatan terhadap darah KH Bisri Syansuri yang mengalir pada sosok lawannya—yang ia sapa sebagai "Ipul"—menjadi alasan tunggal Gus Lilur belum melayangkan gugatan pidana. Sikap ini dipegangnya sebagai bentuk takzim seorang santri terhadap muasis Nahdlatul Ulama.

Namun, Gus Lilur menegaskan ancaman balasan yang sangat keras apabila pihak lawan justru mengambil langkah hukum terlebih dahulu. Ia menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap meladeni tantangan perang pidana tersebut.

Jika skenario itu terjadi, Gus Lilur mengaku siap bersimpuh di pusara KH Bisri Syansuri untuk memohon izin sebelum membongkar serangkaian dugaan Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara bergantian hingga tuntas.

Dinamika ini juga diwarnai dengan komunikasi intensif antara Gus Lilur dan empat tokoh berpengaruh dalam tiga hari terakhir. Misi utama dari pertemuan tersebut adalah demi menjaga marwah serta keutuhan organisasi NU.

Keempat tokoh itu meminta agar Gus Lilur dapat menahan diri dan bersikap bijak. Harapannya, kebenaran yang dibongkar tidak sampai meremukkan dan merusak citra besar Nahdlatul Ulama di mata masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, para tokoh menyepakati adanya dugaan kuat praktik suap serta jual beli suara pada Muktamar ke-35 NU. Usai fakta tersebut terungkap ke publik, Gus Lilur diminta untuk bersedia menepi dari pusaran konflik.

Menanggapi permintaan itu, Gus Lilur mengajukan tiga syarat mutlak. Syarat pertama, ia mendesak mundur pihak Rais Aam yang dinilainya tidak cakap atau awam dalam memimpin organisasi keagamaan tersebut.

Syarat kedua menyasar jajaran PCNU, PWNU, hingga anggota AHWA yang diduga menerima suap. Gus Lilur menuntut seluruh pihak penerima aliran dana tersebut untuk segera mengembalikan uang suap kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara pada syarat ketiga, ia menuntut agar jajaran pengurus tidak memulainya dengan perang pidana. Jika tuntutan hukum tetap dilayangkan kepadanya, Gus Lilur siap memidanakan sejumlah nama kunci seperti Nusron, Juri Ardiantoro, Miftahul Akhyar, beserta jajarannya.

Semangat perlawanan ini dirangkumnya dalam wadah PAMANGKAR, singkatan dari Pejuang Amar Makruf Nahi Mungkar. Bagi Gus Lilur, gerakan ini merupakan bentuk ibadah dan ketaatan atas perintah Rasulullah SAW, di mana ia lebih memilih dicintai Allah ketimbang dipuji kalangan yang ia tuduh menerima suap.

Pernyataan tersebut ditutup dengan tantangan terbuka kepada pihak lawan untuk segera memprosesnya secara hukum. Gus Lilur menegaskan kembali bahwa tidak semua santri maupun kiai NU dapat diintimidasi, menandai sikap tegasnya atas polemik muktamar NU saat ini.

Tag :

Berita Terbaru

Mengaku Ditekan Usai Demo KPK, Sholihin: Ini Risiko Perjuangan Kader NU

Mengaku Ditekan Usai Demo KPK, Sholihin: Ini Risiko Perjuangan Kader NU

Selasa, 29 Sep 2026 10:26 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 10:26 WIB

Eskalasi dinamika internal warga Nahdliyin pasca-penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kian memanas.…

Skandal Lapas Cibinong: Analis Hukum Soroti Praktik Oligarki dan Komersialisasi Pelayanan Publik di Balik Jeruji

Skandal Lapas Cibinong: Analis Hukum Soroti Praktik Oligarki dan Komersialisasi Pelayanan Publik di Balik Jeruji

Selasa, 29 Sep 2026 10:06 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 10:06 WIB

Indikasi pemberian fasilitas mewah kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menuai sorotan tajam.…

Lapas Cibinong: Oligarki di Balik Relasi Kuasa Negara 

Lapas Cibinong: Oligarki di Balik Relasi Kuasa Negara 

Selasa, 29 Sep 2026 09:59 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 09:59 WIB

Kasus pemberian fasilitas mewah kepada warga binaan pemasyarakatan kembali terjadi…

Peringatan Hari Rumi Sedunia di THR Surabaya: Merajut Cinta, Damai, dan Kemanusiaan Lewat Tari Sufi

Peringatan Hari Rumi Sedunia di THR Surabaya: Merajut Cinta, Damai, dan Kemanusiaan Lewat Tari Sufi

Selasa, 29 Sep 2026 08:17 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:17 WIB

Pesan-pesan moral tersebut dinilai semakin krusial dan relevan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern saat ini.…

Buka Jalan Sektor Formal, Disnakertrans Jatim Pacu Keterampilan Tenaga Kerja Disabilitas

Buka Jalan Sektor Formal, Disnakertrans Jatim Pacu Keterampilan Tenaga Kerja Disabilitas

Senin, 28 Sep 2026 21:31 WIB

Senin, 28 Sep 2026 21:31 WIB

Pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur kini bertransformasi menjadi program berbasis penyerapan tenaga kerja secara langsung di sektor formal…

Delegasi Palestina Terima Qanun Asasi di Tebuireng, Merajut Kembali Jejak Persaudaraan KH M Hasyim Asy'ari

Delegasi Palestina Terima Qanun Asasi di Tebuireng, Merajut Kembali Jejak Persaudaraan KH M Hasyim Asy'ari

Senin, 28 Sep 2026 18:00 WIB

Senin, 28 Sep 2026 18:00 WIB

Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, menjadi saksi momen bersejarah saat menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi dari Palestina…