Capaian ASI Eksklusif Jombang Tembus 73,1 Persen, Pemkab Integrasikan Tiga Program Inovatif
JOMBANG, KlikJOMBANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan kesehatan ibu dan anak di wilayah setempat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Peringatan Puncak Pekan ASI Sedunia 2026 yang digelar secara meriah di Pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Jombang Launching Smart Card Beresin Sampah, Dorong Ekonomi Digital Warga
Kegiatan yang mengusung tema “Prioritaskan Menyusui: Ciptakan Sistem Dukungan yang Berkelanjutan” ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran pejabat daerah dan lintas sektor.
Tampak hadir pula Sekdakab Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Staf Ahli, Kepala OPD terkait, jajaran Dinas Kesehatan, hingga ratusan perwakilan kader dan organisasi profesi. Kehadiran seluruh pihak tersebut menegaskan sinergi kuat antar-instansi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Dalam arahannya, Bupati Jombang Warsubi menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk investasi paling awal yang sangat krusial demi mencetak generasi Jombang yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemberian ASI eksklusif juga menjadi strategi paling efektif dalam menekan angka stunting di daerah. Bupati Warsubi mengingatkan bahwa keberhasilan proses menyusui tidak bisa dibebankan kepada pihak ibu seorang diri.
"Keberhasilan menyusui tidak dapat menjadi tanggung jawab ibu seorang diri. Ibu membutuhkan dukungan dari keluarga, terutama suami, pendampingan tenaga kesehatan dan kader, serta lingkungan yang aman," ujar Bupati Warsubi dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Jombang yang berhasil menyentuh angka 73,1 persen pada periode Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025, yakni sebesar 61 persen.
Kendati meraih capaian positif, Pemkab Jombang menegaskan akan terus meningkatkan pemerataan dukungan di seluruh kecamatan. Langkah ini diambil guna mengikis kesenjangan capaian pemberian ASI eksklusif antarwilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Bupati Jombang Lepas Karnaval Mobil Hias dan Hasil Bumi
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP, menjelaskan bahwa momen Pekan ASI Sedunia ini difokuskan sebagai ajang konsolidasi daerah. Pemkab Jombang resmi menyatukan tiga program inovatif unggulan menjadi satu sistem pendampingan terpadu yang menyeluruh.
Ketiga program tersebut meliputi KP-ASI (Kelompok Pendukung ASI) yang menjadi ruang edukasi antaribu sejak 2011, YUKENSI (Paguyuban Kakek Nenek ASI) yang mengoptimalkan peran keluarga sejak 2017, serta KEMPING ASIK (Kader PKK Pendamping ASI Eksklusif) sebagai gerakan pendampingan langsung di lapangan.
Senada dengan hal itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi mengajak seluruh kader hingga tingkat desa untuk aktif mendampingi ibu hamil dan menyusui. Ia menegaskan bahwa ASI memiliki peran menyeluruh, tidak hanya sekadar pemenuhan nutrisi harian bagi bayi.
"ASI bukan sekadar makanan untuk bayi, tetapi ada perlindungan dan ikatan batin. Di balik ibu yang berhasil memberikan ASI, ada suami yang mendukung, keluarga yang memahami, dan lingkungan yang menghargai," tegas Yuliati saat memberikan paparan, dikutip Klikjombang.com
Baca juga: Peringati HUT ke-81 RI, Pemkab Jombang Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama Lintas Agama
Sebagai wujud penegakan komitmen bersama, acara ini ditandai dengan Penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama oleh jajaran Pemkab, TP PKK, Kepala OPD, organisasi wanita, hingga perwakilan puskesmas. Deklarasi ini mewajibkan penyediaan ruang ASI yang layak, aman, dan mudah diakses di fasilitas publik, fasilitas kesehatan, serta lingkungan kerja.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi di lapangan, Pemkab Jombang turut memberikan penghargaan dan piagam kepada desa serta puskesmas berprestasi. Desa Gedangan dan Puskesmas Mojowarno meraih penghargaan terbaik dalam program KEMPING ASIK, sedangkan Puskesmas Pulolor menyabet Juara 1 Puskesmas dengan Ruang ASI Terstandar.
Selain itu, penghargaan kategori Inisiasi YUKENSI Terbaik diraih oleh Puskesmas Mojoagung (Juara 1), Puskesmas Pulorejo (Juara 2), dan Puskesmas Plandaan (Juara 3). Sementara pada kategori KP-ASI Aktif & Berkelanjutan, Juara 1 diraih oleh Puskesmas Kesamben, disusul Puskesmas Kabuh sebagai Juara 2, dan Puskesmas Blimbing Gudo di urutan Juara 3.
Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan stan edukasi gizi PERSAGI, ragam produk herbal pelancar ASI dari Dapur Sehat Atasi Stunting Desa Pandanwangi, penyerahan Juknis program, serta pemaparan best practice dari narasumber pakar, yakni Ibu Sri Wahyuningsih, S.Gz, M.Gz dan dr. Ahmad Mahfur, Sp. A.
Editor : Redaksi