Titik Nol Bung Karno

Warga dan Pemuda Jombang Berencana Galang Petisi Penetapan Cagar Budaya Situs Bung Karno

Reporter : Redaksi

Warga dan Pemuda Jombang Berencana Galang Petisi Penetapan Cagar Budaya Situs Bung Karno

Ploso, KlikJOMBANG — Gelombang desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menetapkan rumah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, sebagai situs cagar budaya terus mengalir deras.

Baca juga: LBHAM Soroti Relokasi Pedagang Pasar Ploso ke Terminal: Harus Ada Dasar Hukum dan Kepastian Hak

Penetapan status cagar budaya oleh Bupati Jombang dinilai amat krusial demi memberikan kepastian hukum serta menjamin kelestarian peninggalan bersejarah tersebut dari risiko kerusakan.

Dukungan tidak hanya datang dari warga Ploso dan komunitas pemerhati sejarah, tetapi juga disuarakan secara lantang oleh kalangan generasi muda lokal.

Mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Aldian Dwi Pamungkas, menegaskan pentingnya perlindungan regulasi atas aset sejarah bangsa tersebut.

Menurut Aldian, kepastian status hukum harus disegerakan tanpa perlu menunggu seluruh proses riset selesai dilakukan oleh para ahli.

"Status cagar budaya itu penting untuk segera ditetapkan guna memberikan perlindungan hukum, sembari penelitian mendalam terus berjalan oleh para akademisi dan sejarawan," kata Aldian, kepada KlikJOMBANG Senin (28/9/2026).

Pernyataan ini berdasar pada hasil penelusuran langsung Aldian ke lokasi situs rumah kelahiran Sang Proklamator di Ploso beberapa waktu lalu.

Dalam penelusuran tersebut, ia menerima pemaparan historis mengenai jejak kelahiran Bung Karno di kawasan Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902.

Senada dengan Aldian, pemuda asal Kesamben, Enggar Juang Syah Putra, turut menekankan urgensi penyelamatan situs sejarah awal sang pendiri bangsa.

Bagi Enggar, peninggalan di Ploso tersebut bukan sekadar bangunan fisik biasa, melainkan identitas penting sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Penetapan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan jejak sejarah kelahiran pendiri bangsa," ujar Enggar.

Ia menilai potensi sejarah tersebut merupakan aset besar bagi daerah yang seharusnya ditangkap secara optimal oleh Pemkab Jombang.

Langkah pelestarian ini diyakini mampu mempertegas identitas budaya Jombang sekaligus memicu peluang pertumbuhan ekonomi berbasis wisata sejarah bagi warga lokal.

Guna memastikan aspirasi ini didengar oleh pihak pembuat kebijakan, para pemuda dan aktivis berkomitmen melakukan aksi nyata.

"Kami berencana menggalang petisi dukungan secara terbuka agar Pemkab Jombang segera menetapkan situs kelahiran Bung Karno ini sebagai cagar budaya," tegas Enggar.

Melalui dorongan publik dan rencana penggalangan petisi ini, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah nyata demi menyelamatkan warisan sejarah nasional di tanah Jombang.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru