Cegah Kader Jadi Penonton Teknologi, Ansor Jatim Siapkan SDM Robotik Lewat Tianjin University
SHENZHEN, KlikJOMBANG - Delegasi Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur melakukan kunjungan internasional yang terbilang istimewa di Tiongkok. Bersama komunitas game online dan pegiat bahasa Mandarin, rombongan bertolak menuju gelaran "Embodied Robotics Technology & Application Expo" pada Kamis (29/10/2026).
Kegiatan internasional tersebut berlangsung di tengah kesibukan Shenzhen yang tengah bersiap menjadi tuan rumah KTT APEC 2026. Kota penting di selatan Tiongkok itu mendadak menjadi pusat perhatian para pemerhati serta pakar teknologi dunia.
Pameran terkemuka yang dihelat di Shenzhen World Exhibition & Convention Center tersebut menyajikan lompatan pesat riset teknologi robotik Tiongkok. Capaian pesat ini dinilai memberikan gambaran nyata mengenai peta kekuatan teknologi masa depan secara global.
Dalam expo tersebut, beragam produk robotik humanoid dipamerkan secara terbuka kepada publik internasional. Robot-robot ini mampu bergerak lentur, berinteraksi, hingga menjalankan berbagai skenario pekerjaan rumit layaknya fungsi organ dan fisik manusia.
Tak hanya itu, pameran internasional ini juga menampilkan inovasi robot biomimetik yang menyerupai postur dan gerak hewan, seperti robot anjing. Fungsi dan perannya kini dirancang semakin canggih untuk mendukung sektor industri, keamanan, hingga tugas penyelamatan.
Wakil Bendahara PW GP Ansor Jatim, Ahmad Burhan, yang hadir langsung di lokasi pameran mengungkapkan kekagumannya atas kemajuan tersebut. Ia menilai peradaban dunia akan segera memasuki era baru yang penuh dengan kejutan teknologi disruptif.
Pria yang akrab disapa Gus Burhan ini menegaskan bahwa lompatan teknologi robotik di Tiongkok berkembang sangat eksponensial. Ia memprediksi bahwa dalam satu dekade ke depan, peta ketenagakerjaan global akan mengalami pergeseran fungsi yang sangat mendasar.
Menurutnya, meski saat ini sebagian besar produk masih berada dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan riset, potensinya sangat masif. Berdasarkan kecepatan riset saat ini, robot diprediksi bakal menggantikan banyak porsi pekerjaan manusia di masa depan.
Gus Burhan memandang hadirnya era robotik sebagai pisau bermata dua bagi eksistensi peradaban manusia. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan kemudahan dan efisiensi tinggi untuk membantu berbagai beban pekerjaan berat.
Namun di sisi lain, lompatan kecanggihan ini menjadi tantangan serius yang mengancam keberlangsungan berbagai jenis profesi. Banyak fungsi kerja konvensional diprediksi hilang dan tergeser oleh otomatisasi mesin cerdas.
Menghadapi ancaman disrupsi pekerjaan tersebut, PW GP Ansor Jawa Timur mengaku tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah antisipatif. Organisasi kepemudaan ini merancang berbagai program strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif.
Salah satu langkah konkret yang diusung yakni melalui program unggulan Ansor University. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas akademis dan penguasaan teknologi mutakhir bagi para kader muda NU.
Melalui skema tersebut, Ansor Jatim telah sukses memberangkatkan kader terbaiknya untuk menempuh studi doktoral di Tiongkok. Fokus disiplin ilmu yang diambil mencakup bidang teknik elektro dan riset teknologi robotik di Tianjin University.
Langkah pengiriman kader ke jenjang Ph.D ini dirancang sebagai fondasi awal investasi SDM jangka panjang. Langkah ini diharapkan mampu mencetak pakar-pakar baru di bidang teknologi canggih dari kalangan nahdliyin.
Gus Burhan menegaskan bahwa Ansor Jatim berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif sebagai katalisator alih teknologi ke tanah air. Penguasaan sains dan teknologi dinilai menjadi kunci utama agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton.
"Ini langkah rintisan agar Ansor mampu menjadi katalisator dalam alih teknologi, utamanya dalam bidang teknologi robotik," pungkas Gus Burhan mengakhiri kunjungan kerjanya di Shenzhen.
Editor : Redaksi