Jombang Fest 2026

Daya Beli Melemah, Gelaran Jombang Fest 2026 Tuai Sorotan dan Kritik Masyarakat

Reporter : Redaksi
Dr Hasan

Daya Beli Melemah, Gelaran Jombang Fest 2026 Tuai Sorotan dan Kritik Masyarakat

JOMBANG, KlikJOMBANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang kembali menggelar agenda tahunan bertajuk Jombang Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang. Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Oktober, tepatnya mulai tanggal 2 hingga 24 Oktober 2026, dengan menyajikan ragam acara mulai dari olahraga, seni budaya, religi, UMKM Expo, hingga panggung hiburan.

Baca juga: BRI Region 12 Surabaya Jadikan HPN 2026 Momentum Tingkatkan Kualitas Layanan

Namun, di tengah kemeriahan acara tersebut, gelombang kritik dan sorotan tajam datang dari elemen masyarakat. Pelaksanaan festival berskala besar ini dinilai kurang sensitif terhadap kondisi perekonomian warga yang saat ini tengah diuji oleh melemahnya daya beli masyarakat. Rangkaian kegiatan yang menghabiskan anggaran besar tersebut dipandang perlu dievaluasi secara mendasar dari sisi prioritas serta kemanfaatan publiknya.

Tokoh masyarakat Candimulyo, Jombang, Dr. Ahmad Hasan Afandi, menyuarakan keprihatinannya terkait efektivitas penggunaan anggaran daerah dalam perhelatan tersebut. Menurutnya, alokasi anggaran bernilai miliaran rupiah yang dikucurkan untuk acara seremonial ini mestinya dialihkan pada program pemulihan ekonomi rakyat yang jauh lebih mendesak dan menyentuh kebutuhan dasar warga.

Ahmad menegaskan bahwa kemeriahan sebuah ajang pesta rakyat tidak serta-merta berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. "Keramaian bukan otomatis kesejahteraan. Kalau kegiatan selesai, panggung dibongkar, lalu manfaatnya juga selesai, apa yang benar-benar ditinggalkan untuk rakyat?" ujar Ahmad mempertanyakan urgensi acara tersebut.

Ia menyarankan agar Pemkab Jombang memprioritaskan anggaran daerah untuk sektor-sektor yang produktif dan berjangka panjang. Alokasi dana besar itu dinilai akan jauh lebih berdampak bila diarahkan pada pembangunan infrastruktur olahraga, pembinaan atlet daerah, penguatan UMKM di 18 kecamatan, serta perbaikan fasilitas pendukung bagi para pegiat seni dan budaya lokal.

Tak hanya itu, Ahmad juga menyoroti aset daerah yang terkesan mangkrak dan membutuhkan perhatian serius, salah satunya ruko di kawasan Simpang Tiga Jombang. Pemerintah daerah didesak untuk menyelesaikan penataan kawasan strategis tersebut agar dapat difungsikan secara optimal sebagai pusat perdagangan masyarakat maupun sentra galeri UMKM lokal.

"Daripada uang habis untuk keramaian sesaat, mengapa tidak memperbaiki aset yang sudah ada agar produktif? Jangan sampai pembangunan hanya menjadi monumen karena tidak dimanfaatkan," tegas Ahmad merujuk pada pentingnya optimalisasi aset daerah ketimbang menggelar pesta seremonial dikutip KlikJOMBANG, Senin (5/10/2026).

Kritik dan saran tersebut, lanjut Ahmad, justru sangat relevan untuk menguji komitmen visi Bupati Warsubi, yakni “Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.” Visi tersebut idealnya diterjemahkan secara konsisten melalui Misi Peningkatan Perekonomian Daerah yang Mandiri dan Inklusif serta peningkatan kualitas infrastruktur publik.

Baca juga: Persiapan Arena Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Tembus 80 Persen, 1.300 Tenan UMKM Siap Unjuk Gigi

Ahmad menilai bahwa indikator keberhasilan suatu kebijakan pemerintah daerah seharusnya diukur dari dampak manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga. "Kalau ingin Jombang maju dan sejahtera, ukuran kebijakan harus dilihat dari manfaat jangka panjang. Rakyat membutuhkan aset dan kesempatan ekonomi, bukan hanya tontonan," ungkapnya.

Meminjam perspektif sosiologi politik, Ahmad juga mengingatkan bahaya pengumpulan kerumunan massa yang hanya dimanfaatkan sebagai instrumen pembentukan citra publik dan legitimasi kekuasaan semata. Oleh karena itu, kesuksesan peringatan hari jadi daerah tidak boleh hanya diukur dari banyaknya jumlah pengunjung yang memadati lokasi acara.

Sebagai solusinya, ia mengusulkan agar perayaan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang dikonsep secara lebih sederhana dan khidmat. Agenda kegiatan dapat difokuskan pada kegiatan doa bersama, istighosah, aksi sosial nyata, pembinaan olahraga, penguatan kapasitas pelaku UMKM, serta percepatan pembangunan fasilitas publik.

Di sisi lain, Pemkab Jombang mengusung tema "Jombang Berbudaya, Bersama Berkarya, Jombang Berdaya" pada Jombang Fest 2026. Ajang ini diklaim sebagai wadah kolaborasi kreasi dan promosi potensi daerah, dengan menyisipkan identitas lokal pada logo angka ke-116 seperti Kopya Besutan, Candi Arimbi, dan Penari Remo.

Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., dalam unggahan resminya mengimbau masyarakat untuk hadir dan meramaikan rangkaian acara tersebut. Bupati menyampaikan pesan optimistis bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk menggerakkan roda perekonomian warga sekaligus mengangkat potensi industri kreatif daerah.

Baca juga: Pemkot Surabaya Targetkan Legalitas 5.250 UMKM Secara Gratis di 2026

Berdasarkan jadwal resminya, perhelatan Jombang Fest 2026 telah diawali dengan Kick Off dan Logo Launch serta kejuaraan bola basket pada 2 Oktober 2026 di GOR Merdeka Jombang. Rangkaian acara dilanjutkan dengan kejuaraan futsal, Jombang Marching Competition, pertunjukan Ludruk Remaja, hingga acara keagamaan Jombang Bersholawat.

Selain itu, deretan agenda pendukung lainnya juga dijadwalkan mengisi pertengahan bulan Oktober, seperti Jombang OTO Contest, Jor-Joran Mancing, Festival Lansia, Khotmil Qur'an, Tobacco Agropreneur Day, serta penyelenggaraan UMKM Expo dan Fashion Show Symphony Batik Jombang di Alun-Alun Jombang.

Memasuki puncak peringatan Hari Jadi Pemkab Jombang pada 21 hingga 23 Oktober 2026, agenda diisi dengan upacara resmi, Kirab Santri, Istighosah Kubro, Khitanan Massal bagi 210 anak, Pagelaran Wayang Kulit, hingga Gebyar Pajak 2026.

Rangkaian Jombang Fest 2026 rencananya ditutup pada 24 Oktober 2026 dengan kegiatan Operasi Katarak Mata Gratis untuk 116 warga di RSUD Ploso, Lomba Desain Batik, serta Malam Puncak Penutupan di Alun-Alun Jombang. Kendati demikian, masyarakat berharap agar kemeriahan acara ini benar-benar menyisakan warisan pembangunan nyata bagi kesejahteraan warga Jombang.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru