Artefak purbakala peninggalan era Kerajaan Majapahit

Menyelisik Yoni Gambar di Jombang, Artefak Terbesar era Majapahit yang Simpan Misteri Tapal Batas Kotaraja

author klikjombang.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Menyelisik Yoni Gambar di Jombang, Artefak Terbesar era Majapahit yang Simpan Misteri Tapal Batas Kotaraja

JOMBANG, KlikJOMBANG - Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyimpan jejak sejarah peradaban masa lampau yang luar biasa megah. Salah satu tinggalan arkeologis paling monumental di wilayah ini adalah Yoni Gambar yang terletak di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno.

Artefak purbakala peninggalan era Kerajaan Majapahit ini tidak hanya bernilai religius dan historis tinggi, tetapi juga tercatat sebagai yoni terbesar di seluruh Indonesia. Keberadaannya menjadi magnet tersendiri bagi para peneliti sejarah dan pelancong budaya.

Peneliti yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Nona Nur Madina, membeberkan fakta-fakta menarik seputar situs bersejarah tersebut. Menurutnya, Yoni Gambar merupakan sarana peribadatan umat Hindu pada masa lampau yang memiliki ukuran luar biasa besar dibanding yoni pada umumnya.

"Yoni Gambar adalah salah satu media peribadatan dalam agama Hindu. Yoni ini berpasangan dengan Lingga, di mana yoni mewakili unsur feminin, dan Lingga mewakili unsur maskulin," ujar Nona Nur Madina kepada KlikJOMBANG.com, Rabu (28/10/2026).

Kendati demikian, struktur fisik situs tersebut saat ini tidak lagi utuh. Nona menjelaskan bahwa saat ini di lokasi penemuan hanya tersisa bagian yoninya saja, sementara pasangan lingganya sudah tidak lagi berada di tempat semula.

Secara arsitektural, bentuk Yoni Gambar juga menyimpan keunikan tersendiri yang membedakannya dengan artefak sejenis di nusantara. Jika yoni di India umumnya berbentuk bundar dan di Indonesia rata-rata berbentuk kotak, maka Yoni Gambar tampil berbeda dengan bentuk segi delapan.

Perempuan yang kini tengah menempuh studi Doktor Ilmu Humaniora di Universitas Airlangga (Unair) tersebut menyebutkan bahwa bentuk segi delapan pada yoni merupakan varian yang sangat langka. Berdasarkan catatan sejarah, hanya ada segelintir yoni di Indonesia yang memiliki karakteristik lekuk segi delapan serupa.

"Sementara ini ada tiga yoni yang terkenal dengan lekuk segi delapan, yaitu Yoni Gambar, Yoni Lebak Jabung yang kini berada di Museum Majapahit, serta yoni yang diduga sebagai Yoni Badas dari Sumobito yang kini tersimpan di Museum Nasional," beber Nona.

Dari segi pertanggalan arkeologis, gaya pahatan dan ragam hias pada Yoni Gambar menunjukkan ciri khas era keemasan Kerajaan Majapahit. Salah satu penanda utamanya dapat dilihat secara jelas pada bagian cerat atau saluran pembuangan air yoni tersebut.

"Ornamen yang paling kelihatan adalah motif tumpal yang terpahat di ceratnya. Motif tumpal ini adalah motif khas Majapahit," tegas Nona. Ia menambahkan bahwa motif hias tersebut hanya dijumpai pada candi-candi masa Majapahit dan tidak ditemukan pada candi-candi dari periode klasik tua seperti halnya Candi Prambanan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa artefak peninggalan Majapahit cenderung memiliki corak yang lebih raya dengan pahatan detail yang sangat semarak. Sebaliknya, peninggalan dari masa klasik tua umumnya tampak lebih polos dengan minim ragam hias.

Signifikansi historis Yoni Gambar semakin kuat berkat penelitian arkeolog senior Nurhadi Rangkuti. Dalam studinya, disimpulkan bahwa Yoni Gambar bersama tiga artefak lainnya—yakni Yoni Badas (Sumobito), Yoni Lebak Jabung, dan Yoni Klinterejo—merupakan rangkaian tapal batas wilayah Kotaraja Majapahit.

"Empat yoni itu jadi tapal batas. Diduga di tengahnya ada Kotaraja Majapahit. Penelitian ini bahkan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penetapan Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan (KCBN Trowulan)," papar Nona dengan nada bangga.

Temuan ilmiah tersebut memperkuat hipotesis bahwa pusat pemerintahan atau Kotaraja Majapahit pada masa lalu mencakup wilayah administrasi Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang saat ini. Batasan teritorial tersebut membuka ruang penafsiran baru bagi dunia kepurbakalaan nasional.

Kendati demikian, dunia riset arkeologi tetap membuka pintu bagi penemuan-penemuan baru di masa depan. Segala kemungkinan mengenai luas wilayah ibu kota kerajaan masih terbuka lebar menanti bukti-bukti empiris pendukung lainnya.

"Bisa lebih kecil, bisa juga lebih luas, semua masih sangat mungkin. Masih dinanti bukti tambahan baru, yang mungkin mendukung atau bahkan mematahkan penelitian sebelumnya," pungkas Nona Nur Madina, menutup perbincangan seputar misteri peninggalan agung Majapahit di tanah Jombang tersebut.

 

Berita Terbaru

Buka Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Dorong Pers Jadi Motor Ekonomi Kreatif Madura

Buka Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Dorong Pers Jadi Motor Ekonomi Kreatif Madura

Rabu, 28 Okt 2026 14:49 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 14:49 WIB

Dengan senyum khas dan gestur ramah, Ning Lia menyapa deretan warga serta pelaku usaha yang hadir.…

Soal Korupsi ATR/BPN : Ironi Keadilan dan Bayang-Bayang Impunitas di Lingkar Kekuasaan

Soal Korupsi ATR/BPN : Ironi Keadilan dan Bayang-Bayang Impunitas di Lingkar Kekuasaan

Rabu, 28 Okt 2026 14:26 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 14:26 WIB

Penanganan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama pejabat publik kembali menguji ketegasan hukum dan independensi lembaga antirasuah di Indonesia…

Ning Lia Apresiasi Peran Pemuda di Surabaya yang Jadi Garda Depan Penyelamat Lingkungan

Ning Lia Apresiasi Peran Pemuda di Surabaya yang Jadi Garda Depan Penyelamat Lingkungan

Rabu, 28 Okt 2026 12:01 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:01 WIB

Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai keberanian pemuda dalam menyuarakan isu lingkungan menjadi benteng utama…

Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin Raih Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026

Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin Raih Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026

Rabu, 28 Okt 2026 08:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:55 WIB

Apresiasi dari Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin ini menjadi momentum penguatan tata kelola zakat yang berdampak nyata bagi umat…

Ukir Prestasi Nasional, Siswa MAN 4 Jombang Raih Juara 3 Kaligrafi di UINSA Surabaya

Ukir Prestasi Nasional, Siswa MAN 4 Jombang Raih Juara 3 Kaligrafi di UINSA Surabaya

Rabu, 28 Okt 2026 08:37 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:37 WIB

Siswa berbakat tersebut meraih kemenangan dalam cabang lomba Musabaqoh Khattir Riq’ah pada gelaran Dies Maulidiyah Ikatan Qor'i dan Qor'iah Mahasiswa (IQMA)…

Dukung GEBER PK, BRI Perkuat Literasi dan Perlindungan Konsumen di UNAIR

Dukung GEBER PK, BRI Perkuat Literasi dan Perlindungan Konsumen di UNAIR

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

BRI memperkuat literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa melalui dukungan terhadap Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga…