Dugaan Suap Muktamar

Panas! Gus Lilur Siap Tambah Bukti Dugaan Suap Muktamar NU ke-35 di KPK, Minta Presiden Reshuffle Dua Menteri

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kolase, dok.narasumber
Kolase, dok.narasumber

Panas! Gus Lilur Siap Tambah Bukti Dugaan Suap Muktamar NU ke-35 di KPK, Minta Presiden Reshuffle Dua Menteri

JAKARTA, KlikJOMBANG — Eskalasi perselisihan terkait dugaan politik uang dan korupsi pada gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, kian berbuntut panjang dan memanas.

Pemerhati warga NU yang juga kiai kampung, HRM. Khalilur R Ab. S alias Gus Lilur, menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus dugaan suap dan jual beli suara dalam arena pemungutan suara tersebut ke jalur hukum.

Langkah hukum ini diambil setelah Gus Lilur secara resmi melaporkan dua pejabat publik, yakni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaporan tersebut direspons oleh pihak Saifullah Yusuf yang juga mengambil langkah hukum serupa ke kepolisian terkait tuduhan dan narasi peredaran dana ilegal dalam gelaran muktamar.

Menanggapi saling lapor tersebut, Gus Lilur mengapresiasi proses penegakan hukum yang berjalan dan menilai hal itu jauh lebih elegan ketimbang tindakan main hakim sendiri.

Gus Lilur menegaskan bahwa berjalannya perang laporan pidana ini membakar semangatnya untuk mengusut tuntas keterlibatan para penyelenggara negara dalam dugaan suap dan risywah di Jombang.

Ia menjadwalkan akan kembali mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada pertengahan minggu depan guna menyerahkan bukti-bukti tambahan terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi.

Dalam penambahan laporan tersebut, Gus Lilur menyasar sejumlah nama kunci, di antaranya Nusron Wahid, Saifullah Yusuf, Miftahul Akhyar, Sulaiman Tanjung, hingga beberapa penyelenggara negara terkait.

Gus Lilur mengklaim, saat ini telah ada sebanyak 130 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari 17 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang siap mengembalikan dana yang diduga berasal dari suap.

Pengembalian uang yang disinyalir bersumber dari praktik korupsi di lingkungan kementerian tersebut rencananya akan diserahkan secara bertahap langsung ke lembaga antirasuah.

Atas situasi tersebut, Gus Lilur mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan tegas berupa reshuffle terhadap Nusron Wahid dan Saifullah Yusuf dari jajaran Kabinet Merah Putih.

Langkah pimpinan negara tersebut dinilai krusial demi menjaga kesetaraan kedudukan setiap warga negara di hadapan hukum tanpa adanya intervensi kekuasaan.

Ia juga mengimbau secara terbuka kepada seluruh pihak penerima aliran dana suap agar bersikap kooperatif dan segera mengembalikan uang tersebut sebelum dipanggil oleh penyidik KPK.

Gus Lilur menyangsikan klaim yang menyebutkan bahwa sumber dana kegiatan tersebut bersih, mengingat kuatnya dugaan aliran uang haram dalam penentuan dukungan di muktamar.

Oleh karena itu, ia mengetuk kesadaran para kiai, ulama, anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), hingga jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah di tingkat cabang maupun wilayah untuk bersikap jujur.

Menurutnya, para tokoh agama dan kiai sepantasnya menjaga marwah organisasi keagamaan serta tidak menikmati ataupun menyembunyikan uang yang diduga hasil tindak pidana korupsi.

Mengakhiri pernyataannya, Gus Lilur secara tegas menyerukan gerakan moral Amar Makruf Nahi Mungkar untuk mengevaluasi kepemimpinan Miftahul Akhyar yang dinilainya sebagai pemicu utama dinamika konflik dan suap di tubuh NU.

Berita Terbaru

Pemkab Jombang Siapkan Penetapan Cagar Budaya Sendang Made dan Situs Sumberbeji pada 2026

Pemkab Jombang Siapkan Penetapan Cagar Budaya Sendang Made dan Situs Sumberbeji pada 2026

Kamis, 15 Okt 2026 06:54 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 06:54 WIB

Situs sejarah yang berlokasi di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang tersebut dinilai memiliki keunikan serta nilai historis yang tinggi…

Penyerapan Beras Bulog Mojokerto Tembus 77.300 Ton, Lampaui Target Nasional

Penyerapan Beras Bulog Mojokerto Tembus 77.300 Ton, Lampaui Target Nasional

Rabu, 14 Okt 2026 13:21 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 13:21 WIB

Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto mencatatkan rekor impresif dalam upaya penyerapan beras hasil panen petani lokal.…

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814 Jombang Genjot Pembangunan Jalan Desa Klitih

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814 Jombang Genjot Pembangunan Jalan Desa Klitih

Rabu, 14 Okt 2026 11:41 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:41 WIB

Langkah ini diambil untuk memastikan aksesibilitas warga di wilayah terisolir dapat segera terhubung dengan baik.…

Ijtima’ Ulama MUI Jatim Siap Digelar di Mojokerto, Soroti Fenomena Konten Dakwah Hingga Program MBG

Ijtima’ Ulama MUI Jatim Siap Digelar di Mojokerto, Soroti Fenomena Konten Dakwah Hingga Program MBG

Rabu, 14 Okt 2026 08:05 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 08:05 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersiap menggelar musyawarah keagamaan akbar Ijtima’ Ulama III…

Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Musaffa Safril: Jangan Biarkan Angka Pertumbuhan Menutupi Persoalan Rakyat

Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Musaffa Safril: Jangan Biarkan Angka Pertumbuhan Menutupi Persoalan Rakyat

Rabu, 14 Okt 2026 07:57 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 07:57 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada Oktober 2026 menjadi momen refleksi kritis bagi arah pembangunan daerah…

Ijazah Gibran dan Isu Pemakzulan, Aziz: Harus Diuji Lewat Konstitusi dan Bukti Hukum, Bukan Opini Publik

Ijazah Gibran dan Isu Pemakzulan, Aziz: Harus Diuji Lewat Konstitusi dan Bukti Hukum, Bukan Opini Publik

Rabu, 14 Okt 2026 07:09 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 07:09 WIB

Isu administrasi pendidikan ini kerap dikaitkan dengan potensi dugaan pelanggaran hukum hingga wacana pemakzulan (impeachment).…