Keadilan Lingkungan Sungai Tercemar

Ironi Lingkungan Pesantren: Ketika Bau Menyengat Limbah Mengepung Sungai Rejoso Jombang

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aliran sungai yang diduga tercemar limbah industri UMKM di Rejoso, KlikJOMBANG
Aliran sungai yang diduga tercemar limbah industri UMKM di Rejoso, KlikJOMBANG

Ironi Lingkungan Pesantren: Ketika Bau Menyengat Limbah Mengepung Sungai Rejoso Jombang

Rejoso, KlikJOMBANG — Setiap kali musim kemarau menyapa, aroma tidak sedap selalu datang menyusup ke sudut-sudut pemukiman di kawasan Dusun Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Aliran Sungai Rejoso yang membelah kawasan tersebut kembali menjadi sorotan tajam publik lantaran kondisi airnya yang kian memprihatinkan.

Pencemaran lingkungan ini tak sekadar mengubah warna air, tetapi juga menyebarkan bau menyengat yang menyeruak hingga ke pemukiman warga sekitar.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, air sungai yang melintasi kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso tampak berubah warna menjadi putih pekat bercampur kehitaman.

Fenomena pencemaran ini bukanlah hal baru, melainkan persoalan menahun yang terus berulang tanpa pernah tersentuh solusi konkrit dari pihak berwenang.

Kondisi tersebut memaksa masyarakat lokal dan para santri yang beraktivitas di sekitar aliran sungai untuk terbiasa hidup berdampingan dengan bau busuk saban hari.

Selain merenggut kenyamanan, pencemaran sungai yang berkepanjangan ini dinilai berpotensi besar memicu berbagai masalah kesehatan lingkungan.

Keluhan terkait rusaknya kualitas lingkungan sungai ini di antaranya disampaikan oleh Nanang, seorang petugas keamanan dan ketertiban kawasan pondok.

Pria asli Jombang tersebut mengaku sudah harus berkompromi dengan bau menyengat sejak awal pertama kali ia bekerja di area pesantren tersebut.

"Mulai sejak saya masuk bekerja di sini, kalau musim kemarau ya seperti ini, keruh dan bau," ujar Nanang saat ditemui di lokasi, kepadanya KlikJOMBANG, Jumat (2/10/2026).

Selama hampir enam tahun bertugas, Nanang mengamati bahwa perubahan warna air sungai menjadi putih pekat hingga keruh kehitaman selalu berulang setiap musim kemarau.

Ia menduga kuat bahwa aliran air yang membawa bahan pencemar pekat tersebut mengalir deras dari wilayah bagian hulu di sebelah selatan.

"Kelihatannya kalau dilihat dari aliran airnya itu seperti limbah," tutur Nanang sembari menunjuk ke arah aliran sungai.

Dugaan warga mengarah pada keberadaan aktivitas industri pengolahan makanan rakyat, khususnya usaha pembuatan tahu yang beroperasi di sepanjang saluran sungai bagian atas.

Kritik tajam juga datang dari Ibnu, salah seorang wali murid yang mengeluhkan minimnya keadilan lingkungan bagi kawasan pendidikan keagamaan.

Ibnu menegaskan bahwa alasan perlindungan ekonomi UMKM tidak boleh mengorbankan hak masyarakat dan para santri untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan layak.

"Sangat disayangkan lingkungan pendidikan dicemari oleh aliran sungai yang kotor dan berbau, padahal pesantren merupakan cerminan keadaban lingkungan," tegas Ibnu.

Kini warga bersama pihak pesantren mendesak dinas terkait turun tangan melakukan uji laboratorium serta merumuskan langkah tegas demi mengembalikan kelestarian Sungai Rejoso.

Tag :

Berita Terbaru

Menjelajah Senayan dari Jawa Timur: Jejak Dua Tahun Ning Lia Menenun Aspirasi Daerah

Menjelajah Senayan dari Jawa Timur: Jejak Dua Tahun Ning Lia Menenun Aspirasi Daerah

Kamis, 01 Okt 2026 20:58 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 20:58 WIB

Tepat dua tahun lalu, 1 Oktober 2024, Dr. Lia Istifhama resmi melangkah ke Gedung Parlemen Senayan…

Komjen Pol. Suyudi Resmi Gantikan Listyo Sigit, Ini Sejumlah Catatan dan Harapan GMPK

Komjen Pol. Suyudi Resmi Gantikan Listyo Sigit, Ini Sejumlah Catatan dan Harapan GMPK

Kamis, 01 Okt 2026 15:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:01 WIB

Jujur, sudah lama publik menanti pergantian pucuk pimpinan Polri yang menjadi momentum dalam menakar kembali arah, keberanian, profesionalitas,…

Membumikan PPHN: Langkah Senator Ning Lia Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Membumikan PPHN: Langkah Senator Ning Lia Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 01 Okt 2026 08:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 08:01 WIB

Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kembali menjadi topik hangat dalam ruang diskusi ketatanegaraan Indonesia…

Dinamika Kepemimpinan PBNU: Menguji Arah Integritas Gus Kikin di Tengah Arus Politik

Dinamika Kepemimpinan PBNU: Menguji Arah Integritas Gus Kikin di Tengah Arus Politik

Kamis, 01 Okt 2026 07:20 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:20 WIB

Dinamika kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) senantiasa menjadi sorotan publik…

Mencetak Pemimpin Masa Depan, MAN 4 Jombang Sukses Gelar Pemilihan OSIS dan MPK 2026–2027

Mencetak Pemimpin Masa Depan, MAN 4 Jombang Sukses Gelar Pemilihan OSIS dan MPK 2026–2027

Rabu, 30 Sep 2026 16:06 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 16:06 WIB

MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi pemimpin masa depan…

Perkuat Pendidikan Karakter, MTsN 3 Jombang Gandeng BDK Surabaya Latih 80 Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta

Perkuat Pendidikan Karakter, MTsN 3 Jombang Gandeng BDK Surabaya Latih 80 Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta

Rabu, 30 Sep 2026 15:54 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:54 WIB

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai filosofi KBC…