Film Dokumenter

Bareng Konten Kreator se-Jatim Nonton Lebih Awal Film Istimewa, Senator Lia Istifhama Ungkap Pesan Humanisme

Reporter : Redaksi
Ning Lia saat nobar film istimewa, dok.pribadi

Bareng Konten Kreator se-Jatim Nonton Lebih Awal Film Istimewa, Senator Lia Istifhama Ungkap Pesan Humanisme

SURABAYA, KlikJombang – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi penayangan perdana film Istimewa yang sarat akan pesan humanisme.

Baca juga: Lia Istifhama Apresiasi Kinerja MA, Komeng Soroti MBG: “Program Presiden Bagus, yang Kerja Jangan Nggak Bener”

Apresiasi tersebut disampaikan Ning Lia saat menghadiri agenda Nonton Lebih Awal Film Istimewa di XXI Pakuwon Mall Surabaya pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan nonton bersama ini diikuti puluhan konten kreator se-Jawa Timur, termasuk figur publik seperti Pak Purnomo Polisi Baik dan jajaran pemain film.

Film Istimewa sendiri diangkat dari kisah nyata perjuangan lima anak penyandang disabilitas bersama sang ayah, Abdullah Mansuri atau Ayah Mans.

Naskah cerita tidak sekadar menyajikan keterbatasan fisik, melainkan mengulas ketangguhan, kemandirian, dan peran penting manusia bagi sesamanya.

Ning Lia yang tampil anggun berbalut atasan batik merah memberikan dukungan penuh atas karya yang dijadwalkan tayang serentak pada 17 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ayah Mans menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Senator asal Jawa Timur itu terhadap anak-anak penyandang disabilitas.

Ayah Mans berharap sinema ini mampu menggeser stigma negatif dan mengubah cara pandang masyarakat umum terhadap para penyandang disabilitas.

Baca juga: Momentum Kemerdekaan, Senator Jatim Lia Istifhama Tegaskan DPD RI Katalisator Persatuan

"Saya berharap kita bisa pulang dengan cara pandang berbeda. Lihatlah manusia dan hal baik di dalamnya, bukan sekadar kondisinya," ujar Ayah Mans dikutip KlikJombang, Minggu (16/8/2026).

Ia menegaskan karya sinematik ini baru mencapai tujuannya jika penonton mampu membawa perubahan sikap empati ke kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Lia Istifhama menegaskan bahwa film Istimewa berhasil menyampaikan pesan moral yang sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini.

Menurut Ning Lia, pelajaran utama dari film ini adalah pentingnya menjaga kesehatan mental dan menghindari rasa kesepian (loneliness).

"Selalu ada keluarga dan orang-orang sekitar yang peduli. Kita tidak pernah benar-benar sendiri dalam menghadapi ujian hidup," tutur Ning Lia.

Ia menambahkan, kemandirian bukan berarti harus menyelesaikan segala persoalan seorang diri tanpa bantuan orang lain.

"Manusia diciptakan tidak sempurna agar bisa saling melengkapi. Gotong royong dan kerja bersama adalah kunci menghadapi keterbatasan," imbuhnya.

Ning Lia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas diri dan komitmen pada prinsip hidup agar tidak mudah terpengaruh dampak negatif lingkungan.

Selain pesan sosial, Ning Lia mengimbau masyarakat untuk berani mengambil tindakan nyata melawan kejahatan, khususnya kasus perdagangan orang (human trafficking).

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru