Jurnalisme Era AI

PWI Jatim dan SMSI Surabaya Gelar OKK ke-28: AI Tak Bisa Gantikan Etika dan Verifikasi Jurnalistik

klikjombang.com

PWI Jatim dan SMSI Surabaya Gelar OKK ke-28: AI Tak Bisa Gantikan Etika dan Verifikasi Jurnalistik

SURABAYA, KlikJOMBANG - Kolaborasi strategis antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur kembali membuahkan hasil nyata dalam memperkuat ekosistem pers di daerah. Kedua organisasi kewartawanan ini sukses menggelar Orientasi Keanggotaan dan Kewartawanan (OKK) PWI Jatim Angkatan ke-28 pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Kegiatan peningkatan kapasitas jurnalis ini dilangsungkan di Auditorium Gedung Pers PWI Jatim, Jalan Taman Apsari Nomor 15–17, Surabaya. Istimewanya, pelaksanaan OKK tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang membawa semangat kebangkitan bagi generasi muda dan insan pers.

Mengusung tema utama "Membentuk Jurnalis Sehat", kegiatan ini resmi dibuka oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim. Dari total 32 jurnalis perwakilan berbagai daerah di Jawa Timur yang terdaftar sebagai peserta, sebanyak 29 orang dinyatakan lolos, sementara tiga peserta lainnya gugur karena tidak hadir.

Dalam sambutannya, Lutfil Hakim memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta dan menegaskan bahwa OKK merupakan syarat mutlak. Kegiatan ini diposisikan sebagai gerbang awal yang krusial bagi siapa saja yang ingin berproses secara profesional di dalam ekosistem pers Indonesia.

"Mengikuti OKK adalah bukti ikut proses ekosistem pers. OKK adalah salah satu syarat menjadi anggota PWI," tandas Lutfil di hadapan puluhan peserta yang hadir memenuhi auditorium dikutip klikjombang.com, Kamis (29/10/2026).

Pria yang akrab disapa Cak Item ini menegaskan bahwa PWI bukanlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sekadar mengejar kuantitas jumlah anggota. Sebagai organisasi profesi, PWI selalu mengutamakan kualitas, standar kompetensi, serta kepatuhan mutlak terhadap aturan jurnalistik.

Menurutnya, materi dalam OKK dirancang secara khusus untuk membekali jurnalis agar tidak sekadar menyajikan informasi faktual. Jurnalis dituntut memiliki kemampuan memberikan solusi, kritik konstruktif, serta menjaga martabat dan etika profesi di tengah dinamika zaman.

Dalam kesempatan yang sama, ia turut membandingkan proses kaderisasi pers di Indonesia dengan standar negara lain seperti Inggris dan Australia. Di negara-negara tersebut, calon jurnalis dibekali pemahaman mendalam mengenai hukum pers, perlindungan data, hingga hak cipta secara komprehensif.

Selain aspek legalitas dan etika, tantangan profesi di tengah disrupsi digital turut menjadi sorotan utama. Lutfil menegaskan bahwa wartawan masa kini wajib mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa sedikit pun meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.

"Di era AI saat ini, tantangan terbesar pers adalah menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Teknologi bisa membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak bisa menggantikan nilai-nilai dasar profesi seperti verifikasi, independensi, dan tanggung jawab terhadap kebenaran informasi," jelas Lutfil.

Sementara itu, Ketua SMSI Kota Surabaya, Iskandar Pribowo, menjelaskan bahwa kegiatan OKK ini diselenggarakan untuk memfasilitasi para anggota SMSI sekaligus jurnalis dari berbagai daerah di luar Kota Surabaya. Sinergi ini memperlihatkan komitmen bersama dalam meratakan kualitas sumber daya manusia pers.

"Sebanyak 70 persen peserta berasal dari anggota SMSI Kota Surabaya, sementara 30 persen sisanya merangkul teman-teman dari berbagai daerah di Jawa Timur," ujar jurnalis yang akrab disapa Isa tersebut.

Sebagai program pembinaan wajib, OKK PWI Jatim membekali para peserta dengan materi penguatan kompetensi yang komprehensif. Materi tersebut meliputi pemahaman mendalam tentang Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, hingga AD/ART PWI.

Tidak hanya itu, para peserta juga mendapat pembekalan mengenai kecerdasan digital serta teknik verifikasi atau cek fakta. Kurikulum ini disiapkan secara khusus agar para jurnalis sigap menghadapi maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di ruang publik digital.

Kesuksesan penyelenggaraan OKK Angkatan ke-28 ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari instansi BUMN, BUMD, hingga sektor swasta nasional. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan tingginya kepedulian dunia usaha terhadap perkembangan kualitas pers di Jawa Timur.

Daftar lembaga dan korporasi yang turut menyokong acara ini meliputi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region Office VIII Surabaya, PT BPR Surya Artha Utama (Perseroda), PT Yekape Surabaya, Abdy Group, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Bogasari, Disnaker Kota Surabaya, serta mitra jaringan perhotelan di Jawa Timur.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru