Imbas Kenaikan Harga Bahan Baku, Pedagang Bakso di Jombang Terpaksa Banting Setir Berburu Kerja
JOMBANG, KlikJOMBANG - Lonjakan harga berbagai komoditas dan bahan baku di pasaran kian menekan daya tahan para pelaku usaha mikro. Kondisi ini memaksa sejumlah pedagang kecil memutar otak hingga terpaksa mencari peluang kerja lain demi menjaga kelangsungan hidup.
Realitas pahit tersebut dialami oleh Caesar Garba Halilintar (22), seorang pemuda asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Setelah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari dunia usaha mandiri, ia kini tergerak melirik sektor pekerjaan formal.
Momen Job Fair BLK Jombang
Keputusan besar untuk berburu pekerjaan baru dilakukan Caesar saat mendatangi gelaran Job Fair di Balai Latihan Kerja (BLK) Jombang, Rabu (4/11/2026). Ia menjadi salah satu dari ratusan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi.
Caesar mengungkapkan bahwa perubah pandangan ini didasari oleh realitas biaya produksi yang melonjak tajam. Kenaikan harga bahan baku membuat marjin keuntungan yang diperoleh dari usahanya makin tergerus.
Laba Usaha Tak Lagi Mencukupi
Sebagai seorang pedagang kecil, Caesar merasakan betul dampak berkurangnya selisih keuntungan harian. Hasil penjualan yang didapat tidak lagi sepadan dengan besarnya modal yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan baku.
"Karena bahan baku naik semua harganya. Saya kan sebagai pedagang. Kalau tidak melamar pekerjaan, tidak nutut sama labanya," ujar Caesar di sela-sela aktivitasnya mengantre di lokasi bursa kerja.
Lima Tahun Bertahan Jadi Pedagang Bakso
Pilihan Caesar untuk berburu pekerjaan formal bukanlah hal yang instan. Pemuda lulusan SMA ini sejatinya telah menekuni usaha jualan bakso secara mandiri selama kurun waktu lima tahun terakhir.
Namun, hantaman inflasi bahan pangan yang terus merangkak naik membuatnya harus realistis. Berthan di satu mata pencaharian tanpa adanya kepastian margin usaha dinilai sangat berisiko bagi stabilitas ekonominya.
Menjadikan Bursa Kerja Sebagai Batu Loncatan
Bagi Caesar, keikutsertaannya dalam gelaran job fair ini menjadi strategi realistis untuk memperkuat kondisi finansial. Pekerjaan baru yang diincarnya diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan utama atau setidaknya penopang usaha.
"Saya sebelumnya berdagang, jualan bakso. Ini cari tambahan, cari batu loncatan dulu karena bahan baku naik semua," tuturnya menegaskan alasan di balik langkah berani tersebut.
Masukkan Banyak Lamaran ke Perusahaan
Keseriusan Caesar dalam berburu peluang kerja tercermin dari kesiapan berkas administrasi yang dibawanya. Ia secara proaktif menyambangi berbagai stan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
Hingga pertengahan acara, Caesar tercatat telah menyerahkan sebanyak enam berkas lamaran kerja ke sejumlah perusahaan. Kini ia memfokuskan harapan pada proses seleksi administrasi dan wawancara mendatang.
Ratusan Pelamar Padati Balai Latihan Kerja
Fenomena yang dialami Caesar menggambarkan besarnya kebutuhan lapangan kerja di tengah situasi ekonomi saat ini. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya alur kedatangan para pelamar di area BLK Jombang.
Kepala UPT BLK Jombang, Sri Andayati, menyampaikan bahwa kegiatan bursa kerja ini diikuti oleh belasan korporasi dari pelbagai bidang. Sebanyak 15 perusahaan swasta hadir menawarkan peluang karier.
Sediakan Ribuan Lowongan Pekerjaan
Dalam gelaran job fair tersebut, pihak penyelenggara memfasilitasi ketersediaan lowongan dalam jumlah besar. Total terdapat lebih dari 1.300 posisi pekerjaan yang siap diserap oleh tenaga kerja lokal.
Rangkaian lowongan tersebut mencakup 33 jenis jabatan yang beragam. Ketersediaan posisi ini disesuaikan dengan latar belakang pendidikan serta kualifikasi para pencari kerja yang hadir.
Pendaftaran Berjalan Daring dan Luring
Tingginya animo pencari kerja sudah terlihat sebelum hari pelaksanaan. Berdasarkan catatan UPT BLK Jombang, tercatat ada 615 pendaftar yang telah mendaftar secara daring melalui tautan resmi di media sosial.
"Kalau yang datang sekitar 600-an orang. Sejak pukul 08.00 sudah ada yang datang secara bergelombang supaya menghindari berdesak-desakan," terang Sri Andayati menjelaskan situasi penanganan pengunjung di lokasi.
Solusi Penyerapan Tenaga Kerja Daerah
Panitia juga memberikan fleksibilitas dengan memfasilitasi pendaftaran secara langsung (walk-in) bagi warga yang belum sempat mendaftar daring. Langkah ini diambil agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses peluang yang sama.
Kegiatan bursa kerja ini berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Pemerintah daerah berharap ajang ini efektif mempertemukan pencari kerja dengan pihak perusahaan secara langsung sekaligus mengikis angka pengangguran.
Editor : Redaksi