Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura

Reporter : Redaksi
Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan internasional di Singapura. Arus petikemas tumbuh 12,38 persen hingga Agustus 2026.

SURABAYA - PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, meraih dua penghargaan internasional dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2026 di Singapura. Prestasi ini diraih di tengah pertumbuhan arus petikemas dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan pelabuhan.

TTL menerima penghargaan Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026. Sementara itu, Direktur Utama TTL David P. Sirait meraih predikat Port/Terminal Visionary of the Year 2026.

Baca juga: Terminal Teluk Lamong Perkuat Layanan dan Digitalisasi Setelah Lima Tahun Merger Pelindo

Penghargaan diserahkan Executive Chairman Global Ports Forum Thomas Ng di Pullman Singapore Orchard, Singapura, pada 14 Oktober 2026.

David mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing di tingkat internasional.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan TTL, kepercayaan pelanggan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar David.

Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,38 Persen

Di balik capaian tersebut, kinerja operasional TTL juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, TTL Group menangani 2.027.914 TEUs petikemas, naik 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan lebih tinggi tercatat pada segmen internasional. Arus petikemas internasional mencapai 389.682 TEUs, meningkat 78,69 persen secara tahunan.

Perusahaan menyebut pertumbuhan itu didukung penguatan layanan, penambahan layanan pelayaran, serta inovasi dalam proses operasional.

TTL mengelola tiga terminal petikemas dalam satu operasi terintegrasi, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Integrasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas layanan bagi pengguna jasa.

Sejak penggabungan Pelindo lima tahun lalu, TTL terus mengembangkan integrasi operasional dan digitalisasi untuk mendukung layanan yang lebih efektif dan berorientasi pada pelanggan.

Gunakan Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi

Untuk mendukung kelancaran layanan kapal dan petikemas, TTL memanfaatkan sejumlah sistem digital, antara lain Terminal Booking System (TBS) dan sistem layanan kapal EAZI.

Baca juga: TTL dan KSOP Tanjung Perak Perkuat Kolaborasi, Pelayanan Kapal Makin Efisien

Perusahaan juga mengintegrasikan perencanaan dan pengendalian operasional guna mendukung efisiensi proses kerja.

Di TPK Teluk Lamong, teknologi otomatisasi diterapkan melalui Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, dan Optical Character Recognition (OCR). Fasilitas tersebut menjadikan TPK Teluk Lamong salah satu pelopor terminal petikemas semiotomatis di Indonesia.

Penggunaan teknologi itu mendukung otomatisasi proses operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan terminal.

Selain digitalisasi, TTL mengembangkan konsep pelabuhan hijau atau green port. Upayanya mencakup elektrifikasi peralatan, pemanfaatan energi yang lebih bersih, penyediaan fasilitas shore power, serta pengelolaan lingkungan.

TTL juga menambah peralatan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPK Nilam untuk mendukung pengembangan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Perkuat Program Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Komitmen keberlanjutan TTL tidak hanya berfokus pada aktivitas pelabuhan. Perusahaan juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha lokal, dan pelestarian lingkungan.

David menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan layanan terminal.

“Penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja sama tim, kepercayaan pelanggan, dan dukungan kuat seluruh stakeholder. Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah terminal dibangun melalui kolaborasi, inovasi, serta komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik,” ungkapnya.

Global Ports Forum Awards merupakan ajang penghargaan bagi perusahaan, operator terminal, dan profesional di sektor kepelabuhanan atas kontribusi mereka dalam pengembangan layanan, inovasi, kepemimpinan, dan keberlanjutan.

Ke depan, TTL berkomitmen melanjutkan peningkatan kinerja operasional, mengembangkan layanan berbasis teknologi, memperkuat kolaborasi dengan pelanggan, serta menerapkan prinsip keberlanjutan.

David menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan merupakan proses berkelanjutan. “Excellence is not a destination, it is a journey.”

Melalui strategi integrasi operasional, digitalisasi, dan penerapan teknologi ramah lingkungan, TTL menargetkan layanan terminal yang lebih hijau, cerdas, dan efisien. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung penguatan daya saing logistik Indonesia di pasar global.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru