Tegaskan Dukungan Penuh pada Muktamar ke-35 NU, Bank Indonesia Dorong Kemandirian Ekonomi Umat dan Sukseskan Expo Bazar
JOMBANG, KlikJOMBANG — Bank Indonesia (BI) memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, sekaligus memperkuat komitmen penguatan ekonomi kerakyatan berbasis pesantren. Kehadiran langsung Gubernur BI terpilih periode 2026–2031, Destry Damayanti, dalam pembukaan perhelatan akbar ini menjadi sinyal kuat sinergi strategis antara Bank Sentral dan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Baca juga: Dukung Muktamar ke-35 NU, Gubernur BI Terpilih Destry Damayanti Dorong Penguatan Ekonomi Umat
Dukungan konkret Bank Indonesia tersebut diapresiasi tinggi oleh panitia lokal dan panitia Expo Bazar Muktamar yang dinilai sukses menggelar seluruh rangkaian perhelatan nasional ini dengan rapi dan lancar. Sinergi antara otoritas moneter dan warga nahdliyin ini difokuskan pada perluasan literasi keuangan digital, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi syariah secara inklusif.
Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh elemen, termasuk jajaran Bank Indonesia yang turut meramaikan dan menyukseskan acara. Mampu mengonsolidasikan agenda berskala nasional hanya dalam waktu persiapan 50 hari menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh jajaran panitia lokal di Tambakberas.
Apresiasi senada disampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang memuji kinerja solid panitia lokal serta materi strategis dari Steering Committee arahan Prof. Mohammad Nuh. Menurut Gus Ipul, kolaborasi apik dari semua pihak membuat muktamar tidak hanya sukses secara teknis perhelatan, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis bagi NU di abad kedua.
Peran Bank Indonesia dalam mendukung agenda kemandirian ekonomi muktamar diwujudkan secara nyata melalui partisipasi aktif di arena Expo dan Bazar Muktamar Ke-35 NU. Penyelenggaraan pameran UMKM ini menjadi ruang perjumpaan strategis antara edukasi keuangan negara dan aktivitas ekonomi riil masyarakat pesantren.
Gubernur BI terpilih, Destry Damayanti, hadir secara khusus di arena muktamar setelah menyelesaikan seluruh rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI pada 26–27 Agustus 2026. Kehadirannya yang anggun dalam balutan busana putih dan kerudung krem bermotif bordir mencerminkan kebersahajaan serta penghormatan tinggi terhadap tradisi religius pesantren.
Momen kehadiran pimpinan tertinggi Bank Sentral ini menarik perhatian hangat para kiai, tokoh nasional, dan peserta muktamar yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Momen ini dimanfaatkan publik untuk berinteraksi langsung sekaligus mengapresiasi perhatian BI terhadap pengembangan ekonomi berbasis komunitas keagamaan.
Antusiasme peserta kian membuncah saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir untuk membuka secara resmi agenda tertinggi warga nahdliyin tersebut. Pembukaan yang berlangsung khidmat dan semarak ini berjalan lancar berkat kesiapan matang panitia lokal dan aparat keamanan di lapangan.
Baca juga: Sukses Terapkan AHWA di Muktamar Ke-35 NU, PBNU Siap Adopsi hingga Level Ranting
Bentuk dukungan langsung BI yang diserbu ribuan pengunjung arena Expo dan Bazar Muktamar adalah booth interaktif di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Penempatan stempel edukasi BI di pusat pesantren menegaskan komitmen Bank Sentral dalam mendekatkan akses literasi keuangan hingga ke akar rumput.
Area pameran berornamen biru khas Bank Indonesia tersebut menjadi salah satu pusat perhatian utama warga dari berbagai kalangan sepanjang digelarnya Expo Muktamar. Fasilitas ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga pusat pembelajaran keuangan digital bagi para pengunjung.
Petugas booth yang berseragam rapi memberikan sosialisasi interaktif mengenai kemudahan transaksi nontunai QRIS, literasi keuangan, hingga pengenalan program Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Pengunjung juga antusias mengisi kuesioner digital berbasis kode QR untuk mendapatkan merchandise menarik dari BI.
Edukasi penting yang diusung Bank Indonesia dalam partisipasinya di muktamar ini adalah kampanye gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Edukasi ini dinilai sangat krusial bagi masyarakat desa dan santri guna meningkatkan kesadaran dalam merawat fisik uang serta mengenali keaslian rupiah.
Melalui kampanye CBP Rupiah, Bank Indonesia menegaskan bahwa rupiah bukan sekadar alat pembayaran sah, melainkan juga simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemahaman ini diharapkan mampu membentengi masyarakat dari ancaman peredaran uang palsu dan kejahatan keuangan.
Selain itu, Bank Indonesia memperkuat pameran Expo dan Bazar Muktamar dengan menampilkan beragam produk unggulan dari UMKM binaan yang siap bersaing di pasar nasional. Kehadiran aneka produk olahan lokal bertaraf modern ini memberikan inspirasi nyata bagi para santri dan wirausaha muda nahdliyin.
Ketua Panitia Lokal, Gus Rozaq, dalam forum penutupan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ratusan relawan dan seluruh instansi pendukung atas suksesnya rangkaian kegiatan ini. Soliditas antar-lembaga terbukti mampu menjawab keraguan publik dan menjadikan Muktamar Jombang sebagai catatan sejarah yang membanggakan.
Sinergi berkelanjutan antara BI dan NU melalui program akselerasi digitalisasi pembayaran, penguatan ekonomi syariah, LIKE IT, serta BI Mengajar dipastikan akan terus diperkuat pasca-muktamar. Langkah konsisten ini diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam percepatan inklusi keuangan nasional.
Seluruh rangkaian perhelatan Muktamar ke-35 NU resmi berakhir dengan sukses besar dan penuh kesan mendalam. Dukungan penuh Bank Indonesia beserta kerja keras panitia lokal dan panitia Expo Bazar berhasil membuktikan bahwa kolaborasi strategis mampu mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang digdaya.
Editor : Redaksi