Menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Pastikan Bebas Peserta Susupan, Gus Ipul Cek Langsung Sistem Barcode Muktamar ke-35 NU di Jombang

Reporter : Redaksi
Gus Ipul dan Mas Helmy EO Muktamar Ke-35 NU, dok. Humas Gus Ipul

Pastikan Bebas Peserta Susupan, Gus Ipul Cek Langsung Sistem Barcode Muktamar ke-35 NU di Jombang

Tambakberas, KlikJOMBANG — Menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Panitia Muktamar sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung finalisasi kesiapan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Muktamar ke-35 NU di Jombang Pakai AI dan ID Card Chip, Pengawasan Terpusat via Command Center

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Gus Ipul didampingi Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Prof Mohammad Nuh, Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief (Gus Gudfan), serta jajaran panitia penyelenggara.

Pengecekan diawali dari lapangan Desa Tambakberas yang diproyeksikan menjadi arena utama pembukaan Muktamar Ke-35 NU. Di lokasi ini, rombongan memantau pengerjaan tenda utama dan pembenahan fasilitas pendukung yang telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Rombongan kemudian bergerak menuju area pendaftaran. Di sana, Gus Ipul bersama Prof Nuh dan Gus Gudfan tak sekadar memantau petugas, tetapi juga menjajal langsung seluruh alur registrasi peserta.

Para pimpinan PBNU tersebut mempraktikkan alur yang akan dialami ribuan muktamirin: mengambil nomor antrean, menunggu panggilan, verifikasi berkas, hingga melakukan pemindaian barcode (scan barcode) pada sistem digital.

"Dua hari menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 NU, saya bersama Prof Nuh, Gus Gudfan, dan pengurus PBNU melakukan simulasi registrasi peserta. Luar biasa, kali ini semuanya sudah menyesuaikan dengan tuntutan zaman, berbasis barcode," kata Gus Ipul seusai simulasi kepada Klikjombang.com.

Penggunaan sistem digital ini dirancang agar seluruh penerimaan peserta berlangsung cepat, tertib, nyaman, serta presisi. Usai terverifikasi, peserta akan langsung dipandu menuju lokasi akomodasi yang disesuaikan dengan kontingen wilayah maupun cabang masing-masing.

"Insyaallah jika semua pihak disiplin dan tertib, tidak akan ada penumpukan antrean. Semuanya berjalan nyaman dan presisi karena sistem sudah terintegrasi dengan data tunggal," tegas mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

Baca juga: Cegah DBD dan Sambut Muktamar Ke-35 NU, Ning Lia Turun Langsung Ikut Fogging

Panitia telah mengunci Daftar Peserta Tetap (DPT) serta rincian nama pengurus yang memiliki hak suara resmi. Ketatnya verifikasi barcode ini difungsikan untuk membendung potensi munculnya peserta ilegal dalam muktamar.

"Datanya sudah valid, DPT-nya ditetapkan, dan nama-nama pengurus peserta tertera jelas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada peserta susupan atau peserta pengganti. Seluruhnya adalah peserta sah yang memenuhi syarat," ujar Gus Ipul menegaskan.

Melalui digitalisasi alur pendaftaran ini, panitia memastikan seluruh rangkaian penanganan peserta—mulai dari kedatangan hingga penempatan fasilitas penginapan—dapat terukur serta terpantau secara real-time.

Gus Ipul turut mengapresiasi kerja keras tim kesekretariatan pusat dan panitia lokal Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang mampu menyiapkan perhelatan akbar ini dalam kurun waktu efektif sekitar 50 hari. Menurutnya, kerja cermat dan cepat dari seluruh panitia membuat persiapan dapat dimaksimalkan dengan sangat baik.

Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Prabowo Serahkan 200 Becak Listrik GSN di Jombang

Ia juga memastikan sarana-prasarana vital muktamar kini siap digunakan, melingkupi penginapan ribuan peserta, lokasi persidangan komisi maupun pleno, hingga sarana penunjang medis dan logistik.

Dengan matangnya persiapan teknis, para peserta diharapkan dapat mencurahkan perhatian secara penuh pada pemikiran substantif demi menatap masa depan Nahdlatul Ulama di era baru.

"Kami berharap peserta fokus memberikan gagasan terbaik. Sehingga Muktamar Ke-35—yang menjadi muktamar perdana di abad kedua NU—dapat menghasilkan keputusan strategis agar jam’iyah kita makin maju, relevan, dan membumi. Tata kelola organisasi makin tertata, warga terlayani dan terbela, serta keilmuan para ulama terus menuntun peradaban," urainya.

Perhelatan ini memiliki nilai historis tersendiri karena diselenggarakan di Jombang, tanah kelahiran para pendiri (muassis) NU. "Ini awal abad kedua NU, muktamar kembali ke pangkuan para muassis. Dari Tambakberas, Jombang, semoga ini menjadi muktamar yang menggembirakan, penuh berkah, dan berjalan lancar," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru