DPD RI

Hadiri Harlah Pesantren Al-Fatimah Bojonegoro, Senator Ning Lia Dikerubungi Santri

Reporter : Redaksi

Hadiri Harlah Pesantren Al-Fatimah Bojonegoro, Senator Ning Lia Dikerubungi Santri

BOJONEGORO, KlikJOMBANG – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Kehadiran senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut disambut antusias oleh ratusan santri yang langsung mengerubunginya untuk bersalaman dan berswafoto.

Baca juga: Bukan Sekadar Panggung Politik, ARCI Nilai Lia Istifhama Senator Jatim yang Konsisten Bawa Aspirasi Warga

Suasana acara yang semula berlangsung khidmat berubah menjadi riuh dan hangat. Ning Lia tampak melayani sapaan para santri satu per satu sembari melontarkan candaan ringan di tengah kerumunan.

Momen keakraban semacam ini bukan kali pertama terjadi di Pesantren Al-Fatimah. Pada beberapa agenda sebelumnya, seperti kegiatan jalan sehat, kehadiran Ning Lia juga selalu mencairkan suasana dan mendekatkan hubungan antara tokoh publik dengan santri.

Bagi Ning Lia, antusiasme para santri menjadi cerminan bahwa pesantren tidak sekadar tempat menimba ilmu agama. Lebih dari itu, lembaga ini berfungsi sebagai ruang tumbuh yang menghadirkan kebahagiaan bagi generasi muda.

“Santrinya bahagia sekali. Ini menunjukkan bahwa pesantren adalah wajah pendidikan kita. Ada proses edukasi yang bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga menyentuh hati para santri,” kata Ning Lia dikutip Klikjombang.com, Kamis (17/8/2026).

Dalam kunjungannya, ia mengapresiasi perkembangan pesat yang ditunjukkan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah dari tahun ke tahun. Pembenahan tidak hanya terlihat pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kurikulum yang adaptif terhadap zaman.

Menurutnya, pesantren saat ini dituntut untuk terus memahami kebutuhan dinamis generasi Z dan alpha. Lingkungan belajar harus dirancang nyaman agar mampu menumbuhkan cita-cita besar para santri.

“Pesantren ini memahami kebutuhan zaman. Mereka membaca apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang diperlukan agar santri terus memiliki cita-cita. Ini yang menurut saya luar biasa,” tuturnya.

Baca juga: Temui Waka Polrestabes Surabaya, Lia Istifhama Tekankan Penyelesaian Hukum Humanis dan Profesional

Memasuki usia dua dekade, Ning Lia berharap Pesantren Al-Fatimah dapat terus memperkuat tata kelola kelembagaan. Langkah ini penting agar manfaat keberadaan pesantren dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat umum.

“Kita mendoakan Pondok Pesantren Al-Fatimah senantiasa berkah, sukses, dan jaya, serta terus memberikan pengabdian yang luar biasa untuk bangsa. Semoga reputasinya terus terjaga dan menjadi salah satu pesantren percontohan di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian acara harlah tersebut juga ditandai dengan peluncuran kerja sama antara KBIHU Al-Fatimah dan PT Insan Madani Wisata (Imawa Tour & Travel). Ning Lia turut memotong balon sebagai simbol peresmian kolaborasi tersebut.

Kemitraan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, bimbingan, serta pendampingan jemaah dalam menjalankan ibadah haji dan umrah di wilayah Jawa Timur.

Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si., menegaskan bahwa usia 20 tahun menjadi tonggak sejarah penting bagi perjalanan lembaga yang dipimpinnya.

Baca juga: FKPQ Jatim Mengadu ke DPD RI Lia Istifhama, Ungkap Guru Ngaji Belum Tersentuh Bantuan Provinsi

“Alhamdulillah, lembaga pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah sudah lengkap, mulai kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP, dan SMA, hingga perguruan tinggi Institut Agama Islam Al-Fatimah,” kata KH Tamam.

KH Tamam menambahkan, ekspansi layanan ke bidang haji dan umrah merupakan bentuk komitmen pesantren dalam memperluas pengabdian masyarakat di luar jalur pendidikan formal.

“Kita akan melayani umat agar perjalanan ibadah haji dan umrahnya lancar dan barokah. Ini momentum untuk bangkit, membangun kemandirian, dan prestasi pondok pesantren,” tegas KH Tamam.

Peringatan harlah ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Anggota DPR RI Eko Wahyudi, serta tokoh masyarakat Pamekasan H. Khairul Umam (Haji Her). Perayaan ditutup dengan sesi foto bersama antara Ning Lia dan para santri yang bertahan hingga akhir acara.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru