Lebih Dekat dengan DPD RI, Ning Lia Ajak Mahasiswa Unair Jaga Keberlangsungan Demokrasi
SURABAYA, KlikJOMBANG – Kedekatan generasi muda dengan lembaga negara menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat sistem demokrasi Indonesia. Hal itulah yang menjadi fokus perhatian Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, saat mengenalkan peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) kepada mahasiswa Universitas Airlangga (Unair).
Melalui agenda DPD Goes to Campus bertajuk "Mengenal Lebih Dekat DPD RI: Rumah Perjuangan Daerah dan Masa Depan Demokrasi Indonesia", Ning Lia mengajak para mahasiswa untuk memahami pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam dinamika politik serta pembangunan bangsa.
Kegiatan edukasi politik tersebut turut menghadirkan jajaran pimpinan Unair dan pakar, di antaranya Wakil Rektor Unair Prof. Dr. Koko Srimulyo, Guru Besar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Radian Salman, pakar komunikasi politik Dr. Suko Widodo, serta Direktur Kemahasiswaan DPD RI Dr. Eko Supeno.
Wakil Rektor Unair Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis, Prof. Dr. Koko Srimulyo, menilai bahwa pengenalan lembaga negara kepada mahasiswa merupakan langkah krusial dalam membangun pemahaman politik serta kesadaran berdemokrasi sejak dini.
Menurut Koko, mahasiswa perlu memanfaatkan ruang dialog terbuka bersama lembaga negara untuk belajar, bertanya, dan memahami proses pengelolaan sistem politik. Pengetahuan ini menjadi bekal berharga saat mereka kelak terjun ke berbagai bidang pengabdian, baik di ranah pemerintahan maupun masyarakat sipil.
“Mahasiswa perlu belajar memahami bagaimana lembaga negara bekerja, berani bertanya, dan mendalami proses politik yang berjalan. Kelak, saudara akan memilih ruang pengabdian masing-masing dan berpartisipasi dalam memberikan kontribusi bagi NKRI,” ujar Koko.
Sementara itu, Senator DPD RI Lia Istifhama menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dimaknai secara sempit sebatas kontestasi politik untuk merebut kekuasaan. Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan gagasan konstruktif, pemikiran kritis, serta pengawalan kebijakan dari masyarakat.
Sebagai kelompok terpelajar, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan gagasan pembaru demi kemajuan bangsa. Masukan maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah harus disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis analisis matang, serta berorientasi pada kepentingan publik.
Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi penonton pasif dalam panggung politik nasional. Mereka dituntut memahami proses perumusan kebijakan, fungsi lembaga negara, serta berani menyuarakan aspirasi daerah secara argumentatif.
Ning Lia juga menekankan pentingnya penerapkan prinsip good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Fungsi pengawasan dan mekanisme checks and balances antarlembaga negara harus berjalan secara sehat agar penyelenggaraan negara tetap akuntabel.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap kebijakan pemerintah seyogianya dilakukan secara menyeluruh. Dengan demikian, pengawasan tidak sekadar mengkritik atau mencari kekurangan, melainkan mampu memberikan solusi perbaikan kebijakan yang nyata.
Alumni Universitas Airlangga tersebut berharap para mahasiswa semakin melek politik dan mampu membedakan narasi yang sekadar memicu kontroversi dengan gagasan yang menawarkan solusi konkret bagi bangsa.
Dari kacamata ketatanegaraan, Guru Besar Hukum Tata Negara Unair, Prof. Dr. Radian Salman, mengulas posisi DPD RI dalam sistem bikameral asimetris di Indonesia. Ia memaparkan pentingnya penguatan fungsi pengagregasian kepentingan daerah, khususnya dalam pembahasan kebijakan keuangan pusat dan daerah agar pembangunan berlangsung merata.
Sementara itu, pakar komunikasi politik Unair, Dr. Suko Widodo, mengingatkan bahwa politik mencakup spektrum yang luas, mulai dari menghimpun aspirasi rakyat hingga menerjemahkannya menjadi kebijakan publik. Ia pun mengibaratkan hubungan mahasiswa dan DPD RI layaknya "jodoh yang belum dikenalkan".
“Mahasiswa dan DPD RI itu seperti jodoh yang belum dikenalkan. Sebenarnya dekat di hati karena sama-sama peduli pada masa depan Indonesia, tetapi masih jauh dalam komunikasi. Forum seperti ini penting agar mahasiswa paham bagaimana aspirasi daerah diperjuangkan di tingkat nasional,” kata Suko.
Menutup rangkaian kegiatan, Direktur Kemahasiswaan DPD RI Dr. Eko Supeno menambahkan bahwa kolaborasi antara DPD RI dan akademisi Unair ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami sistem ketatanegaraan, komunikasi politik, serta perjuangan kepentingan daerah secara inklusif.
Editor : Redaksi