Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto

Penyerapan Beras Bulog Mojokerto Tembus 77.300 Ton, Lampaui Target Nasional

Reporter : Redaksi

Penyerapan Beras Bulog Mojokerto Tembus 77.300 Ton, Lampaui Target Nasional

MOJOKERTO, KlikJOMBANG — Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto mencatatkan rekor impresif dalam upaya penyerapan beras hasil panen petani lokal. Hingga pertengahan Oktober 2026, total penyerapan beras di wilayah operasionalnya telah menembus angka 77.300 ton setara beras.

Capaian positif ini tidak sekadar menjadi deretan angka statistik dalam laporan pengadaan tahunan. Lebih dari itu, angka tersebut menjadi penopang utama cadangan pangan pemerintah di tingkat daerah maupun nasional.

Keberhasilan penyerapan ini sekaligus memberikan angin segar dan kepastian pasar bagi para petani. Wilayah cakupan Bulog Mojokerto sendiri meliputi kawasan strategis Mojokerto Raya dan Kabupaten Jombang.

Secara persentase, realisasi pengadaan tersebut telah mencapai 107,73 persen dari target awal yang ditetapkan. Artinya, kenerja Bulog Mojokerto resmi melampaui sasaran yang telah dipatok oleh pemerintah pusat.

Prestasi ini terbilang krusial di tengah gempuran tantangan dinamika iklim dan harga pasar. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam memperkuat cadangan beras nasional.

Selain itu, keberhasilan ini berperan langsung dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di tingkat konsumen. Kepastian penyerapan juga menghindarkan petani dari risiko anjloknya harga saat panen raya.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, mengungkapkan bahwa hasil manis ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor. Sinergi yang kuat di lapangan menjadi kunci utama melampaui target penyerapan.

Menurut Husin, capaian ini melibatkan peran aktif mulai dari petani mandiri, kelompok tani (poktan), hingga penyuluh pertanian di lapangan. Tak ketinggalan, peran mitra pengadaan dan pemilik penggilingan padi turut menentukan keberhasilan ini.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat serta jajaran TNI-Polri juga menjadi benteng penting. Pengawalan dari aparat memastikan proses penyerapan dan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Keberhasilan penyerapan ini memperkuat peran Bulog dalam menyerap hasil produksi petani dan menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat," ujar Muhammad Husin saat memberikan keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Husin menegaskan, Bulog hadir tidak hanya sebagai penyerap hasil panen, melainkan juga penjamin stabilitas. Kehadiran Bulog di tengah petani memberikan rasa aman terkait pemasaran hasil pertanian mereka.

Sementara itu, tren positif di Mojokerto ini sejalan dengan pencapaian Bulog di tingkat nasional. Pengadaan beras secara nasional juga mencatatkan rekor besar yang menguatkan ketahanan pangan Indonesia.

Hingga periode yang sama, realisasi penyerapan beras Bulog secara nasional telah menyentuh angka 4.115.014 ton. Angka fantastis ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan mandiri.

Capaian nasional tersebut menjadi bagian utuh dari strategi besar pemerintah. Fokus utamanya adalah memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) sekaligus menjaga keseimbangan pasokan antar wilayah.

Meski demikian, penyerapan produksi yang tinggi perlu dibarengi dengan tata kelola distribusi yang presisi. Manajemen gudang dan rantai pasok yang efisien menjadi kunci agar manfaat beras dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bagi para petani di Mojokerto dan Jombang, kepastian harga beli dari Bulog menjadi jaminan kesejahteraan. Sedangkan bagi masyarakat luas, melimpahnya stok beras gudang Bulog menjadi garansi harga beras tetap stabil di pasaran.

"Dengan realisasi yang melampaui target, Bulog Mojokerto diharapkan terus menjaga kesinambungan penyerapan hasil panen petani sekaligus memastikan beras yang dikelola dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan di Mojokerto dan Jombang," pungkas Husin.


Penyerapan Beras Bulog, Bulog Mojokerto, Ketahanan Pangan, Mojokerto Raya dan Jombang), serta menggunakan lead berita yang kuat

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru