Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

Khofifah Dorong Naskah Turats Ulama Nusantara Jadi Referensi Peradaban Dunia

Reporter : Redaksi
Gubernur Khofifah

Khofifah Dorong Naskah Turats Ulama Nusantara Jadi Referensi Peradaban Dunia

Tambakberas, KlikJOMBANG — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penyelamatan serta publikasi karya-karya ulama Nusantara agar dikenal secara global. Kekayaan keilmuan yang tersimpan dalam berbagai manuskrip kuno atau turats dinilai layak menjadi rujukan peradaban internasional.

Baca juga: Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas: Gus Yahya Optimistis Tegaskan Niat Maju Kembali dan Tepis Isu Intervensi Istana

Harapan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri pembukaan Pameran Turats di area Kampus Institut Agama Islam Baqir Al-Hasani (IAIBAFA), Tambakberas, Kabupaten Jombang. Menurutnya, warisan pemikiran para kiai abad lampau sangat melimpah namun belum sepenuhnya terkonfirmasi oleh publik dunia.

Khofifah membeberkan bahwa ulama tradisional tidak hanya menguasai sains keagamaan dan tafsir Al-Qur'an. Sejumlah naskah kuno mencatat bahwa ulama Nusantara juga telah merumuskan konsep matematika, aljabar, aritmatika, hingga kajian geopolitik global.

Ia mencontohkan karya-karya ulama dari Pesantren Qomaruddin Gresik yang berhasil membuktikan kedalaman sains Islam di masa lalu. Potensi intelektual ini dinilai mampu menggeser poros peradaban yang sebelumnya didominasi wilayah Timur Tengah, Eropa, dan Amerika ke arah kawasan Asia.

Pergeseran peta kebudayaan tersebut menempatkan Indonesia, khususnya Jawa Timur, pada posisi strategis. Model keberagamaan yang mengedepankan toleransi, moderasi, serta multikulturalisme dinilai sebagai formula jawaban atas kebutuhan masyarakat global modern.

Khofifah meyakini bahwa tradisi Islam di Jawa Timur yang inklusif dapat menjadi kiblat baru dunia. Keberhasilan menjaga harmoni sosial berbasis nilai keagamaan menjadi modal utama dalam membangun pengaruh di kancah internasional.

Langkah konkret mempopulerkan naskah kuno tersebut diawali dari pemanfaatan teknologi restorasi dokumen. Khofifah menceritakan pengalamannya menemukan metode penguatan kertas lapuk dan pemunculan kembali tinta yang samar sejak beberapa tahun lalu.

Inovasi teknologi perawatan manuskrip ini langsung dimanfaatkan untuk menyelamatkan fisik naskah yang rentan hancur. Upaya fisik tersebut menjadi pintu masuk awal sebelum seluruh isi naskah ditranskripsi dan dipublikasikan ulang.

Baca juga: BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Beasiswa di Muktamar ke-35 NU Jombang

Kerja sama strategis kemudian dijalin bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan perwakilan diplomatik di Arab Saudi. Sejumlah naskah klasik ulama Nusantara berhasil dipamerkan di kota Riyadh guna menarik perhatian akademisi setempat.

Pameran tersebut mendapat respons antusias dari jajaran diplomat serta lembaga kearsipan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kalangan peneliti timur tengah mengakui kedalaman pemikiran intelektual muslim asal Jawa Timur.

Keberhasilan di Riyadh mendorong Pemprov Jatim untuk memperluas kemitraan kearsipan global. Penggalian naskah kuno bakal diperluas hingga mencakup seluruh khazanah manuskrip yang tersebar di wilayah Nusantara.

Kedalaman keilmuan ulama Nusantara dinilai sepadan dengan tokoh-tokoh besar abad pertengahan seperti Ibnu Sina dan Al-Farabi. Warisan pengetahuan ini membuktikan bahwa tradisi literasi sains di tanah air telah maju sejak ratusan tahun silam.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov Jatim terus menggenjot program digitalisasi naskah turats milik pondok pesantren. Sebagian naskah berharga kini telah dialihmediakan ke format digital agar mudah diakses peneliti internasional.

Selain digitalisasi fisik, pemprov juga memfasilitasi penerbitan buku ikhtisar ringkas dari tiap manuskrip. Penyeragaman riskasan dilakukan guna memudahkan generasi muda membaca pemikiran para ulama secara praktis.

Upaya inventarisasi ini diyakini bakal memperkaya referensi ilmiah keagamaan di tanah air. Khazanah pemikiran ulama abad lampau terbukti masih sangat relevan untuk membedah dan menjawab berbagai tantangan zaman modern.

Khofifah optimistis penataan manuskrip kuno secara masif ini akan mengukuhkan Jawa Timur sebagai pusat rujukan keilmuan Islam dunia. Penguatan literasi turats menjadi warisan penting bagi keberlanjutan peradaban Nusantara di kancah global.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru