Partisipasi Pemilih Pilkada Jatim Naik 70 Persen, Ning Lia Dorong Gen Z Tak Sekadar Jadi Pemilih Pasif
SURABAYA, KlikJOMBANG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan kunci utama dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. Menurutnya, Generasi Z (Gen Z) perlu didorong agar tidak sekadar menjadi pemilih pasif, melainkan juga memahami nilai, tanggung jawab, dan proses politik secara mendalam.
Baca juga: Partisipasi Pemilih Jatim Naik Jadi 70 Persen, Pantun Ning Lia Bikin Komisioner KPU Meleleh
Pernyataan strategis tersebut disampaikan Ning Lia saat memimpin kegiatan pengawasan Komite I DPD RI di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Surabaya. Agenda pengawasan ini berfokus pada inventarisasi materi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi bersama jajaran anggota KPU Jatim, yakni Miftahur Rozaq, Eka Wisnu Wardhana, Nur Salam, Habib M. Rohan, dan Choirul Umam. Hadir pula Sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini beserta seluruh jajaran pejabat struktural dan staf KPU Jatim.
Dalam forum audiensi tersebut, Ning Lia menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan KPU Jatim dalam mengawal seluruh tahapan Pilkada Serentak 2024 hingga berjalan kondusif. Senator asal Jawa Timur itu menekankan pentingnya penguatan koordinasi, transparansi, serta perbaikan tata kelola penyelenggaraan demi meningkatkan kepercayaan publik.
Ning Lia menjelaskan bahwa fungsi pengawasan DPD RI tidak hanya meninjau pelaksanaan regulasi di atas kertas, tetapi juga memastikan penyelesaian persoalan teknis di lapangan dilakukan secara objektif. Pengalaman pribadinya saat mendaftar sebagai calon anggota DPD RI memberinya pemahaman langsung mengenai pentingnya kedisiplinan administrasi.
"Waktu saya proses pendaftaran anggota DPD RI, saya benar-benar merasakan kedisiplinan dan semua persyaratan yang harus dipenuhi. Meski awalnya agak ribet, tetapi prosesnya sangat bagus," ujar Ning Lia mengingat pengalamannya dikutip klikjombang.com, Jumat (30/10/2026).
Putri dari almarhum tokoh Nahdliyin KH Masykur Hasyim ini menilai bahwa ketertiban administrasi perlu diselaraskan dengan inovasi pelayanan modern. Ia mendorong penerapan sistem kerja digital yang paperless guna meningkatkan efisiensi, tanpa mengesampingkan aspek akuntabilitas dan ketepatan data.
Lebih lanjut, Ning Lia menekankan bahwa penguatan partisipasi generasi muda harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan demokrasi mendatang. Keterlibatan Gen Z tidak boleh hanya diukur dari persentase kehadiran fisik mereka di tempat pemungutan suara (TPS).
Baca juga: Ning Lia Apresiasi Peran Pemuda di Surabaya yang Jadi Garda Depan Penyelamat Lingkungan
Menurutnya, pendidikan politik yang substantif perlu diperkuat agar generasi muda memiliki ruang partisipasi yang bermakna. Langkah ini penting agar mereka tidak hanya dimanfaatkan sebagai lumbung suara, tetapi juga dilibatkan aktif dalam berbagai peran penyelenggaraan pemilu.
Di sisi lain, pesatnya perkembangan media sosial turut membawa tantangan tersendiri bagi kualitas demokrasi saat ini. Arus informasi yang begitu deras menuntut masyarakat, khususnya pemuda, untuk lebih kritis dan bijak dalam memilah narasi politik yang beredar.
Dalam kesempatan itu, Ning Lia juga memaparkan capaian positif tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024. Berdasarkan data KPU Jatim, angka partisipasi pemilih berhasil menembus 70,06 persen atau setara dengan 21.937.202 pemilih.
Capaian tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan Pilgub Jatim 2018 lalu yang mencatatkan angka 67,39 persen. Lonjakan partisipasi ini dinilai menjadi modal berharga sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat keterlibatan publik pada pemilu berikutnya.
Baca juga: Keceriaan Kirab Hari Santri 2026 Probolinggo: Kala Pantun Ning Lia Bakar Semangat Ratusan Santri
Ning Lia berharap sinergi dan koordinasi antara DPD RI dan KPU Jatim dapat terus terjalin erat. Kerjasama ini dinilai krusial untuk mengidentifikasi berbagai kendala krusial serta menindaklanjuti masukan terkait penyempurnaan regulasi kepemiluan.
Ia juga memuji keterbukaan informasi publik yang dijalankan KPU Jatim melalui pengoptimalan laman resmi dan media sosial. Langkah pemanfaatan saluran digital ini dinilai efektif dalam menyajikan informasi yang akurat sekaligus membendung disinformasi di masyarakat.
Sementara itu, Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan penyelenggaraan demokrasi di Jawa Timur yang semakin inklusif, transparan, dan berkualitas. Pihaknya siap melakukan berbagai persiapan menghadapi dinamika regulasi di masa mendatang.
"Nanti ada regulasi-regulasi kepemiluan untuk 2029, dan pastinya kami memastikan penyelenggaraan pemilu yang tertib, namun juga keterlibatan masyarakat yang sadar akan hak, tanggung jawab, dan perannya dalam kehidupan berbangsa," kata Aang menandaskan.
Editor : Redaksi