Peringati Hari Aksara Internasional, 120 Pelajar di Surabaya Ikuti Lomba Menulis Aksara Jawa
SURABAYA, KlikJombang – Semangat melestarikan budaya Nusantara kembali digaungkan di Kota Pahlawan. Ratusan pelajar memadati Masjid Kemayoran Surabaya untuk mengikuti lomba menulis aksara Jawa pada Minggu (6/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan khusus dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan aksara daerah di tengah gempuran budaya modern.
Lomba yang diinisiasi oleh Raja Padmi dari Paguyuban Pelestari Aksara Jawa ini berhasil menyedot perhatian sekitar 120 peserta. Anak-anak hingga remaja dari jenjang SD, SMP, hingga SMA tampak antusias menggoreskan pena mereka.
Penyelenggaraan acara tersebut turut mendapat dukungan penuh dari organisasi Pasopati Cakra Nusantara. Sinergi ini bertujuan mendorong generasi muda agar tidak sekadar mengenal budaya Jawa secara simbolis, melainkan juga aktif mempraktikkannya.
KPAS Ki Bagus Mpu Batu, yang hadir memantau langsung jalannya kompetisi, mengapresiasi tingginya minat para peserta. Tingkat partisipasi yang beragam menunjukkan bahwa aksara Jawa masih memiliki tempat tersendiri di hati generasi muda.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 120 orang, dari tingkat SD, SMP sampai SMA. Ini menunjukkan bahwa masih ada generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian aksara Jawa,” ujar Ki Bagus Mpu Batu di sela-sela acara dikutip KlikJOMBANG.com, Senin (7/9/2026).
Ia menegaskan bahwa aksi nyata sangat dibutuhkan dalam menjaga warisan tradisi. Pelestarian budaya tidak akan berjalan optimal jika hanya berhenti pada tingkat wacana tanpa ada ruang interaksi langsung.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wujud menjaga dan melestarikan budaya aksara Jawa serta menciptakan generasi muda agar terus ikut berkiprah dalam kegiatan melestarikan budaya,” tuturnya menambahkan.
Menulis aksara Jawa juga dinilai efektif dalam memupuk rasa bangga terhadap identitas lokal. Di tengah derasnya arus globalisasi, anak-anak dinilai membutuhkan wadah positif untuk kembali mengenali akar budaya mereka.
Suasana perlombaan berlangsung tertib dan penuh konsentrasi. Setiap peserta berupaya menyusun susunan kalimat aksara Jawa sesuai dengan kategori kompetisi yang telah ditetapkan oleh pihak panitia.
Rangkaian acara ditutup dengan seremoni penyerahan piala kepada para pemenang. Prosesi pengumuman juara ini dipimpin langsung oleh Nanang selaku perwakilan dari Raja Padmi.
Hadir pula dalam penyerahan piala tersebut Sekretaris Takmir Masjid Kemayoran Ki Bagus Mpu Batu, Sri dari Pasopati Cakra Nusantara, serta Ali Topan dari Kotaraja bersama jajaran panitia.
Penyerahan piala bukan sekadar bentuk selebrasi kemenangan semata. Momen ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian para siswa dalam mempelajari dan melestarikan aksara leluhur.
Ke depan, Ki Bagus Mpu Batu berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia mendorong agar cakupan kompetisi dapat diperluas hingga ke tingkat regional yang lebih besar.
“Harapannya lomba menulis aksara Jawa tidak berhenti sampai di sini, namun dapat diselenggarakan kembali ke depannya bagi para penggiat budaya di seluruh Jawa Timur,” tegasnya.
Momentum Hari Aksara Internasional ini menjadi pengingat pentingnya menjaga aksara daerah sebagai identitas bangsa. Melalui wadah edukatif seperti ini, kearifan lokal diharapkan tetap hidup dan terus diwariskan ke generasi mendatang.
Editor : Redaksi