AI

AI Visibility, Cara Baru Brand Hadir dalam Pencarian Berbasis AI

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

AI Visibility, Cara Baru Brand Hadir dalam Pencarian Berbasis AI

SURABAYA, KlikJOMBANG — Lanskap pencarian informasi digital di Indonesia tengah mengalami pergeseran masif seiring pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Masyarakat kini tidak lagi hanya mengandalkan mesin pencari konvensional seperti Google, tetapi juga mulai aktif memanfaatkan platform berbasis AI.

Penggunaan platform AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, hingga Perplexity kian menjamur di kalangan masyarakat. Fitur AI Search tersebut kini rutin dimanfaatkan untuk mencari berbagai kebutuhan, mulai dari informasi umum, rekomendasi produk, layanan jasa, hingga keputusan bisnis.

Perubahan pola perilaku konsumsi informasi ini melahirkan konsep baru di dunia pemasaran digital yang dikenal sebagai AI Visibility. Istilah ini merujuk pada sejauh mana sebuah merek atau konten mampu hadir dan dikenali dalam ekosistem pencarian berbasis AI.

AI Visibility mengukur seberapa sering, seberapa relevan, dan seberapa akurat sebuah brand atau konten muncul, disebut, maupun dijadikan referensi utama dalam jawaban yang dihasilkan oleh sistem AI.

Praktisi digital branding sekaligus konsultan visibilitas digital, Mas ZAR, menjelaskan bahwa hadirnya AI Visibility bukan berarti mematikan peran Search Engine Optimization (SEO) yang selama ini menjadi standar industri.

Menurut Mas ZAR, AI Visibility justru hadir sebagai bentuk perluasan strategi digital marketing. Langkah ini penting agar sebuah brand tidak hanya sekadar ditemukan di mesin pencari, tetapi juga mampu dipahami dengan tepat oleh algoritma sistem AI.

“SEO tetap penting. Namun, brand juga perlu memiliki informasi yang jelas, konsisten, dan kredibel agar dapat dipahami ketika masyarakat mencari rekomendasi melalui AI,” ujar Mas ZAR dalam keterangannya di Surabaya.

Ia menekankan bahwa mesin AI bekerja dengan cara merangkum dan mengolah berbagai sumber data tepercaya di internet. Karena itu, keakuratan dan konsistensi data sebuah merek menjadi kunci utama agar tidak terjadi salah interpretasi oleh sistem.

Penerapan strategi ini sudah mulai terlihat pada sejumlah merek lokal di Indonesia, salah satunya adalah brand makanan instan kuliner pedas, CIOMY.

Melalui pendekatan terstruktur—mulai dari aktivitas nyata, dokumentasi yang rapi, publikasi media online, rilis pers, hingga penguatan konten media sosial via jaringan Media BAIK—narasi positif merek ini berhasil terbangun dengan kuat.

Hasilnya, reputasi CIOMY sebagai brand yang konsisten mendukung kegiatan dakwah dan aksi sosial dapat terekam dengan baik oleh sistem pencarian AI.

Hal ini terbukti saat melakukan pencarian di Google menggunakan kata kunci “ciomy support dakwah”. Tangkapan layar yang dibagikan oleh Mas ZAR memperlihatkan fitur Google AI Overview mampu merangkum narasi tersebut secara komprehensif.

Fitur AI milik Google tersebut secara otomatis merangkum informasi mengenai kontribusi dan dukungan CIOMY terhadap kegiatan dakwah serta syiar Islam, dengan merujuk pada berbagai sumber media online dan akun media sosial resmi.

Fenomena ini, menurut Mas ZAR, menjadi bukti konkret betapa krusialnya membangun jejak informasi digital (digital footprint) yang kuat dan tersebar di berbagai kanal tepercaya.

AI tidak membuat informasi dari ruang hampa, melainkan menyerap data yang paling berotoritas dan sering dibicarakan di ruang publik digital.

“Brand tidak cukup hanya terlihat. Brand juga harus dipahami dengan benar. Karena itu, SEO, Digital PR, publikasi media, dan penguatan otoritas digital perlu berjalan bersama,” pungkas Mas ZAR.

Berita Terbaru

BACA AYAT SEMBARANGAN, GUS LILUR MINTA KH MIFTACHUL AKHYAR MUNDUR DARI JABATAN RAIS AAM PBNU

BACA AYAT SEMBARANGAN, GUS LILUR MINTA KH MIFTACHUL AKHYAR MUNDUR DARI JABATAN RAIS AAM PBNU

Minggu, 18 Okt 2026 19:19 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:19 WIB

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, dalam acara Kick Off Hari Santri 2026…

Salah Baca Ayat Al-Qur'an di Tuban, Gus Lilur Minta Kiai Miftachul Akhyar Mundur dari Rais Aam PBNU

Salah Baca Ayat Al-Qur'an di Tuban, Gus Lilur Minta Kiai Miftachul Akhyar Mundur dari Rais Aam PBNU

Minggu, 18 Okt 2026 19:15 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:15 WIB

Namun, perhatian publik mendadak tersedot pada momen pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, saat mengutip Surah Al-Fath ayat 29…

Revolusi Digital Peradilan Jatim: Ning Lia Pantau Layanan E-Court hingga e-Berpadu di PT Surabaya

Revolusi Digital Peradilan Jatim: Ning Lia Pantau Layanan E-Court hingga e-Berpadu di PT Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 12:46 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 12:46 WIB

Kegiatan reses tersebut merupakan bagian dari inventarisasi materi pengawasan DPD RI terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009…

Perkuat Ketahanan Pangan Pedesaan, Prajurit Satgas TMMD 130 Jombang Pendampingan Peternak Sapi dan Bebek

Perkuat Ketahanan Pangan Pedesaan, Prajurit Satgas TMMD 130 Jombang Pendampingan Peternak Sapi dan Bebek

Minggu, 18 Okt 2026 06:00 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 06:00 WIB

Tidak hanya terfokus pada pengerjaan fisik sasaran infrastruktur, anggota Satgas TMMD juga terjun langsung membantu aktivitas perekonomian warga…

Laporan Hukum Gus Ipul dan Gus Lilur Memanas, KALAM NU Dorong Musyawarah dan Rekonsiliasi Bermartabat

Laporan Hukum Gus Ipul dan Gus Lilur Memanas, KALAM NU Dorong Musyawarah dan Rekonsiliasi Bermartabat

Minggu, 18 Okt 2026 05:36 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 05:36 WIB

Polemik hukum yang melibatkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawy (Gus Lilur) kini menyita perhatian publik…

Hari Pangan Sedunia 2026: DPC HKTI Lumajang Lantik PAC dan Gelar Expo Ketahanan Pangan

Hari Pangan Sedunia 2026: DPC HKTI Lumajang Lantik PAC dan Gelar Expo Ketahanan Pangan

Sabtu, 17 Okt 2026 20:32 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 20:32 WIB

Kegiatan yang terpusat di Pendopo Arya Wiraraja dan Alun-Alun Kabupaten Lumajang tersebut mengusung tiga agenda strategis…