IKAPETE

Dilantik Gus Kikin, Pengurus IKAPETE 2026–2030 Tegaskan Siap Berkontribusi Tanpa Intervensi PBNU

Reporter : Redaksi

Dilantik Gus Kikin, Pengurus IKAPETE 2026–2030 Tegaskan Siap Berkontribusi Tanpa Intervensi PBNU

TEBUIRENG, KlikJOMBANG – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) periode 2026–2030 resmi dilantik di area Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). Momentum ini menandai dimulainya babak baru konsolidasi alumni pesantren legendaris tersebut di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: KALAM NU Beberkan Kriteria Sekjen PBNU Ideal untuk Dampingi Gus Kikin

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin. Selain mengasuh pesantren, Gus Kikin saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Jaringan organisasi alumni Tebuireng kini tercatat terus meluas secara signifikan di berbagai daerah. IKAPETE telah membawahi kepengurusan di 18 wilayah tingkat provinsi serta 84 Pengurus Cabang (PC) di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.

Tidak hanya di dalam negeri, kepakan sayap organisasi ini juga telah menjangkau mancanegara. Saat ini IKAPETE memiliki dua Pengurus Cabang Internasional (PCI), yakni di Makkah (Arab Saudi) dan Mesir.

Usai agenda pelantikan, pengurus bergerak cepat dengan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Ketua Presidium Nasional (Presnas) IKAPETE, Prof. Dr. KH Masykuri Bakri, mengonfirmasi bahwa rapat kerja tersebut melibatkan seluruh lembaga di bawah naungan Presnas.

Rangkaian program kerja strategis yang dirancang dipastikan tidak bergerak secara eksklusif. IKAPETE berkomitmen merangkul berbagai elemen eksternal demi memperluas dampak pengabdian para alumni di tengah masyarakat.

"Kegiatan tersebut nantinya melibatkan beragam pihak, termasuk pondok pesantren di luar Pesantren Tebuireng, kalangan akademisi, pemerhati pendidikan, dan unsur lainnya," ujar KH Masykuri di sela-sela kegiatan dikutip KlikJOMBANG.

Masykuri menerangkan, luasnya jejaring alumni menjadi modal utama dalam memperkuat kontribusi nyata. IKAPETE siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Nahdlatul Ulama, pemerintah, serta pelbagai elemen masyarakat sipil.

Sejumlah agenda prioritas turut dimatangkan dalam rapat kerja tersebut. Salah satu program unggulannya adalah penyelenggaraan muktamar yang membedah pemikiran, nilai kebangsaan, serta fikrah dan kharakah pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Sisi Tersembunyi Gus Kikin: Biasa Mendengar, Teduh Berbicara, Menghargai Gagasan

Selain fokus keagamaan dan kebangsaan, arah pengabdian alumni dipetakan ke sektor-sektor vital. Sektor ekonomi, hukum, kesehatan, kebudayaan, pemberdayaan perempuan, hingga teknologi informasi menjadi pilar utama program kerja empat tahun ke depan.

"Ke depan, kami ingin menjalin kemitraan dengan Nahdlatul Ulama, pemerintah, serta berbagai organisasi nonpemerintah. Semua pihak itu memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa dan negara," tutur Masykuri.

Ia membeberkan bahwa potensi alumni Tebuireng sangat melimpah karena datang dari beragam latar belakang profesi dan keahlian. Potensi besar tersebut kini dihimpun dan dikonsolidasikan secara terencana melalui struktur organisasi yang ada.

Jejaring 18 wilayah, 84 PC, serta 2 PCI disebut sebagai modal sosial yang sangat berharga. Struktur ini menjadi tumpuan utama Presnas dalam menjalankan roda organisasi selama periode kepengurusan berjalan.

Di sisi lain, merespons dinamika organisasi keumatan, IKAPETE turut angkat suara mengenai kontribusi alumni dalam kepengurusan PBNU. Masykuri menegaskan kader-kader Tebuireng selalu siap mengabdi jika diberi amanah.

Baca juga: Ujian Supremasi Hukum PBNU: Mengapa Aturan Satu Orang Satu Jabatan Harus Ditegakkan?

Meski demikian, IKAPETE secara tegas tidak akan melakukan intervensi atau mendikte penyusunan struktur PBNU. IKAPETE menyerahkan sepenuhnya proses penataan organisasi kepada kepemimpinan PBNU terpilih.

"Penentuan struktur kepengurusan merupakan hak prerogatif Ketua Umum PBNU terpilih. Kita pasrahkan semuanya, IKAPETE tidak akan melakukan intervensi terkait penyusunan kepengurusan PBNU," tegasnya.

IKAPETE memastikan siap menyetorkan rekomendasi nama-nama kader terbaik sesuai bidang keahlian jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan sumber daya manusia alumni Tebuireng dalam menopang kerja-kerja keumatan dan kebangsaan.

"Alumni Pesantren Tebuireng ini di bidang kesehatan banyak, di bidang ekonomi, teknokrasi, birokrasi, politisi, keagamaan, pendidikan, hingga lingkungan juga banyak," pungkas Masykuri.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru