Meneladani Mbah Wahab, Ndhalem Kasepuhan Bahrul Ulum Jadi Ruang Suci dan Nyaman Ahwa Muktamar Ke-35 NU
TAMBAKBERAS, KlikJOMBANG — Panitia Lokal Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menaruh perhatian penuh pada kesiapan lokasi sidang Ahlul Halli Wal Aqli (Ahwa).
Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, secara khusus dipilih sebagai arena utama penetapan kepemimpinan tertinggi NU tersebut.
Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq, menegaskan penunjukan lokasi ini sarat akan makna mendalam.
Pemilihan tempat tersebut membawa pesan keteladanan dari sosok pendiri sekaligus penggerak utama Nahdlatul Ulama, KH Wahab Chasbullah.
"Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab," tegas Gus Rozaq, sapaan karib Pengasuh Ribath Al Muhajirin 1 Bahrul Ulum, kepada Klikjombang.com, Minggu (23/8/2026).
Gus Rozaq menjelaskan bahwa KH Wahab Chasbullah merupakan figur historis yang patut dijadikan teladan oleh seluruh kader dan ulama NU.
"Beliau adalah sosok pahlawan nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah, tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa," lanjut Ketua MWC NU Kecamatan Jombang itu.
Menurut Kyai Abdurrozaq, rekam jejak perjuangan Mbah Wahab yang gigih dan penuh totalitas diharapkan mampu menyuntikkan spirit keteladanan bagi para muktamirin.
Langkah ini dinilai penting agar penetapan arah masa depan organisasi tetap berpegang teguh pada nilai dasar perjuangan para muasis.
"Kami harapkan dengan ditempatkannya Ahwa di Ndhalem Mbah Wahab, spirit keteladanan perjuangan beliau betul-betul meresap," jelas Gus Rozaq.
Nilai historis dan spiritual di Ndhalem Kasepuhan diyakini akan memberikan aura positif serta kesakralan tersendiri selama jalannya proses musyawarah.
"Nilai kesakralannya jauh lebih terasa, membawa aura keteladanan dari sang pahlawan penggerak NU," tambah Kyai Abdurrozaq.
Tak hanya menonjolkan nilai historis dan moral, panitia juga memastikan faktor kenyamanan maksimal bagi para kiai sepuh (kiai khos) yang akan bersidang.
"Faktor kenyamanan menjadi prioritas kami. Tempatnya sangat steril dan berada tepat di tengah-tengah, di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," ungkapnya.
Suasana Ndhalem Kasepuhan yang tenang dan sejuk dirancang khusus agar sembilan kiai khos anggota Ahwa dapat bertukar pikiran dengan khidmat dan nyaman.
"Seluruh ruangan sudah kami setting sedemikian rupa, termasuk fasilitas pendingin udara (AC) dan sarana pendukung lainnya demi menjaga kenyamanan selama persidangan berlangsung," terangnya.
Dengan perpaduan kenyamanan tempat, ketatnya pengamanan, serta teladan perjuangan KH Wahab Chasbullah, panitia optimistis forum Ahwa Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi bangsa.
Editor : Redaksi