Cerita Senator Ning Lia Dengarkan Keluh Kesah Mahasiswa Baru di Surabaya
SURABAYA, KlikJOMBANG - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, memilih hadir layaknya seorang kakak saat menemui mahasiswa baru di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU Usai, Posko EMILIA Inisiasi Senator Lia Istifhama Jadi Rumah Kreatif Jurnalis
Kehadiran senator asal Jawa Timur tersebut bertujuan untuk mendatangi para mahasiswa baru yang telah sekitar sebulan menjalani kehidupan di lingkungan asrama.
Ia ingin mendengar langsung cerita mereka setelah meninggalkan kampung halaman dan mulai belajar hidup mandiri jauh dari keluarga.
Suasana pertemuan berlangsung cair dan penuh keakraban tanpa sekat formalitas antara pejabat publik dengan masyarakat.
Ning Lia lebih banyak bertanya dan mendengarkan berbagai kisah adaptasi yang dialami para mahasiswa baru.
Mulai dari pengalaman beradaptasi dengan lingkungan baru, mengurus kebutuhan sehari-hari, hingga cerita sederhana tentang dinamika mengantre kamar mandi.
Salah seorang mahasiswa baru asal Bojonegoro, Widya Alfa Rohman, membagikan kesannya selama sebulan tinggal di asrama pesantren tersebut.
Widya mengaku bahwa fase awal tinggal di perantauan memberinya banyak pelajaran dan pengalaman baru yang berharga.
Baca juga: Gus Kikin Pimpin NU, Ning Lia Menangkap Pesan Besar dari Tambakberas
Meski jauh dari keluarga, ia tidak terlalu kesulitan menjalani kehidupan mandiri karena bekal pengalaman saat mengenyam pendidikan di pesantren sebelumnya.
Pengalaman mondok terdahulu membuat aktivitas harian seperti mencuci pakaian sendiri bukan lagi menjadi beban bagi dirinya.
Tantangan utama yang dihadapi Widya justru terletak pada penyesuaian gaya bahasa dan pola komunikasi sehari-hari masyarakat Surabaya.
Cerita lain datang dari Fahima Nudinia, mahasiswa baru yang mengaku mendapatkan banyak teman baru dari berbagai daerah selama tinggal di asrama.
Interaksi sosial antarmahasiswa di lingkungan pesantren menjadi salah satu pengalaman paling menyenangkan bagi Fahima.
Baca juga: Apresiasi Karya Perupa Jombang, Ning Lia: Lukisan Muasis NU Simbol Perjuangan Bangsa
Sama seperti Widya, bekal pengalaman mondok membuat Fahima relatif mudah beradaptasi, meski ia menyoroti momen antre fasilitas umum sebagai tantangan tersendiri.
Bagi Ning Lia, mendengarkan langsung cerita keseharian mahasiswa menjadi langkah penting untuk memahami proses pembentukan karakter generasi muda.
Sebulan tinggal jauh dari rumah menjadi ruang pembuktian bagi mahasiswa untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, serta toleransi antar sesama.
Melalui interaksi sederhana ini, para mahasiswa baru mulai mengumpulkan fondasi pengalaman penting dalam menapaki perjalanan menuju kedewasaan.
Editor : Redaksi