Melon Gondang Manis

Pondok Melon Gondangmanis Jombang: Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Hidroponik Beromzet Melimpah

Reporter : Redaksi

Pondok Melon Gondangmanis Jombang: Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Hidroponik Beromzet Melimpah

JOMBANG, KlikJOMBANG – Sekilas, deretan tanaman melon yang tertata rapi di dalam greenhouse Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tampak seperti perkebunan pada umumnya. Namun, di balik buah-buah melon yang bergelantungan rapi tersebut, tersimpan cerita ketekunan dan inovasi pertanian modern.

Kebun asri ini tidak lahir di atas lahan pertanian yang subur sejak awal. Lokasi tersebut dulunya merupakan hamparan lahan tidak produktif yang jarang dimanfaatkan warga setempat.

Di tangan dingin Tri Mardi Walyono, lahan yang sebelumnya terbengkalai itu perlahan disulap menjadi kawasan budidaya melon premium berbasis teknologi hidroponik. Tempat usaha dan edukasi pertanian modern ini ia namai Pondok Melon Gondangmanis.

Usaha yang baru berjalan sekitar tiga bulan ini membuktikan bahwa keterbatasan media tanam konvensional dapat diatasi melalui penerapan teknologi pertanian presisi. Lahan yang semula mati kini berubah menjadi sumber usaha bernilai ekonomi tinggi.

"Ini baru berjalan sekitar tiga bulan. Awalnya dari lahan yang tidak produktif, kemudian kami manfaatkan untuk greenhouse melon hidroponik," ujar Tri dikutip KlikJOMBANG, Senin (28/9/2026).

Tri memilih menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) ketimbang metode tanam konvensional di atas tanah. Pada sistem ini, akar tanaman mengambil air dan asupan nutrisi dari larutan yang dialirkan secara berkesinambungan melalui talang hidroponik.

Sirkulasi nutrisi dipompa dari bak preparasi menuju talang mendatar di area perakaran, lalu mengalir kembali ke bak kontrol. Pola sirkulasi tertutup ini memudahkan Tri untuk memantau kadar keasaman (pH) dan konsentrasi nutrisi (PPM) secara berkala.

"Nutrisinya kami kontrol, baik pH maupun PPM-nya. Semua masuk ke bak preparasi, kemudian disirkulasikan menggunakan pompa. Jadi kami cukup mengontrol bagian inlet dan outlet," jelasnya.

Metode DFT memiliki keunggulan signifikan dibandingkan sistem hidroponik lainnya, terutama saat terjadi pemadaman listrik. Karena talang dibuat mendatar, larutan nutrisi tetap menggenang di dasar talang sehingga tanaman aman dari risiko layu hingga dua hari.

Selain penggunaan teknologi hidroponik, Tri menerapkan seleksi buah yang sangat ketat. Setiap satu pohon hanya diperbolehkan menopang satu buah terbaik agar nutrisi terserap sempurna, khususnya pada varietas melon premium seperti Lavender.

Langkah efisiensi tersebut membuah hasil memuaskan dengan tingkat keberhasilan panen mencapai 100 persen. Bobot rata-rata buah yang dipanen berkisar 2 kilogram, bahkan pada periode sebelumnya pernah mencapai bobot fantastis 3 hingga 4 kilogram per buah.

Pondok Melon Gondangmanis saat ini telah mengoperasikan dua greenhouse dengan kapasitas masing-masing 1.000 dan 1.200 tanaman. Guna merespons tingginya permintaan, Tri sedang menyelesaikan pembangunan greenhouse ketiga berkapasitas 2.800 tanaman.

Dengan beroperasinya tiga greenhouse tersebut, total kapasitas produksi diproyeksikan melonjak tajam. Dalam satu siklus panen selama 65 hari, total hasil panen melon premium dari seluruh greenhouse ditargetkan menembus angka 10 ton.

Hasil panen dipasarkan berdasarkan tingkatan kualitas (grade), mulai dari Rp15.000 per kilogram untuk Grade C, Rp18.000 per kilogram untuk Grade B, hingga Rp19.000 per kilogram untuk Grade A. Adapun biaya pokok produksi (HPP) dapat ditekan secara efisien di kisaran Rp7.000 per buah.

Menariknya, buah-buah segar ini laku keras tanpa perlu promosi masif di media sosial. Para pembeli dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Blitar, hingga Surabaya rela datang langsung ke lokasi kebun di Jombang untuk membeli secara grosir maupun hantaran.

Inovasi Tri melalui Pondok Melon Gondangmanis dengan tagline 'Manisnya Asli Gondang Manis' menjadi inspirasi baru. Dari lahan tidak produktif di Kota Santri, ia membuktikan bahwa teknologi pertanian mampu memberikan peluang usaha baru yang sangat menjanjikan.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru