Gerak Cepat Wawali Ali Muthohirin Benahi Sistem POPDA, Jamin Atlet Potensial Kota Malang Berangkat
Malang, KlikJOMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menunjukkan komitmen dan respon cepat dalam menyelesaikan persoalan mekanisme pemberangkatan atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026.
Langkah tegas ini diambil guna mengevaluasi penerapan sistem jalur mandiri yang dinilai memicu kendala administratif dan berpotensi merugikan para atlet muda potensial.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, turun langsung memimpin evaluasi mendalam terhadap skema pemberangkatan tersebut, khususnya pada poin 3 dan 4 yang dianggap perlu penyempurnaan.
Pembenahan aturan ini dilakukan agar proses administrasi tidak sampai mengesampingkan perjuangan serta seleksi teknis yang telah dilalui oleh para atlet di lapangan.
Ali menegaskan bahwa Pemkot Malang harus hadir sebagai pelindung dan fasilitator utama bagi generasi muda yang telah berjuang membawa nama harum daerah.
"Pemerintah harus hadir memberikan ruang dan kesempatan kepada atlet yang sudah berproses dan berjuang," ujar Ali Muthohirin secara tegas, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, kebuntuan sistem atau regulasi teknis tidak boleh menjadi penghambat bagi atlet berbakat untuk bertanding di ajang bergengsi tingkat Jawa Timur.
"Jangan sampai persoalan sistem justru menghambat atlet yang memiliki potensi untuk membawa nama baik Kota Malang," lanjutnya.
Respons cepat Pemkot Malang ini tidak berhenti pada ranah evaluasi regulasi semata, melainkan langsung memberikan kepastian konkret bagi para atlet yang terdampak.
Ali memastikan dua atlet yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi teknik dipastikan tetap berangkat mewakili Kota Malang pada POPDA Jatim 2026 yang digelar November mendatang.
Keputusan proaktif tersebut langsung menjadi angin segar dan solusi tuntas bagi para atlet serta orang tua yang sempat cemas menghadapi ketidakpastian mekanisme.
"Yang sudah lolos seleksi teknik harus diberikan kesempatan untuk bertanding dan membawa nama Kota Malang. Kami akan memberikan dukungan agar mereka bisa tampil maksimal," tegas Ali.
Intervensi cepat jajaran Pemkot Malang ini membuktikan kesiapan pemerintah daerah dalam mengawal pembinaan atlet secara berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Dukungan penuh tidak hanya diberikan saat keberangkatan, tetapi juga diimbangi dengan pendampingan pembinaan fisik dan mental jelang pertandingan.
Langkah evaluasi ini sekaligus dijadikan momentum penting oleh Pemkot Malang untuk mereformasi tata kelola dan sistem seleksi olahraga pelajar secara menyeluruh.
Melalui pembenahan manajemen olahraga ini, Pemkot Malang optimistis para atlet dapat bertanding secara optimal tanpa terbeban masalah prosedural.
Dengan kepastian keberangkatan ini, kontingen Kota Malang ditargetkan mampu tampil kompetitif serta memboyong pulang medali emas dari POPDA Jawa Timur 2026.
Editor : Redaksi