Menko Zulhas di Wisuda UNWAHA Jombang: Lulusan Harus Berani Hadapi 'Sekolah Kehidupan'
Tambakberas, KlikJOMBANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri prosesi Wisuda Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) yang digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (4/10/2026).
Dalam ajang tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan pesan mendalam bagi para lulusan baru yang akan memasuki fase dunia kerja maupun pengabdian masyarakat.
Ia menekankan agar para sarjana baru tidak memelihara rasa takut atau ragu ketika harus melangkah dan menghadapi tantangan kehidupan setelah menyelesaikan jenjang pendidikan formal.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan bahwa pengetahuan dasarnya tidak semata-mata diperoleh dari dalam ruang perkuliahan, melainkan juga dibentuk oleh gemblengan pengalaman hidup.
"Saudara bisa jadi apa saja, tapi ingat, harus berani. Karena pendidikan itu menurut saya ada dua: satu yang formal seperti ini, dan ada juga pendidikan kehidupan," tegas Zulhas di hadapan ratusan wisudawan.
Menko Pangan tersebut lantas membagikan kisah masa kecilnya yang tergolong keras di kampung halaman, sebuah lingkungan terpencil yang kala itu bahkan belum terjangkau aliran listrik.
Sejak memasuki usia enam tahun, ia mengaku telah dibiasakan membantu sang ibu menjaga warung keliling dan kelontong milik keluarga demi menopang roda ekonomi harian.
Kondisi serba terbatas tersebut memaksanya belajar dasar-dasar ilmu berdagang, memahami nilai tukar mata uang, serta melatih kemandirian mental sejak dini.
Pria kelahiran Lampung ini menuturkan bahwa sistem transaksi di daerahnya saat itu masih didominasi pola barter tradisional dengan menggunakan hasil bumi lokal.
Penduduk setempat biasa menukarkan kebutuhan pokok dengan komoditas pertanian sehari-hari, seperti telur ayam, biji kopi, kopra, hingga hasil kebun lainnya.
"Umur enam atau tujuh tahun saya sudah menghitung uang dan mengerti cara berdagang. Sudah bisa melakukan jual beli cengkeh, kopi, hingga kopra," kenangnya menceritakan masa kecilnya.
Selain ditempa pengalaman berniaga, Zulhas menegaskan bahwa pendidikan agama dan nilai spiritual menjadi fondasi paling mendasar yang membentuk karakter kepemimpinannya.
Setiap dini hari, ia selalu dibangunkan oleh ibunya untuk belajar membaca Al-Qur'an dan bergegas menuju masjid kampung guna memukul beduk menandai masuknya waktu Subuh.
Gemblengan spiritual serta interaksi intensif bersama para kiai kampung di masa kecilnya diakui menjadi pembentuk utama benteng mental dan keberaniannya saat merantau ke ibu kota Jakarta.
"Setiap jam empat pagi saya bangun, tugas saya ke masjid memukul beduk. Jadi sebagian besar masa kecil saya habis di masjid dan dibina langsung oleh kiai-kiai kampung," tuturnya.
Tak hanya itu, Zulhas menceritakan keberaniannya melaut sendirian menggunakan perahu kayu kecil untuk menangkap ikan di perairan lepas saat baru berusia sekitar tujuh tahun.
Prosesi wisuda UNWAHA Jombang tahun 2026 ini meluluskan sebanyak 606 mahasiswa yang berasal dari lima fakultas serta program pascasarjana.
Rinciannya mencakup 288 wisudawan Fakultas Agama Islam, 82 dari Fakultas Ekonomi, 55 dari Fakultas Ilmu Pendidikan, 99 dari Fakultas Teknologi Informasi, 62 dari Fakultas Pertanian, serta 20 wisudawan Program Pascasarjana.
Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, menegaskan keberadaan civitas akademika baru berharga jika para lulusan mampu memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Peliharalah integritas, di mana kejujuran dan keluhuran akhlak menjadi mata uang yang berlaku universal serta paling bernilai di dunia manapun," tutur Prof. Gatot.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang memberikan motivasi terkait fleksibilitas karier di era modern yang kini tidak lagi terbatas pada satu disiplin ilmu saja.
Editor : Redaksi