Ning Lia

Kampung Pancasila Menggeliat, Ning Lia Sebut Eri Cahyadi Nyalakan Energi Arek Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Kampung Pancasila Menggeliat, Ning Lia Sebut Eri Cahyadi Nyalakan Energi Arek Surabaya

SURABAYA, KlikJOMBANG – Keberadaan Kampung Pancasila di Kota Surabaya kembali menggeliat sebagai ruang konkret untuk membangun budaya gotong royong, kepedulian sosial, toleransi, hingga kemandirian ekonomi warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi meluncurkan Lomba Kampung Pancasila 2026 yang melibatkan sebanyak 1.360 Rukun Warga (RW) di seluruh penjuru Kota Pahlawan.

Dalam gerakan sosial berskala kota ini, Pemkot Surabaya menempatkan nilai gotong royong sebagai ruh utama dengan mendorong warga untuk aktif menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya masing-masing.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, agenda tersebut menjadi momentum krusial untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam keseharian masyarakat perkotaan.

“Saya berharap dengan kembali kepada Kampung Pancasila ini, gotong royong, saling tolong menolong, dan saling menjaga dapat terus dilakukan di Kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi usai peluncuran di Balai Kota Surabaya dikutip KlikJOMBANG, Minggu (27/9/2026).

Langkah strategis Pemkot Surabaya tersebut mendapat apresiasi hangat dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.

Saat bertemu dengan Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Ning Lia menegaskan bahwa keberlangsungan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam tindakan nyata.

“Kampung Pancasila merupakan bentuk konkret penerapan nilai-nilai tersebut. Saya optimistis Surabaya dapat menjadi contoh nasional dalam menghidupkan Pancasila di tingkat akar rumput,” kata senator asal Surabaya itu.

Menurut Ning Lia, Pancasila tidak boleh sekadar berhenti sebagai materi pendidikan kewarganegaraan atau simbol kenegaraan semata.

Nilai-nilai luhur tersebut harus diterjemahkan menjadi aksi sosial, seperti membantu tetangga, menjaga kelestarian lingkungan, menguatkan toleransi, serta mendorong ekonomi kerakyatan.

Dalam pandangannya, keberlangsungan bangsa tidak hanya ditopang oleh kuatnya institusi negara, tetapi juga oleh solidnya kekuatan masyarakat sipil (civil society).

Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah membutuhkan partisipasi aktif, kepedulian, serta tingkat kepercayaan yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam forum kebangsaan bersama pemuda, Ning Lia menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai agen utama penjaga keberlangsungan dan keutuhan bangsa.

Ia mengaitkan dinamika ini dengan pemikiran sosiolog klasik Ibnu Khaldun mengenai potensi disintegrasi yang dapat muncul saat hubungan emosional antara masyarakat dan negara memudar.

“Ketika warga terbiasa saling membantu, solidaritas akan tumbuh. Saat masyarakat merasa dilibatkan dan negara hadir melalui kebijakan yang nyata, hubungan keduanya akan semakin kuat,” ujar Ning Lia.

Perspektif tersebut sejalan dengan konsistensi Ning Lia dalam mengawal berbagai isu kebangsaan dan pembangunan di Jawa Timur.

Senator yang dikenal anggun dengan busana khas kebaya dan batik ini menekankan tiga pilar utama keberlangsungan bangsa, yakni pendidikan berkualitas, demokrasi yang sehat, dan kesepakatan publik.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan kebangsaan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek hari ini, melainkan ditujukan untuk keberlanjutan generasi masa depan.

Oleh karena itu, penguatan kepercayaan publik (public trust) terhadap kinerja dan kehadiran pengambil kebijakan menjadi prasyarat mutlak yang harus terus dijaga.

“Benang merahnya adalah hubungan timbal balik. Pemerintah butuh kepercayaan warga, dan warga butuh pemerintah yang bekerja nyata. Kampung Pancasila adalah ruang ideal untuk menjembatani hal tersebut,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Emil Dardak Kembali Nahkodai MES Jatim, Ning Lia Tekankan Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis UMKM

Emil Dardak Kembali Nahkodai MES Jatim, Ning Lia Tekankan Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis UMKM

Minggu, 27 Sep 2026 22:12 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 22:12 WIB

“Selamat kepada Pak Emil Dardak yang kembali dipercaya memimpin MES Jawa Timur.…

Menguji Integritas yang Alpa: Mungkinkah Legalitas Wapres Gibran Runtuh?

Menguji Integritas yang Alpa: Mungkinkah Legalitas Wapres Gibran Runtuh?

Minggu, 27 Sep 2026 21:42 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:42 WIB

Publik seolah tidak diperkenankan untuk istirahat setelah seharian bekerja,…

NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik

NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik

Minggu, 27 Sep 2026 21:36 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:36 WIB

Untuk memahami judul di atas, kita perlu lebih dahulu menjernihkan tiga kata…

Serap Nasihat Ulama dan Kiai Jatim, PKS Minta Masukan untuk Perkuat Silaturahmi Warga

Serap Nasihat Ulama dan Kiai Jatim, PKS Minta Masukan untuk Perkuat Silaturahmi Warga

Minggu, 27 Sep 2026 18:59 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 18:59 WIB

“Bersatu dalam Kebaikan, Harmoni dalam Keberagaman”…

Puncak Harlah ke-27 PMII Mojokerto Gelar Sinau Bareng Sabrang MDP, Terbuka untuk Umum

Puncak Harlah ke-27 PMII Mojokerto Gelar Sinau Bareng Sabrang MDP, Terbuka untuk Umum

Minggu, 27 Sep 2026 16:01 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:01 WIB

Agenda bertajuk "Sinau Bareng" ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 28 September 2026, berlokasi di Halaman Pujasera Medali, Kecamatan Puri,…

Deklarasi YAKUZA Maneges JOKER: Usung Dakwah Inklusif dan Pengawasan Hukum di Jombang-Mojokerto

Deklarasi YAKUZA Maneges JOKER: Usung Dakwah Inklusif dan Pengawasan Hukum di Jombang-Mojokerto

Minggu, 27 Sep 2026 13:11 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 13:11 WIB

Organisasi yang dipimpin oleh Den Gus Thuba Topo Broto Maneges ini membawa semangat dakwah inklusif serta gerakan sosial.…