Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

Menuju Muktamar ke-35 NU, Gus Yusuf Usung Poros Perubahan: Janji Sudahi Konflik dan Tolak Politics of Money

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gus Yusuf
Gus Yusuf

Menuju Muktamar ke-35 NU, Gus Yusuf Usung Poros Perubahan: Janji Sudahi Konflik dan Tolak Politics of Money

Tambakberas, KlikJOMBANG — Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, menegaskan komitmennya untuk mengakhiri perselisihan di tubuh organisasi. Ia bertekad menjadikan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama sebagai momentum penting rekonsiliasi total.

Langkah tersebut diambil guna menyudahi ketegangan internal yang dinilai telah menyita energi organisasi selama lima tahun terakhir. Menurutnya, NU membutuhkan konsolidasi besar-besaran untuk memasuki abad keduanya secara solid.

Gus Yusuf mengungkapkan bahwa gelombang dukungan dari tingkat basis terus mengalir. Sedikitnya 235 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) tercatat telah berkoordinasi dan merapat ke dalam barisan poros perubahan.

Ratusan cabang tersebut diklaim memiliki visi yang sama dalam mengawal jalannya muktamar. Mereka mendorong terciptanya forum tertinggi organisasi yang bersih, demokratis, serta mampu menghadirkan solusi konkret.

Gus Yusuf menegaskan bahwa kehadiran ratusan PCNU ini menjadi bukti kuatnya aspirasi daerah. Kehadiran mereka sekaligus mempertegas arah gerakan untuk menyembuhkan luka konflik internal.

"Ini menjadi peneguhan sikap dan tekad PC-PCNU yang bersama kita. Ada 235 PC yang bersama kita untuk kembali bertekad menjadikan muktamar ini muktamar yang solutif, muktamar yang menyelesaikan konflik," ujar Gus Yusuf.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang tersebut, gagasan pembaruan di tubuh NU tidak akan berarti tanpa adanya kepemimpinan yang sah. Kemenangan dalam kontestasi menjadi syarat mutlak untuk mengeksekusi agenda pembenahan.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan meluruskan arah organisasi membutuhkan mandat penuh dari para pemegang hak suara. Oleh karena itu, konsolidasi kekuatan politik di arena muktamar menjadi hal yang wajib dimenangkan.

"Untuk mensukseskan itu semua tidak ada kata lain selain menang. Kita harus menang untuk menegakkan kebenaran. Kita harus menang untuk meluruskan jalan. Syaratnya hanya satu: menang," tegasnya yang disambut riuh pendukung dikutip KlikJOMBANG, Jumat (28/8/2026).

Selain menyuarakan kemenangan, Gus Yusuf mendesak agar seluruh mekanisme Muktamar ke-35 NU dikembalikan pada koridor aturan dasar organisasi. Regulasi internal hendaknya menjamin keadilan bagi seluruh kader yang ingin berkontribusi.

Ia menolak keras jika aturan teknis pencalonan dimanipulasi menjadi sarana untuk menjegal figur tertentu. Konstitusi tertinggi NU harus dihormati sebagai pijakan utama seluruh proses berdemokrasi.

"Maka mari kita selesaikan konflik ini secara konstitusional. Jangan lagi ada konflik. Kita memberikan ruang yang sama kepada seluruh kader-kader NU," tutur Gus Yusuf.

Lebih lanjut, ia mengkritik hadirnya Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang dinilai bermuatan kepentingan kelompok. Menurutnya, pimpinan NU cukup berpatokan pada AD/ART dan Qanun Asasi agar proses pemilihan berjalan objektif tanpa praktik saling jegal.

Di sisi lain, Gus Yusuf menaruh perhatian serius terhadap integritas para pemegang hak suara atau muktamirin. Ia mengimbau seluruh utusan cabang agar mempertahankan independensi dari berbagai bentuk tekanan maupun politik uang.

