Buka Jalan Sektor Formal, Disnakertrans Jatim Pacu Keterampilan Tenaga Kerja Disabilitas
SURABAYA, KlikJOMBANG — Pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur kini bertransformasi menjadi program berbasis penyerapan tenaga kerja secara langsung di sektor formal.
Melalui program Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Sektor Formal, para peserta dibekali keahlian terapan yang disesuaikan dengan standar industri.
Inisiatif ini dirancang bukan sekadar memberikan sertifikasi, melainkan membuka jalur penempatan kerja yang nyata dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
Program inklusif ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dan BAZNAS RI dalam memperluas akses lapangan kerja.
Di Jawa Timur, sebanyak 32 peserta disabilitas terpilih dari dua daerah difasilitasi untuk meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.
Sebanyak 16 peserta mengkuti pelatihan intensif melalui kolaborasi Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT (GADISKU) yang berpusat di Surabaya.
Sementara 16 peserta lainnya mendapatkan pembinaan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang di bawah koordinasi Disnaker setempat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menekankan pentingnya orientasi penempatan dalam setiap penyelenggaraan pelatihan.
Ia menyebut keberhasilan inkubasi tenaga kerja disabilitas tidak boleh berhenti pada laporan jumlah alumni pelatihan semata.
“Konsepnya tidak sekadar pelatihan. Pelatihan untuk disabilitas sudah banyak, tetapi setelah itu mereka mau dikemanakan?” ujar Sigit dalam keterangannya kepada wartawan dikutip KlikJOMBANG Senin (28/9/2026).
Guna menjawab persoalan tersebut, penyusunan materi pelatihan diawali dengan memetakan kebutuhan posisi kerja yang sedang dibuka oleh perusahaan partner.
Pendekatan ini memastikan setiap peserta memiliki kualifikasi yang relevan, sehingga lebih siap bersaing dan mampu bertahan di lingkungan kerja formal.
Untuk peserta di Surabaya, fokus pelatihan diarahkan pada penguasaan materi digital marketing, keterampilan barista profesional, serta seni pembuatan batik.
Direktur GADISKU, Edy Cahyono, menyampaikan bahwa keahlian tersebut dipilih guna memperkuat daya mandiri ekonomi dan kapasitas sosial para peserta.
Di Kabupaten Lumajang, peran ULD Ketenagakerjaan diperkuat sebagai penghubung utama antara pencari kerja disabilitas dan pihak manajemen perusahaan.
Sinergi lintas lembaga ini menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan hak atas pekerjaan yang layak, setara, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Editor : Redaksi