Keteladanan Bu Nyai Mahfudhoh Wahab yang Tak Tergantikan, Kader GP Ansor Jombang: Beliau Inspirasi dan Teladan Kami
Tambakberas, KlikJOMBANG - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang menegaskan sosok almarhumah Bu Nyai Hj. Mahfudhoh Wahab sebagai figur ulama perempuan yang sangat inspiratif dan menjadi teladan utama bagi seluruh kader generasi muda Nahdlatul Ulama (NU).
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkarudin Assilahi (Gus Fiqi), di tengah penyampaian klarifikasi serta permohonan maaf terkait kekeliruan data silsilah keluarga yang sempat diunggah media internal organisasi.
Bagi kader GP Ansor, kehadiran almarhumah Bu Nyai Mahfudhoh semasa hidup tidak sekadar figur tokoh NU, melainkan pengayom dan sosok ibu yang senantiasa menuntun jalannya perjuangan kader di lapangan.
Gus Fiqi mengungkapkan, inspirasi terbesar dari almarhumah terletak pada konsistensi dan komitmen perilakunya yang selalu memberi teladan (uswah) nyata, bukan sebatas tutur kata nasihat semata.
"Sosok Bu Nyai Mahfudhoh ini adalah sosok yang sangat menginspirasi bagi kami kader-kader Ansor. Beliau bagi kami adalah sosok ibu yang selalu menasihati kami tidak hanya dengan perkataan, tetapi dengan uswah," ujar Gus Fiqi, Rabu (7/10/2026).
Dedikasi tak bertepi almarhumah dalam jamiyyah NU terbukti dari kiprah panjangnya di Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU yang ia jalani hingga akhir hayatnya.
Meskipun dalam usia yang tidak lagi muda, semangat almarhumah untuk berkhidmat dan menghadiri setiap perhelatan besar organisasi seperti muktamar dan kongres tidak pernah pudar.
"Bagaimana dengan umur beliau seperti itu masih sangat aktif di Pimpinan Pusat Muslimat NU sampai akhir hayatnya. Dari kongres ke kongres, dari muktamar ke muktamar beliau selalu hadir tidak pernah absen. Beliau sosok yang sangat luar biasa di mata kami," jelasnya.
Terkait dinamika informasi silsilah yang menyebut almarhumah sebagai putri sulung Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Hasbullah, Gus Fiqi menegaskan hal itu murni kekeliruan teknis dari tim media akibat keterbatasan pemahaman.
Langkah penelusuran serta klarifikasi ini dilakukan sekaligus merespons teguran konstruktif dari KH Solachul Aam Wahib Wahab (Gus Aam) agar kekeliruan informasi silsilah melurus.
Gus Fiqi menerangkan bahwa maksud awal unggahan media Ansor sejatinya merujuk pada silsilah putri dari pernikahan KH Abdul Wahab Hasbullah dengan Bu Nyai Rahmah.
Dari garis pernikahan tersebut, lahir lima putra-putri, yakni Bu Nyai Mahfudhoh, Bu Nyai Khisbiyah, Bu Nyai Munjidah, Kiai Hasib, dan Kiai Roqib.
Pihak GP Ansor Jombang menyadari sepenuhnya bahwa KH Abdul Wahab Hasbullah juga dikaruniai putra-putri lainnya dari garis pernikahan berbeda, seperti Bu Nyai Wahibah.
Atas kelalaian teknis tersebut, Gus Fiqi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga besar KH Abdul Wahab Hasbullah serta seluruh masyarakat.
Pihaknya telah bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbarui unggahan di seluruh kanal media sosial resmi organisasi agar sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
"Tentunya saya selaku Ketua Gerakan Pemuda Ansor memohon maaf atas kelalaian tim kami. Kami sudah langsung mengevaluasi dan flyer-flyer yang tersebar sudah kami revisi di sosial media resmi," pungkas Gus Fiqi.
Editor : Redaksi