Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Duga Ada Kelangkaan BBM di Jombang, Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani Turun Gunung

Reporter : Redaksi

Duga Ada Kelangkaan BBM di Jombang, Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani Turun Gunung

JOMBANG, KlikJOMBANG — Dugaan kelangkaan dan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Timur mendapat perhatian serius dari legislator Senayan. Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Meitri Citra Wardani, turun langsung ke Kabupaten Jombang untuk menghimpun data dan informasi terkini terkait persoalan tersebut.

Baca juga: Silaturahmi ke Tambakberas Jombang, Presiden PKS Temui Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU

Politisi yang akrab disapa Mbak Meitri ini sengaja membuka ruang dialog bersama para insan pers dan pembuat konten lokal. Langkah tersebut diambil guna menyerap aspirasi serta laporan faktual yang terjadi di lapangan.

Pertemuan hangat antara legislator DPR RI dengan para wartawan dan influencer di Jombang tersebut digelar di Resto dan Cafe Pawon Djowo, Kabupaten Jombang, pada Kamis (15/10).

Dalam kesempatan tersebut, Meitri menegaskan komitmen Komisi XII DPR RI untuk terus mengawal isu-isu krusial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama mengenai ketersediaan energi dasar.

Ia menyampaikan bahwa Komisi XII DPR RI bersama jajaran mitra kerja, termasuk Pertamina Patra Niaga dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), siap berkolaborasi secara intensif guna merespons dinamika BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jawa Timur.

"Dan saya besok juga akan berkunjung dengan teman-teman BPH (Migas) dan Pertamina untuk beberapa SPBU yang kita tindaklanjuti," kata Meitri saat memberikan keterangan kepada awak media dikutip klikjombang.com.

Langkah inspeksi lapangan tersebut bertujuan untuk memetakan akar permasalahan utama yang memicu antrean panjang dan dugaan kelangkaan BBM di tingkat masyarakat retail.

Pihaknya ingin memastikan apakah kendala yang terjadi bersumber dari arus distribusi, pasokan dari pusat, atau terdapat faktor teknis lainnya di tingkat penyalur.

"Apa yang sebenarnya permasalahan, kendala, terjadinya kelangkaan ini. Apakah suplai dari BBM sendiri dari pusat ke sini, atau kendala lainnya, atau memang ada penimbunan," ungkap Meitri lugas.

Ia berharap, dari sidak dan evaluasi bersama pihak penyalur serta pengawas minyak dan gas bumi tersebut, solusi konkret dapat segera dirumuskan demi kenyamanan masyarakat.

"Mudah-mudahan ini solusi agar supaya tidak terjadi lagi kelangkaan seperti saat ini," tandas politisi perempuan tersebut.

Lebih lanjut, Meitri mengungkapkan bahwa Komisi XII DPR RI bersama Pertamina dan BPH Migas sebenarnya telah berulang kali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan untuk membahas keandalan pasokan energi nasional.

Dalam berbagai forum RDP tersebut, pihak regulator maupun operator migas menyatakan komitmen penuh untuk menjaga ketersediaan BBM secara merata hingga ke daerah-daerah.

"Mereka selalu menyampaikan siap untuk berkolaborasi, berkontribusi, terkait BBM. Mungkin beberapa SPBU masih langka, tapi ini menjadi fokus utama kami, supaya tidak terjadi lagi kelangkaan," ujar Meitri menekankan.

Tak hanya di Jawa Timur, jajaran pimpinan dan anggota Komisi XII DPR RI juga aktif melakukan peninjauan ke berbagai wilayah di Indonesia untuk memantau distribusi BBM secara langsung.

Meitri menyebutkan, sebelum bertolak ke Jawa Timur, dirinya beserta pimpinan komisi telah melaksanakan peninjauan lapangan ke Provinsi Lampung guna memantau kondisi serupa.

Pada masa reses kali ini, fokus perhatiannya dicurahkan untuk menyisir sejumlah SPBU di daerah pemilihannya (Dapil) guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Khususnya Dapil VIII, Jombang dan Mojokerto," ucap Meitri menutup keterangannya.

Selain isu krusial mengenai distribusi BBM, agenda serap aspirasi tersebut juga dimanfaatkan masyarakat, wartawan, dan influencer untuk menyampaikan persoalan lingkungan hidup, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga serta penanganan limbah industri di wilayah Jombang dan sekitarnya.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru