Kawasan Industri Utara Brantas

Kawasan Industri Utara Brantas Digenjot, Pemkab Jombang Diingatkan Lindungi Situs Bersejarah

Reporter : Redaksi

Kawasan Industri Utara Brantas Digenjot, Pemkab Jombang Diingatkan Lindungi Situs Bersejarah

JOMBANG, KlikJOMBANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi membuka babak baru dalam rencana percepatan industrialisasi di kawasan utara Sungai Brantas. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

Baca juga: PTP Nonpetikemas Dorong Industrialisasi Madura Lewat Sinergi Pendidikan dan Logistik

Pemerhati sejarah Kabupaten Jombang, Arif Yulianto atau yang akrab disapa Cak Arif, mengimbau Pemkab Jombang agar tidak mengabaikan keberadaan peninggalan bersejarah di kawasan utara Sungai Brantas seiring dengan masuknya arus investasi.

Menurut Cak Arif, pemetaan secara mendalam dan rinci terhadap keberadaan situs-situs bersejarah sangat krusial untuk segera dilakukan oleh pemerintah daerah. Langkah ini penting agar ekspansi industri tidak menggerus identitas sejarah lokal.

"Perlu dipetakan detail tentang keberadaan peninggalan-peninggalan sejarah di utara Sungai Brantas, mengingat Pemkab Jombang akan menseriusi industri di kawasan tersebut," ujar Cak Arif saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

Ia menegaskan bahwa langkah pemetaan tersebut merupakan upaya nyata agar artefak dan situs peninggalan leluhur dapat tetap dipertahankan serta terjaga kelestariannya di tengah masifnya pembangunan fisik.

Sejumlah objek bersejarah penting tercatat membentang di wilayah utara Sungai Brantas. Di antaranya adalah rumah kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno (Bung Karno), yang terletak di Kecamatan Ploso.

Selain itu, terdapat Prasasti Gurit serta Prasasti Kusambyan di Desa Katemas, Kecamatan Kudu. Wilayah ini juga menyimpan rekam jejak peninggalan Kilisuci di Gunung Pucangan, Sendang Made, hingga Goa Made di Desa Made, Kecamatan Kudu.

Situs bersejarah lainnya juga tersebar di Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, salah satunya yakni Situs Jladri yang memiliki nilai historis tinggi bagi peradaban masyarakat setempat.

"Jangan sampai situs-situs bersejarah itu hilang karena adanya industrialisasi. Perlu ada pemetaan dan upaya untuk melindunginya, agar generasi ke depan tetap bisa melihatnya," tegas Cak Arif.

Lebih lanjut, ia mendorong Pemkab Jombang untuk segera memproses dan menetapkan peninggalan sejarah di kawasan utara Brantas yang belum berstatus resmi sebagai Cagar Budaya.

"Yang belum berstatus cagar budaya agar segera ditetapkan jadi cagar budaya. Ini salah satu bentuk perlindungan terhadap peninggalan-peninggalan tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan komitmen Pemkab Jombang dalam mendukung penuh percepatan pembangunan kawasan industri di wilayah utara Sungai Brantas.

Dukungan nyata tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Jombang dan PT Kawasan Ploso terkait pengembangan serta pemanfaatan sumber daya daerah yang berlangsung di Ruang Swagata Pendapa Kabupaten Jombang, Rabu (07/10/2026).

Bupati Warsubi menyampaikan bahwa pihak Pemkab Jombang siap memberikan kemudahan layanan perizinan sekaligus memangkas birokrasi guna memperkuat iklim investasi serta menarik investor lokal maupun mancanegara.

"Kami sangat mendukung berdirinya kawasan industri ini karena sejalan dengan visi-misi kami bersama Gus Wabup, untuk menarik investor. Kami ingin Jombang dikenal sebagai daerah yang ramah investor," kata Bupati Warsubi.

Di sisi lain, Bupati Warsubi menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program pelatihan terpadu, khususnya bagi lulusan SMA dan SMK, agar mampu menyerap peluang kerja yang tercipta dari Kawasan Industri Ploso.

Pemkab Jombang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah guna mempertahankan kepercayaan para investor yang menanamkan modalnya di Jombang.

"Dengan adanya pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan Kawasan Industri Ploso dan kolaborasi ini, kita optimistis lapangan kerja akan terbuka lebar bagi masyarakat Jombang," pungkas Bupati Warsubi.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru