Dukung Muktamar ke-35 NU, Gubernur BI Terpilih Destry Damayanti Dorong Penguatan Ekonomi Umat
JOMBANG, KlikJOMBANG — Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2026–2031, Destry Damayanti, menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Selasa (27/8/2026) lalu. Kehadiran pimpinan otoritas moneter tertinggi tersebut menjadi sinyal kuat sinergi strategis antara BI dan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia.
Baca juga: Sukses Terapkan AHWA di Muktamar Ke-35 NU, PBNU Siap Adopsi hingga Level Ranting
Partisipasi Destry dalam forum tertinggi nahdliyin ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian umat. BI menilai jaringan luas NU memiliki peran vital dalam menopang stabilitas ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.
Ribuan warga dan kaum nahdliyin memadati lokasi acara dengan antusiasme tinggi untuk menyambut pembukaan resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Suasana pembukaan berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan kehadiran tokoh-tokoh penting nasional.
Destry tiba di lokasi acara dengan anggun mengenakan busana berwarna putih yang dipadukan dengan kerudung krem bermotif bordir. Penampilannya yang elegan namun tetap bersahaja mencerminkan penghormatan terhadap tradisi busana religius masyarakat pesantren.
Kehadiran sosok pimpinan Bank Sentral tersebut menarik perhatian para tamu undangan dan peserta muktamar yang hadir dari berbagai penjuru Nusantara. Banyak tokoh masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk bertegur sapa dan berinteraksi langsung dengannya.
Sebelum menghadiri muktamar, Destry telah menyelesaikan seluruh rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI sebagai calon tunggal pimpinan BI. Proses konfirmasi kepemimpinan ini menandai kepercayaan penuh negara terhadap kapabilitas profesionalnya.
Tahapan penentu arah kebijakan moneter nasional tersebut rampung dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) dan Kamis (27/8/2026). Hasil kelayakan ini menjadi dasar kuat bagi Destry untuk melangkah memimpin strategi stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kehadiran jajaran pimpinan Bank Indonesia pada gelaran keagamaan ini bukan sekadar pemenuhan agenda formal keprotokolan semata. Kehadiran ini membawa misi substantif untuk mempertautkan kebijakan moneter negara dengan aktivitas ekonomi riil berbasis pesantren.
Momentum Muktamar ke-35 NU dinilai memiliki keterkaitan strategis dengan komitmen pemerintah dan BI dalam memperkuat ketahanan ekonomi umat secara inklusif. Kolaborasi ini difokuskan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama stabilitas finansial.
Dukungan konkret Bank Indonesia juga ditunjukkan melalui partisipasi aktif dengan menghadirkan booth khusus di arena Expo dan Bazar Muktamar. Area pameran ini dirancang sebagai pusat edukasi finansial dan ajang promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan.
Pusat kegiatan edukasi dan pameran UMKM tersebut ditempatkan secara strategis di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Pemilihan lokasi pesantren menegaskan komitmen BI dalam mendekatkan akses literasi keuangan ke lingkungan pendidikan Islam.
Booth pameran Bank Indonesia langsung dipadati antusiasme pengunjung yang ingin mengakses layanan edukasi digitalisasi pembayaran dan ekonomi syariah. Berdasarkan pantauan di lokasi, area pameran bernuansa biru khas BI tersebut menjadi salah satu daya tarik utama warga dari berbagai kalangan.
Petugas booth yang berseragam rapi tampak sigap memberikan sosialisasi mengenai transaksi nontunai QRIS, literasi keuangan digital, hingga pengenalan program Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Pengunjung juga diajak berinteraksi aktif melalui pengisian kuesioner interaktif berbasis kode QR untuk memenangkan merchandise menarik.
Baca juga: Catatan Muktamar Ke-35 NU: Prof Nuh Beberkan 3 Hal Luar Biasa di Tambakberas
Kehadiran stan BI sekaligus menjadi sarana edukatif untuk memperdalam literasi keuangan serta menggaungkan gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Edukasi ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa mengenai pentingnya menjaga kedaulatan mata uang negara.
Melalui pesan CBP Rupiah, publik diajak mengenali keaslian uang, merawat fisik rupiah, hingga memahami peran mata uang tunggal tersebut sebagai simbol kedaulatan NKRI. Pemahaman ini diharapkan dapat membentengi masyarakat dari peredaran uang palsu dan praktik kejahatan finansial.
Selain edukasi fisik rupiah, BI secara konsisten memperluas jaringan inklusi keuangan melalui pameran produk UMKM binaan yang siap bersaing di pasar nasional. Aneka olahan lokal dengan kemasan modern dipamerkan untuk menginspirasi para santri dan pengusaha muda nahdliyin.
Langkah berkelanjutan BI dalam mengakselerasi digitalisasi pembayaran nontunai, penguatan ekonomi syariah, serta edukasi publik lewat program LIKE IT dan BI Mengajar terus diperkuat. Sinergi bersama NU ini diharapkan menjadi fondasi kokoh menuju percepatan inklusi keuangan dan kemandirian ekonomi nasional.
Editor : Redaksi