Ziarah ke Makam Bu Nyai Machfudhoh Aly Ubaid, Gubernur Khofifah Kenang Sosok Guru Egaliter dan Ahli Ibadah
Tambakberas, KlikJOMBANG - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir melakukan Rihlah Takziah sekaligus ziarah ke makam almarhumah Bu Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid.
Baca juga: Momen Haru Wagub Jatim Emil Dardak Takziah ke Rumah Duka Bu Nyai Machfudhoh di Tambakberas Jombang
Dalam kunjungan spiritual tersebut, Khofifah tidak hadir seorang diri. Ia didampingi oleh ulama terkemuka Syech Fadhil Al Jilani Al Hasani beserta jajaran rombongan staf dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah beserta rombongan langsung memanjatkan doa khusyuk dan melantunkan bacaan tahlil yang ditujukan khusus untuk almarhumah Bu Nyai Machfudhoh.
Prosesi takziah kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di atas pusara Pahlawan Nasional KH Wahab Chasbullah serta deretan makam keluarga besar pesantren.
Kehadiran rombongan Orang Nomor Satu di Jawa Timur ini disambut hangat oleh pihak keluarga besar pesantren. Tampak hadir menemui di antaranya Bu Nyai Chisbiyah Wahab dan Bu Nyai Mundjidah Wahab.
Selain itu, jajaran keluarga seperti Gus Wahab, Ning Eli, Gus Mujib, hingga Ning Ulfa juga turut mendampingi prosesi ziarah tersebut.
Para santri dari Ribath Al Lathifiyah 1 Bahrul Ulum juga membaur bersama rombongan, ikut serta membaca tahlil dan melantunkan doa-doa kebaikan.
Di sela-sela ziarah, Khofifah mengungkapkan rasa duka mendalam sekaligus mengenang sosok Bu Nyai Machfudhoh Aly Ubaid yang dinilainya sangat luar biasa.
Baca juga: Kabar Duka dari Tambakberas: Bu Nyai Machfudhoh Wafat, Selamat Jalan Sang Pengayom Santri
Bagi Khofifah, almarhumah bukan hanya sekadar pimpinan atau tokoh senior, melainkan sosok ibu yang memancarkan kehangatan bagi siapa saja.
Khofifah menilai almarhumah sebagai figur yang sangat egaliter, meskipun memegang status sebagai seorang Bu Nyai ternama dan dihormati banyak kalangan.
"Beliau guru banyak orang, termasuk guru saya. Banyak memberikan layanan, banyak sedekah, ahli ibadah, ahli wirid, dan ahli puasa," kenang Khofifah dengan nada penuh haru.
Atas segala amalan dan dedikasi almarhumah sepanjang hidupnya, Khofifah mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. "Insyaallah beliau ahlul jannah," tuturnya.
Khofifah menambahkan bahwa kepergian Bu Nyai Machfudhoh meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi siapapun yang pernah mengenal sosoknya.
Baca juga: Antisipasi Paceklik Kemarau, Menko Pangan dan Bulog Salurkan Beras Murah di Jombang
Hal itu tak lepas dari banyaknya jejak keteladanan yang telah ditorehkan almarhumah semasa hidup, baik dalam bertindak maupun berinteraksi dengan masyarakat.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini berharap akan muncul generasi penerus yang mampu meneladani jejak langkah serta nilai-nilai kebaikan almarhumah.
Harapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada garis keturunan atau dzuriyah almarhumah semata, tetapi juga bagi masyarakat luas yang pernah menimba ilmu dengannya.
Jejak panjang keteladanan Bu Nyai Machfudhoh dinilai telah memberi warna kuat dalam kehidupan bermasyarakat, kepemimpinan Muslimat NU, hingga lingkungan pesantren.
Editor : Redaksi