Saat Emil Dardak Sebut Nama Ning Lia di Pengukuhan ICMI Jatim, Bicara Sinergi hingga Indonesia Emas
SURABAYA, KlikJOMBANG — Suasana Pengukuhan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur periode 2024–2031 di Gedung Negara Grahadi mendadak riuh. Momen tersebut terjadi saat Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, secara khusus menyebut nama Ning Lia di tengah sambutannya.
Baca juga: Hadiri Harlah Pesantren Al-Fatimah Bojonegoro, Senator Ning Lia Dikerubungi Santri
Acara yang berlangsung khidmat tersebut mengusung tema besar "Mengembangkan Peran Intelektual sebagai Panutan yang Inklusif dan Transformatif Menuju Indonesia Emas". Ratusan tokoh akademisi, cendekiawan, dan pejabat daerah tampak memenuhi ruangan acara.
Di tengah penyampaian materinya, Emil secara khusus menyoroti sosok Dr. Lia Istifhama, M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia. Anggota DPD RI Dapil Jatim tersebut hadir di lokasi dengan mengenakan busana dan hijab hijau khasnya.
"Saya lihat di sini ada Ning Lia. Senator kita, suara terbanyak perempuan Jatim," ujar Emil dari podium Gedung Negara Grahadi yang disambut tepuk tangan riuh para undangan dikutip Klikjombang.com, Minggu (20/9/2026).
Emil menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat di tingkat pusat. Ia mengajak Ning Lia untuk bersama-sama mengawal berbagai agenda strategis pembangunan di Jawa Timur.
"Kita sama-sama membangun Jawa Timur, untuk keberlanjutan Gerbang Baru Nusantara," kata Emil menegaskan komitmen pembangunan daerah.
Sontak sorotan kamera media dan perhatian para tamu undangan langsung tertuju pada Ning Lia. Senator muda yang juga keponakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut merespons sorotan tersebut dengan senyuman hangat.
Sosok Ning Lia memang menarik perhatian publik berkat raihan suaranya yang signifikan pada pemilu lalu. Popularitasnya di media sosial juga membuat tokoh muda ini kerap dijuluki publik sebagai Senator Cantik.
Menurut Emil, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan tokoh muda produktif seperti Ning Lia menjadi kunci utama. Sinergi ini dinilai penting untuk menjadikan Jawa Timur sebagai laboratorium gagasan menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Emil mendorong agar komunikasi dan ruang dialog antar pemangku kepentingan terus dirawat secara konsisten. Langkah ini dianggap krusial demi memperkuat sinergi pembangunan daerah ke depan.
Wakil Gubernur Jatim itu menilai bahwa komunikasi terbuka dapat mempertemukan berbagai gagasan serta aspirasi masyarakat secara lebih efektif. Ruang dialog yang sehat menjadi wadah utama untuk mencari titik temu atas berbagai persoalan daerah.
"Tantangannya tinggal bagaimana Ning Lia dan saya, kami ini semua, kita bisa juga istiqomah untuk selalu membuka ruang dialog," tutur Emil saat menyampaikan pesannya dari podium.
Emil menegaskan bahwa upaya membangun komunikasi lintas lembaga ini bukanlah sesuatu yang baru. Menurutnya, fondasi hubungan yang baik sudah terbangun sejak lama dan perlu terus dilanjutkan dengan semangat kebersamaan.
Baca juga: Temui Waka Polrestabes Surabaya, Lia Istifhama Tekankan Penyelesaian Hukum Humanis dan Profesional
"Sudah dimulai satu langkah itu dari dulu-dulu dengan baik," imbuh mantan Bupati Trenggalek tersebut menekankan pentingnya konsistensi dalam berkolaborasi.
Semangat menjaga ruang dialog tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat hubungan Pemprov Jatim dengan DPD RI. Komunikasi lintas lembaga memastikan aspirasi masyarakat daerah dapat diperjuangkan secara konstruktif di tingkat nasional.
Menanggapi dorongan tersebut, Ning Lia menyambut positif pesan yang disampaikan Emil Dardak. Ia memandang ruang dialog sebagai jembatan penting untuk menyelaraskan aspirasi warga dengan kebijakan strategis pemerintah daerah.
Menurut Ning Lia, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan akan menghadirkan solusi konkret yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Jawa Timur. "Dengan terjaganya komunikasi dan dialog, sinergi antarelemen di Jawa Timur diharapkan tidak hanya berjalan dalam momentum tertentu, tetapi terus tumbuh menjadi ruang bersama untuk bertukar gagasan dan menghadirkan solusi," pungkasnya.
Editor : Redaksi