Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

Fauzi Priambodo Beberkan 2 PR Besar Gus Kikin Pasca-Muktamar ke-35 NU

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Fauzi Priambodo Beberkan 2 PR Besar Gus Kikin Pasca-Muktamar ke-35 NU

KlikJOMBANG — Hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Tambakberas, Jombang, secara resmi menetapkan KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut kini mengemban amanat besar memimpin organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia.

Kepemimpinan baru di tubuh PBNU ini tentu membawa harapan segar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Harapan dan perhatian dari berbagai pihak pun mulai berdatangan seiring berhembusnya angin perubahan di organisasi keagamaan tersebut.

Salah satu sorotan datang dari Wakil Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Fauzi Priambodo, M.Medcom. Menurutnya, terdapat dua Pekerjaan Rumah (PR) besar yang menanti di meja kerja Gus Kikin.

"Dua PR besar Gus Kikin pasca-Muktamar NU adalah pertama rekonsiliasi elit, kedua memperkuat ekonomi Nahdliyin," kata Fauzi kepada KlikJOMBANG.com, Rabu (2/9/2026).

Isu rekonsiliasi menjadi poin mendesak mengingat dinamika politik internal jamiyah yang sempat memanas. Fauzi menilai bahwa Muktamar ke-35 NU kemarin diwarnai oleh tensi kompetisi yang sangat tinggi serta rivalitas antar kandidat yang terbilang cukup ketat.

Oleh karena itu, langkah awal yang sangat krusial bagi kepengurusan baru adalah merangkul kembali seluruh elemen. Gus Kikin diharapkan dapat segera membuka ruang dialog dan merangkul para kandidat yang sempat menjadi rivalnya selama arena muktamar berlangsung.

Fauzi optimistis bahwa proses pemulihan hubungan di tingkat atas tersebut akan berjalan lancar dan cepat. Karakternya yang dikenal tenang diyakini mampu mencairkan suasana yang sempat tegang akibat persaingan ketat tersebut.

"Fauzi meyakini, sosok Gus Kikin yang teduh bisa mendinginkan suasana pasca-kompetisi di muktamar," tutur tokoh muda NU Jatim tersebut.

Keunggulan lain dari sosok pengasuh Tebuireng ini adalah posisinya yang relatif netral sebelum gelaran Muktamar. Gus Kikin diketahui tidak terlibat dalam konflik internal PBNU yang sempat mencuat ke publik beberapa waktu belakangan.

Kondisi tersebut menempatkannya pada posisi yang sangat strategis untuk berdiri di atas semua golongan. Netralitas ini dipandang menjadi modal sosial yang kuat untuk merangkul semua pihak tanpa beban politik masa lalu.

Fauzi menegaskan bahwa dinamika sengit dalam arena muktamar sebenarnya merupakan hal biasa di tubuh organisasi NU. Budaya organisasi ini selalu memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan setiap perselisihan internal dengan cepat dan damai.

"Di NU itu sudah biasa dari gegeran menjadi ger-geran. Karena itu saya yakin Gus Kikin bisa segera melakukan rekonsiliasi di tataran elit," ujar Fauzi.

Setelah tensi politik mereda, tantangan selanjutnya bergeser pada sektor pergerakan riil masyarakat. PR besar kedua yang disorot oleh Fauzi adalah mengenai percepatan pertumbuhan dan penguatan perekonomian warga Nahdliyin.

Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jatim periode Kiai Marzuki Mustamar ini menyebut kesejahteraan warga harus menjadi fokus perhatian PBNU ke depan. Kebangkitan ekonomi umat dinilai sebagai fondasi utama kemandirian jamiyah.

Ia mengingatkan kembali akar sejarah perjuangan pendiri NU yang berawal dari pergerakan para pedagang. Spirit Nahdlatul Tujjar yang dicetuskan oleh Hadratussyekh Hasyim Asy'ari bersama KH. Wahab Hasbullah harus dihidupkan kembali secara nyata.

Fauzi meyakini spirit kebangkitan ekonomi saudagar tersebut dapat menjadi bahan bakar utama bagi NU dalam memasuki era baru. Potensi ekonomi warga yang melimpah perlu dikonsolidasikan secara profesional dan modern.

"Apalagi Gus Kikin adalah kiai yang berlatar pengusaha. Beliau pasti paham bagaimana menggerakkan potensi ekonomi Nahdliyin," ungkap alumnus Universitas Airlangga (Unair) tersebut.

Sentuhan kepemimpinan yang berlatar belakang dunia usaha diharapkan mampu memaksimalkan seluruh instrumen ekonomi yang telah dimiliki NU saat ini. Berbagai lembaga strategis seperti BUMNU, LPNU, hingga jaringan koperasi warga perlu dioptimalkan agar berdampak langsung pada kesejahteraan umat.

Berita Terbaru

Sambut Kunjungan Kapolri, Kapolres Jombang Minta Anggota Tertib Administrasi dan Jaga Kebersihan

Sambut Kunjungan Kapolri, Kapolres Jombang Minta Anggota Tertib Administrasi dan Jaga Kebersihan

Senin, 12 Okt 2026 15:16 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:16 WIB

Momen tersebut menjadi ajang konsolidasi internal perdana bagi Yanto untuk menyampaikan arah kebijakan serta arahan strategis pimpinan Polri.…

Liburan Anak Naik Level! Serunya Belajar Profesi Hotel di BeSS Mansion Surabaya

Liburan Anak Naik Level! Serunya Belajar Profesi Hotel di BeSS Mansion Surabaya

Senin, 12 Okt 2026 08:00 WIB

Senin, 12 Okt 2026 08:00 WIB

Cara mengisi waktu libur akhir pekan bagi anak-anak kini semakin beragam dan penuh nilai edukasi.…

Senator DPD RI Ning Lia Apresiasi Kinerja dan HUT ke-81 Jawa Timur: Komitmen Pemerataan dan Pengentasan Kemiskinan

Senator DPD RI Ning Lia Apresiasi Kinerja dan HUT ke-81 Jawa Timur: Komitmen Pemerataan dan Pengentasan Kemiskinan

Senin, 12 Okt 2026 07:35 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:35 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian strategis pembangunan di wilayah ini.…

HGI Harus Bubar, Ingat! 51 Pasien Masuk RSJ Menur Gegara Judol

HGI Harus Bubar, Ingat! 51 Pasien Masuk RSJ Menur Gegara Judol

Minggu, 11 Okt 2026 18:25 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 18:25 WIB

ADA saatnya pemerintah harus berhenti sekadar mengingatkan dan mulai memastikan aturan benar-benar bekerja.…

Gelorakan Pink Month, Sheraton Surabaya Gelar Aksi Peduli Kanker Payudara Lintas Kota

Gelorakan Pink Month, Sheraton Surabaya Gelar Aksi Peduli Kanker Payudara Lintas Kota

Minggu, 11 Okt 2026 18:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 18:18 WIB

Sheraton Surabaya Hotel & Towers menggelar serangkaian aksi sosial bertema merah muda sepanjang akhir pekan ini…

Menguji Integritas Pejabat, Aziz GMPK: Kehormatan Pemimpin Diukur dari Keberanian Bertanggung Jawab

Menguji Integritas Pejabat, Aziz GMPK: Kehormatan Pemimpin Diukur dari Keberanian Bertanggung Jawab

Minggu, 11 Okt 2026 18:04 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 18:04 WIB

"Jabatan mungkin memberikan kewenangan untuk memerintah, tetapi tidak pernah memberikan hak untuk menghindari pertanggungjawaban," ujar Aziz…