Gus Yusuf mengingatkan agar keputusan politik yang diambil di forum muktamar murni didasari pada kejernihan berpikir dan tuntunan spiritual. Nilai-nilai dasar keorganisasian tidak boleh tergadaikan oleh transaksi material jangka pendek.

"Kita berharap muktamirin memilih dengan basirah, dengan nurani hati, bukan dengan bisyarah. Bisyarah itu artinya apa? Iming-iming duit, karena hari ini sudah mulai beredar," ungkapnya blak-blakan.

"Pilihlah dengan basirah, dengan hati yang terbuka yang jernih untuk keselamatan Nahdlatul Ulama, bukan karena bisyarah," tambah Gus Yusuf menegaskan.

Gus Yusuf pun berjanji, jika dipercaya memimpin PBNU periode mendatang, langkah awalnya adalah merangkul kembali seluruh elemen yang sempat berseberangan. Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan setelah muktamar usai.

Agenda krusial lain yang diusungnya adalah merestorasi niat dasar berorganisasi. Seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari pusat hingga ranting, harus dikembalikan pada khittah awal yaitu murni berkhidmah untuk umat dan bangsa.

"Ini kan NU di abad yang kedua. Yang pertama tugas kami adalah menyolidkan kembali NU, menyelesaikan konflik, semua kita rangkul. Yang kedua adalah mengembalikan niat khidmah agar pengurus-pengurus NU di semua tingkatan itu berkhidmah," pungkasnya.

Berita Terbaru

Hari Pangan Sedunia 2026: DPC HKTI Lumajang Lantik PAC dan Gelar Expo Ketahanan Pangan

Hari Pangan Sedunia 2026: DPC HKTI Lumajang Lantik PAC dan Gelar Expo Ketahanan Pangan

Sabtu, 17 Okt 2026 20:32 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 20:32 WIB

Kegiatan yang terpusat di Pendopo Arya Wiraraja dan Alun-Alun Kabupaten Lumajang tersebut mengusung tiga agenda strategis…

Bupati Nganjuk dan Kadin Jatim Dorong Kader GMNI Kritis Hadapi Hoaks di Ruang Digital

Bupati Nganjuk dan Kadin Jatim Dorong Kader GMNI Kritis Hadapi Hoaks di Ruang Digital

Sabtu, 17 Okt 2026 20:23 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 20:23 WIB

Kegiatan berskala regional ini diikuti oleh 28 kader dan alumni GMNI yang difokuskan pada penguatan literasi digital…

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura

Sabtu, 17 Okt 2026 16:43 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:43 WIB

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan internasional di Singapura. Arus petikemas tumbuh 12,38 persen hingga Agustus 2026.…

Peringati HUT Prabowo Subianto, Gerindra Jombang Turun Bersihkan Kawasan Tirta Wisata

Peringati HUT Prabowo Subianto, Gerindra Jombang Turun Bersihkan Kawasan Tirta Wisata

Sabtu, 17 Okt 2026 16:00 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:00 WIB

Kegiatan aksi sosial tersebut dihadirkan sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung percepatan program ASRI…

Kunjungi Ponpes Tebuireng, Kapolri Tegaskan Komitmen Kolaborasi Polri dan Ulama Jaga Kamtibmas 

Kunjungi Ponpes Tebuireng, Kapolri Tegaskan Komitmen Kolaborasi Polri dan Ulama Jaga Kamtibmas 

Sabtu, 17 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 15:29 WIB

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk nyata penguatan sinergitas antara institusi Kepolisian dengan elemen ulama dan kalangan pesantren…

Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Jombang, Kapolri Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh

Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Jombang, Kapolri Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh

Sabtu, 17 Okt 2026 15:13 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 15:13 WIB

Peluncuran nasional tersebut dipusatkan di Polres Jombang, Jawa Timur, sebagai langkah konkret Polri dalam memperluas akses keadilan…