GP Ansor

Peringati HUT ke-81 RI, PW GP Ansor Jatim Gelar Penilaian Field Agro Innovation Award 2026 di Ponorogo

Reporter : Redaksi
Tim PW GP Ansor Jatim, dok.ansorjatim

Peringati HUT ke-81 RI, PW GP Ansor Jatim Gelar Penilaian Field Agro Innovation Award 2026 di Ponorogo

PONOROGO, KlikJombang — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur secara resmi memulai proses penilaian lapangan (field evaluation) terhadap desa-desa inovatif kandidat Agro Innovation Award 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program bergengsi ini dirancang khusus sebagai ikhtiar taktis PW GP Ansor Jatim dalam mendorong para kader yang menjabat kepala desa agar mampu melahirkan inovasi konkret di bidang pertanian, ketahanan pangan, tata kelola lingkungan, serta penguatan struktur ekonomi perdesaan.

Mengawali agenda penilaian pada hari pertama, tim juri penilai PW GP Ansor Jawa Timur langsung menerjunkan tim ke Kabupaten Ponorogo untuk membedah potensi dua desa unggulan, yakni Desa Krisik di Kecamatan Pudak serta Desa Mrican di Kecamatan Jenangan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menegaskan bahwa perhelatan Agro Innovation Award 2026 tidak sekadar ajang seremonial penghormatan, melainkan instrumen strategis untuk menjaring, mendokumentasikan, sekaligus mereplikasi praktik-praktik terbaik inovasi desa karya kader Ansor.

“Kemerdekaan harus kita maknai dengan menghadirkan kemandirian. Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi pusat lahirnya inovasi, ketahanan pangan, dan kekuatan ekonomi masyarakat,” tegas Musaffa Safril saat mengarahkan jalannya penilaian dikutip Klikjombang.com, Kamis (20/8/2026).

Musaffa menambahkan, kader Ansor yang mengemban amanah sebagai kepala desa memegang posisi vital untuk menerjemahkan nilai pengabdian organisasi ke dalam formulasi kebijakan publik dan karya nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga desa.

Destinasi penilaian pertama menyasar Desa Krisik, Kecamatan Pudak, yang dipimpin oleh Erwan Santoso, seorang kader Ansor yang juga aktif mengabdi sebagai Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kecamatan Pudak.

Erwan Santoso berhasil menembus jajaran nominasi Kategori Inovasi Pertanian Terintegrasi dan Ekonomi Sirkular berkat terobosan bertajuk “Budidaya Cacing untuk Pengelolaan Limbah Peternakan dan Penguatan Pertanian Organik”.

Inovasi tersebut secara cerdas mengurai ancaman pencemaran lingkungan akibat tumpukan limbah kotoran ternak di wilayah pedesaan dengan menyulapnya menjadi media budidaya cacing yang bernilai ekonomi tinggi serta mendukung sistem pertanian organik terpadu.

Tim juri menilai, formulasi ekonomi sirkular yang diterapkan di Desa Krisik menjadi cermin keberhasilan ekosistem pertanian modern yang saling menopang antara sektor peternakan, pengolahan limbah, hingga peningkatan produktivitas lahan secara alami.

Penilaian berlanjut ke lokasi kedua, yaitu Desa Mrican di Kecamatan Jenangan, yang berada di bawah kepemimpinan Adi Purnomo Sidik, seorang anggota Banser setempat yang berdedikasi tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui gagasan “Pemanfaatan Lindi Sampah dan Limbah Organik menjadi Pupuk Organik Cair”, Adi Purnomo Sidik sukses mengubah persoalan krusial pencemaran air lindi dan sampah rumah tangga menjadi produk pupuk pertanian berkategori ramah lingkungan.

Produk pupuk organik cair buatan Desa Mrican ini tidak hanya membantu para petani lokal menekan biaya operasional pembelian pupuk kimia, tetapi juga membuktikan efektivitas pendekatan ekonomi sirkular dalam mengolah barang buangan menjadi aset berdaya guna.

Ketua Bidang Pertanian dan Perkebunan PW GP Ansor Jatim sekaligus Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan Ansor Jatim, H. Deni Prasetya, bersama H. Nur Junaidi Amin mengonfirmasi bahwa peninjauan lapangan akan terus digencarkan secara komprehensif ke pelbagai kabupaten/kota penerima nominasi lainnya.

“Penilaian lapangan ini penting karena kami tidak hanya melihat proposal di atas kertas. Kami ingin memverifikasi langsung eksekusi inovasi, dampak ekonomi bagi masyarakat, keberlanjutan program, hingga potensi replikasinya di desa-desa lain,” ujar Deni Prasetya.

Sebagai apresiasi tertinggi, PW GP Ansor Jatim akan memberangkatkan para kepala desa pemenang Agro Innovation Award 2026 untuk mengikuti program studi banding dan transfer teknologi pertanian secara gratis ke China pada September 2026 mendatang.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru