Islam Global

Purna Tugas dari PBNU, Gus Yahya Tancap Gas Perluas Gerakan Islam Kemanusiaan di Panggung Global

Reporter : Redaksi
Gus Yahya dan Yanmu

Purna Tugas dari PBNU, Gus Yahya Tancap Gas Perluas Gerakan Islam Kemanusiaan di Panggung Global

KLIKJOMBANG - Purna tugas dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tak lantas menyurutkan langkah K.H. Yahya Cholil Staquf di panggung internasional. Tokoh yang akrab disapa Gus Yahya ini justru bersiap melipatgandakan fokusnya pada agenda dialog antaragama global.

Baca juga: Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas: Gus Yahya Optimistis Tegaskan Niat Maju Kembali dan Tepis Isu Intervensi Istana

Gus Yahya kini memilih kembali menguatkan simpul gerakan Islam Kemanusiaan (Humanitarian Islam) di tingkat dunia. Agenda besar ini difokuskan untuk menjembatani perbedaan tradisi keagamaan demi merawat masa depan peradaban manusia.

Langkah ini memiliki pijakan kelembagaan yang kokoh melalui jejaring internasional yang telah dibentuknya. Salah satu instrumen utamanya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

Lembaga CSCV berperan vital sebagai sekretariat permanen yang mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20). Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pemimpin agama dunia untuk merumuskan nilai-nilai peradaban universal.

Selain CSCV, kiprah internasional Gus Yahya juga ditopang oleh Bayt ar-Rahmah. Lembaga keagamaan global ini berpusat di Amerika Serikat dan memfokuskan gerakannya pada gagasan dakwah ramah lingkungan dan kemanusiaan.

Kedua lembaga non-profit tersebut selama ini berkolaborasi erat dengan PBNU sebagai hub internasional. Kerja sama ini intens menggaungkan narasi Humanitarian Islam di berbagai penjuru dunia.

Pernyataan ini ditegaskan Gus Yahya saat menerima jajaran pengurus Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) pada Senin (31/8/2026). Pertemuan tersebut membahas prospek kolaborasi keumatan ke depan.

Dalam forum tersebut, Gus Yahya memaparkan peran penting jejaring lembaga internasional yang ia dirikan. Kehadiran organisasi ini menjadi sarana pergerakan diplomasi keagamaan secara berkelanjutan.

Baca juga: Bawa Pesan Ta’awun di Jombang, Gus Yahya Sebut NU Mitra Utama Pemerintah untuk Rakyat

"Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah," ungkap Gus Yahya membagikan garis besar fokus gerakannya kepada Klikjombang.com, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, forum R20 dan lembaga CSCV dirancang khusus sebagai wadah permanen. Tujuannya adalah mempertemukan pemikir dan pemimpin agama dalam satu meja perundingan.

"Yayasan yang didirikan oleh saya bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20)," jelasnya lebih lanjut.

Irama diplomasi Gus Yahya dipastikan langsung tancap gas selepas masa khidmatnya di PBNU. Pada Desember mendatang, ia dijadwalkan terbang ke Negeri Paman Sam untuk agenda diplomasi perdamaian.

"Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama," tutur Gus Yahya menyampaikan rencana kerjanya.

Baca juga: Wacana AHWA di Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya: Patuhi AD/ART yang Berlaku

Perjalanan ini membuktikan bahwa selesainya masa kepemimpinan struktural di PBNU justru membuka ruang gerak yang lebih fleksibel. Gus Yahya kini memiliki keleluasaan penuh mengawal isu peradaban global.

Menanggapi langkah ini, Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) menyatakan kesiapannya untuk terus berjalan seiring bersama Gus Yahya. Sinergi ini akan difokuskan pada program-program kemaslahatan dan filantropi.

"Kita akan teruskan kerja sama program-program dengan Gus Yahya," tegas Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H. Baswara, menguatkan komitmen kemitraan tersebut.

Sebagai lembaga filantropi dan kemanusiaan, YANMU terus aktif mendukung berbagai gerakan sosial, kesehatan, serta dakwah terapan. Kolaborasi dengan figur internasional seperti Gus Yahya diharapkan semakin memperluas dampak positif bagi masyarakat luas.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru