Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Ucapkan Terima Kasih dan Minta Maaf

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peserta muktamar usai sidang LPJ diterima
Peserta muktamar usai sidang LPJ diterima

LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Ucapkan Terima Kasih dan Minta Maaf

Tambakberas, KlikJOMBANG — Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2021–2026 yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, resmi diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta Muktamar ke-35 NU.

Penyampaian dokumen pertanggungjawaban kepengurusan tersebut berlangsung penuh khidmat di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat pagi.

Forum tertinggi organisasi tersebut dihadiri oleh jajaran syuriyah, tanfidziyah, serta utusan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia hingga perwakilan luar negeri.

Dalam pidatonya, sosok yang akrab disapa Gus Yahya tersebut mengawali laporan dengan mengingat kembali amanah besar yang dimandatkan kepadanya pada Muktamar lima tahun silam.

Ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran PBNU telah berikhtiar maksimal dalam menjalankan roda organisasi di tengah berbagai tantangan dan perubahan zaman yang dinamis.

"Para masyayikh, para kiai, para muktamirin yang kami hormati, lima tahun yang lalu kami menerima amanah ini. Sekarang, kami izin untuk menyampaikan penjelasan atas segala ikhtiar yang telah kami kerjakan," ucap Gus Yahya di hadapan peserta muktamar dikutip KlikJOMBANG.com, Jumat (28/8/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini secara terbuka mengakui bahwa perjalanan kepengurusan PBNU masa khidmah 2021–2026 tidak lepas dari berbagai keterbatasan.

Menurutnya, PBNU terus berupaya merespons perkembangan global dengan mengambil berbagai kebijakan strategis demi kemajuan jamiyyah dan kemaslahatan umat.

Ia memaparkan bahwa sejumlah program kerja yang dicanangkan berhasil direalisasikan dengan baik, meski beberapa agenda lainnya masih membutuhkan waktu serta penyempurnaan di masa depan.

"Ada yang berhasil, ada yang belum sempurna, ada yang masih membutuhkan waktu, dan ada yang mungkin terdapat keputusan-keputusan kami yang sebetulnya kelak dinilai perlu diperbaiki," sambungnya.

Atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan selama lima tahun memimpin PBNU, Gus Yahya secara tulus menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga nahdliyin.

Permohonan maaf tersebut ditujukan kepada jajaran pengurus di semua tingkatan, para ulama, serta seluruh elemen masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan organisasi.

Usai LPJ diterima secara bulat tanpa catatan penolakan dari muktamirin, Gus Yahya meluapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh utusan cabang dan wilayah.

Ia menilai penerimaan LPJ secara aklamasi bukan sekadar prosedur formalitas untuk menggugurkan kewajiban konstitusional kepengurusan yang telah habis masa bakturnya.

Lebih dari itu, kesepakatan bulat para muktamirin mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan, kepercayaan, serta keikhlasan yang terus dirawat oleh jajaran pengurus di setiap tingkatan.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus PBNU, jajaran PW, PC, PCI, hingga para kader di akar rumput," ungkap Gus Yahya penuh haru.

Gus Yahya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para masyayikh dan kiai sepuh atas bimbingan serta arahan spiritual yang tak pernah putus selama periode kepemimpinannya.

Ia menutup permohonan maaf dan ucapan terima kasihnya dengan doa agar seluruh khidmah serta pengorbanan pengurus PBNU dinilai sebagai ibadah.

"Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal yang penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala," pungkasnya mendatangkan tepuk tangan riuh muktamirin.

Berita Terbaru

Liburan Anak Naik Level! Serunya Belajar Profesi Hotel di BeSS Mansion Surabaya

Liburan Anak Naik Level! Serunya Belajar Profesi Hotel di BeSS Mansion Surabaya

Senin, 12 Okt 2026 08:00 WIB

Senin, 12 Okt 2026 08:00 WIB

Cara mengisi waktu libur akhir pekan bagi anak-anak kini semakin beragam dan penuh nilai edukasi.…

Senator DPD RI Ning Lia Apresiasi Kinerja dan HUT ke-81 Jawa Timur: Komitmen Pemerataan dan Pengentasan Kemiskinan

Senator DPD RI Ning Lia Apresiasi Kinerja dan HUT ke-81 Jawa Timur: Komitmen Pemerataan dan Pengentasan Kemiskinan

Senin, 12 Okt 2026 07:35 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:35 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian strategis pembangunan di wilayah ini.…

HGI Harus Bubar, Ingat! 51 Pasien Masuk RSJ Menur Gegara Judol

HGI Harus Bubar, Ingat! 51 Pasien Masuk RSJ Menur Gegara Judol

Minggu, 11 Okt 2026 18:25 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 18:25 WIB

ADA saatnya pemerintah harus berhenti sekadar mengingatkan dan mulai memastikan aturan benar-benar bekerja.…

Gelorakan Pink Month, Sheraton Surabaya Gelar Aksi Peduli Kanker Payudara Lintas Kota

Gelorakan Pink Month, Sheraton Surabaya Gelar Aksi Peduli Kanker Payudara Lintas Kota

Minggu, 11 Okt 2026 18:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 18:18 WIB

Sheraton Surabaya Hotel & Towers menggelar serangkaian aksi sosial bertema merah muda sepanjang akhir pekan ini…

Menguji Integritas Pejabat, Aziz GMPK: Kehormatan Pemimpin Diukur dari Keberanian Bertanggung Jawab

Menguji Integritas Pejabat, Aziz GMPK: Kehormatan Pemimpin Diukur dari Keberanian Bertanggung Jawab

Minggu, 11 Okt 2026 18:04 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 18:04 WIB

"Jabatan mungkin memberikan kewenangan untuk memerintah, tetapi tidak pernah memberikan hak untuk menghindari pertanggungjawaban," ujar Aziz…

Akademisi Dorong Surabaya Perkuat Paket Wisata Olahraga, Penentuan Rute Harus Jadi Perhatian Serius

Akademisi Dorong Surabaya Perkuat Paket Wisata Olahraga, Penentuan Rute Harus Jadi Perhatian Serius

Minggu, 11 Okt 2026 17:05 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 17:05 WIB

Tren aktivitas olahraga di ruang publik terus mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir…